Minggu, 04 Oktober 2026
00:34 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Gua Makhpela

Gua Makhpela

situs pemakaman di Palestina

Bagikan:
Gua Makhpela
מְעָרַת הַמַּכְפֵּלָה
الحرم الإبراهيمي - المسجد الإبراهيمي
250px-Hebron_Cave_of_the_Patriarchs.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan selatan kompleks tersebut, 2009
Peta yang menunjukkan lokasi Gua Para Leluhur di Tepi Barat dan Negara Palestina
Peta yang menunjukkan lokasi Gua Para Leluhur di Tepi Barat dan Negara Palestina
Gua Makhpela
Lokasi di Tepi Barat
Tampilkan peta Tepi Barat
Peta yang menunjukkan lokasi Gua Para Leluhur di Tepi Barat dan Negara Palestina
Peta yang menunjukkan lokasi Gua Para Leluhur di Tepi Barat dan Negara Palestina
Gua Makhpela
Tampilkan peta teritori Palestina
Nama alternatifMakam Para Leluhur, Gua Makhpela, Tempat Suci Abraham, Masjid Ibrahimi (Masjid Ibrahim)
LokasiHebron (Wilayah Palestina)
WilayahTepi Barat
Koordinat31°31′29″N 35°06′39″E / 31.5247°N 35.1107°E / 31.5247; 35.1107
JenisMakam, masjid, sinagoge[1]
Sejarah
BudayaIbrani, Bizantium, Ayyubiyah, Tentara Salib, Ottoman

Gua Makhpela atau Gua Para Bapa Leluhur (bahasa Ibrani: מערת המכפלה, Me'arat ha-Makhpelaⓘ; bahasa Arab:المغارة, translit. Al Magharah)[2][3][4] adalah serangkaian gua yang terletak di jantung Kota Tua Hebron di Tepi Barat, Palestina, berjarak 30 kilometer (19 mil) selatan Yerusalem. Tempat ini adalah tempat pemakaman dari tokoh-tokoh yang dihormati dalam agama Abrahamik, yakni Abraham/Ibrahim, Sara/Sarah, Ishak/Ishaq, Ribka, Yakub/Ya'qub, dan Lea. Situs ini berada di Kota Tua Hebron di kawasan Palestina. Tugu makam dari keenam tokoh ini berada di dalam bangunan, sedangkan jenazah mereka yang asli dikebumikan di gua yang berada di bawah bangunan. Menurut agama-agama Abrahamik, gua dan ladang di sekitarnya dibeli oleh Abraham sebagai tempat pemakaman. Situs ini dianggap sebagai tempat suci dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam.[5][6][7]

Di atas gua berdiri sebuah bangunan persegi panjang besar yang berasal dari zaman Herodes.[8] Selama pemerintahan Bizantium di wilayah tersebut, sebuah basilika Kristen dibangun di lokasi tersebut; struktur tersebut diubah menjadi Masjid Ibrahimi setelah penaklukan Muslim atas Levant. Pada abad ke-12, masjid dan wilayah sekitarnya jatuh di bawah kendali negara Tentara Salib, tetapi direbut kembali pada tahun 1188 oleh sultan Ayyubid Saladin, yang sekali lagi mengubah struktur tersebut menjadi masjid.[9] Pada tahun 1119 M, seorang biarawan menemukan tulang-tulang di dalam gua, dan percaya bahwa tulang-tulang tersebut adalah tulang para patriark.[10]

Selama Perang Enam Hari tahun 1967, seluruh Tepi Barat yang dikuasai Yordania direbut dan diduduki oleh Negara Israel, setelah itu masjid tersebut dibagi, dan setengahnya diubah fungsinya menjadi sinagoge.[11][12] Pada tahun 1968, ibadah khusus Yahudi diizinkan di luar jam-jam yang biasanya diperbolehkan pada Tahun Baru Yahudi dan Hari Pendamaian.

Tempat ini awalnya berupa gua bawah tanah. Tempat ini kemudian dibangun basilika pada masa Romawi, kemudian diubah menjadi masjid pada masa kekhalifahan. Tempat ini dipandang sebagai tempat suci kedua umat Yahudi setelah Bait Suci.[13]

Catatan Alkitab

Dalam Tanakh (kitab suci Yahudi) dan Alkitab (kitab suci Kristen) disebutkan bahwa saat Sara wafat, Abraham membeli gua tersebut dari salah seorang orang Het bernama Efron bin Zohar seharga empat ratus syikal perak.[14] Tokoh yang dimakamkan di tempat ini antara lain:[15]

Tokoh lain yang diyakini juga disemayamkan di tempat ini adalah:

Sejarah

Masa Yahudi

Pada 31–4 SM, raja Yahudi Herodes yang Agung membangun sebuah tembok kurungan persegi panjang di atas gua untuk menjadi tugu peringatan bagi masyarakat.[18] Ini adalah satu-satunya struktur Herodian yang masih utuh sepenuhnya dari periode Yahudi Helenistik. Bangunan Herodes ini tidak memiliki atap, dengan dinding batu setebal 6 kaki yang terbuat dari batu setinggi setidaknya 3 kaki (0,91 m) dan kadang-kadang mencapai panjang 24 kaki (7,3 m). Ahli arkeologi tidak yakin tempat pintu masuk asli ke bangunan ini, itu jika memang ada.[18]

Romawi dan Sasania

Sampai masa kekuasaan Romawi Timur, bagian dalam dinding masih dibiarkan beratapkan langit. Basilika sederhana dibangun di bagian tenggara. Pada masa ini, situs ini menjadi tujuan ziarah penting bagi umat Kristen. Peziarah Bordeaux, sekitar 333, melaporkan "sebuah monumen bentuk persegi yang dibangun dari batu dengan keindahan luar biasa, tempat bersemayam Abraham, Ishak, Yakub, Sara, Ribka, dan Lea."[19] Peziarah Piacenza (sekitar 570) mencatat dalam laporan ziarahnya bahwa orang Yahudi dan Kristen berbagi kepemilikan atas situs tersebut.[20]

Pada 614, Kekaisaran Sasaniyah menaklukan kawasan Hebron dan menghancurkan situs ini dan hanya meninggalkan reruntuhan.

Kekhalifahan awal

Pada 637, kawasan Hebron menjadi wilayah kekuasaan kekhalifahan dan dibangun masjid beratap di situs tersebut.[21] Umat Muslim mengizinkan pembangunan dua sinagoga (tempat ibadah Yahudi) di situs tersebut.[22]

Pada abad ke-10, sebuah pintu masuk dibuat menembus dinding timur, dibangun pula jalan dari sisi utara dan timur (satu untuk jalan masuk dan satu untuk jalan keluar).[18] Sebuah bangunan yang dikenal sebagai qal'ah (قلعة, kastel) juga dibangun di dekat tengah sisi barat daya. Tujuannya tidak diketahui tetapi satu catatan sejarah mengklaim bahwa itu menandai tempat Yusuf dimakamkan, daerah yang telah digali atas perintah seorang khalifah yang didasari tradisi lokal terkait tempat Yusuf dimakamkan. [24] Beberapa arkeolog percaya bahwa pintu masuk asli ke struktur Herodes berada di lokasi qal'ah dan dibuatlah pintu masuk di sisi timur laut sehingga qal'ah dapat dibangun di pintu masuk yang lama.[18]

Perang Salib

Pada 1100, kepemimpinan kawasan ini diambil alih pasukan Salib dan tempat ini diubah menjadi gereja. Muslim dilarang memasukinya dan umat Yahudi juga dilarang menggunakan sinagoga mereka.[22]

Tahun 1113 pada masa pemerintahan Raja Baudouin II, menurut Ali dari Herat (menulis pada tahun 1173), ada bagian tertentu di atas gua Ibrahim yang memberi jalan, dan "sejumlah kaum Frank membuat pintu masuk ke sana". Mereka menemukan "(tubuh) Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub", "kafan mereka telah hancur berkeping-keping, bersandar di dinding ... Kemudian Raja, setelah memberikan kafan baru, menyebabkan tempat itu ditutup sekali lagi." Informasi serupa diberikan dalam kronik Ibnu al-Athir sebelum 1119, "Pada tahun ini dibuka makam Ibrahim, dan makam kedua putranya, Ishaq dan Ya'qub ... Banyak orang melihat sang Leluhur. Tungkai mereka sekarang sudah terganggu, dan di samping mereka diletakkan lampu-lampu dari emas dan perak."[23] Bangsawan Damaskus dan sejarawan Ibnu al-Qalanisi dalam kroniknya juga menyinggung tentang penemuan peninggalan yang disebut sebagai peninggalan Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub, sebuah penemuan yang membangkitkan keingintahuan yang sangat besar di antara ketiga komunitas di Syam selatan, Muslim, Yahudi, dan Kristen.[24][25]

Ayyubiyah

Pada 1188, Shalahuddin mengambil alih kota ini dan kembali mengubah bangunan ini menjadi masjid, tetapi tetap memperkenankan umat Kristen beribadah di sini.[18] Shalahuddin juga menambahkan sebuah menara di setiap sudut, dua di antaranya masih utuh, dan mimbar. Samuel ben Samson yang berkunjung pada 1210 mengatakan bahwa pengunjung harus turun dua puluh empat langkah di lorong yang begitu sempit sehingga batu menyentuhnya di kedua sisi.[26]

Mamluk dan Utsmaniyah

Pada masa Kesultanan Mamluk antara 1318 sampai 1320, gubernur Gaza, sebuah provinsi yang mencakup Hebron, Sanjar al-Jawli memerintahkan pembangunan Masjid Amir Jawli di dalam wilayah makam untuk memperluas ruang sholat dan mengakomodasi jamaah.[27] Pada akhir abad ke-14, di bawah Mamluk, dua pintu masuk tambahan ditembus ke ujung barat sisi barat daya dan qal'ah diperluas. Sebuah tugu makam untuk mengenang Yusuf telah dibuat di qal'ah bagian atas sehingga pengunjung tidak perlu keluar kompleks dan berkeliling di luar hanya untuk memberikan penghormatan.[18] Mamluk juga membangun tangga barat laut dan enam tugu makam (masing-masing untuk Ishaq, Ribka, Ya'qub, Lea, Ibrahim, dan Sarah), didistribusikan secara merata di seluruh bangunan. Mamluk melarang umat Yahudi memasuki situs tersebut, memungkinkan mereka hanya sedekat anak tangga kelima di undakan tenggara, tetapi setelah beberapa waktu ini meningkat ke anak tangga ketujuh.

Pada masa Utsmaniyah, keadaan makam yang sempat bobrok kemudian diperindah dan dipermegah. Makam mereka ditutupi karpet sutra bersulam emas yang megah, berwarna hijau untuk laki-laki dan merah untuk perempuan.[28]

Yordania

Setelah Yordania menguasai kawasan Tepi Barat pada 1948, umat Yahudi dilarang memasuki kawasan pemakaman ini. Sekitar tahun 1960, pemerintah Yordania merenovasi wilayah sekitar masjid, menghancurkan beberapa bangunan bersejarah dalam prosesnya, salah satunya benteng peninggalan ksatria Salib yang dibangun pada 1168.[29]

Israel

Pada masa kekuasaan Israel, pembatasan ziarah umat Yahudi ke makam dihilangkan.[30] Pada 9 Oktober 1968, Michal Arbel menjadi Yahudi pertama yang memasuki gua-gua bawah tanah tempat jenazah yang asli dikebumikan. Dia yang saat itu berusia tiga belas tahun adalah putri Yehuda Arbel, kepala operasi Shin Bet di Tepi Barat. Dia dipilih karena cukup ramping untuk diturunkan ke dalam saluran yang sempit, untuk mendapatkan akses ke situs makam dan mengambil foto.[31]

Pemukim Israel membangun kembali sebuah sinagoga kecil di bawah masjid. Upacara pernikahan Yahudi pertama yang berlangsung di dalamnya dilangsungkan pada 7 Agustus 1968.[32] Undakan batu yang mengarah ke masjid juga dihancurkan untuk menghapus kenangan atas batasan "anak tangga ketujuh" yang dipandang sebuah penghinaan.[1]

Bangunan

250px-Machpela_eng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Denah kompleks Masjid Ibrahimi. Keterangan dalam bahasa Inggris.

Bangunan Masjid Ibrahimi berbentuk persegi panjang dengan poros menghadap barat laut-tenggara. Bangunan ini terbagi dua bagian:

  • Sisi Yahudi:
    • Mencakup tiga perlima bangunan
    • Digunakan untuk sinagoga
    • Memiliki atap di tiga sisi, sementara bagian tengah dan timur lautnya dibiarkan terbuka
    • Terdapat empat tugu makam: makam Yakub dan Lea di bagian tengah sisi Yahudi, makam Abraham dan Sara di sisi tenggara dan berbatasan dengan bagian Muslim. Keempat makam ini masing-masingnya berada di dalam ruangan kecil segi enam dan segi delapan.
  • Sisi Muslim:
    • Mencakup dua perlima bangunan
    • Digunakan untuk masjid
    • Sepenuhnya beratap
    • Terdapat dua tugu makam di bagian tengah: makam Ishaq dan Ribka. Makam mereka memiliki pola bergaris-garis horizontal merah dan putih yang khas pada dindingnya, tetapi biasanya ditutupi oleh kain hias.

Hampir seluruh bangunan itu sendiri dibangun oleh Raja Herodes dan tetap menjadi satu-satunya bangunan Herodian yang bertahan sampai sekarang.[33][34][35]

Gua

Jenazah dari keenam tokoh tersebut dimakamkan di gua yang berada di bawah bangunan. Lembaga wakaf sepanjang sejarahnya mencegah akses ke makam asli untuk menghormati jenazah. Ada dua jalan masuk yang diketahui dan keduanya berada di sisi Muslim. Jalan masuk pertama berada di dekat tugu makam Ibrahim. Pintu masuk ini adalah poros sempit yang ditutupi oleh batu hias yang dinaungi kanopi batu. Pintu masuk lainnya terletak di tenggara, dekat mihrab, dan disegel oleh batu besar, dan biasanya ditutupi oleh sajadah.

Galeri

  • Jalan masuk ke Masjid Ibrahimi, Hebron, 2019
    Jalan masuk ke Masjid Ibrahimi, Hebron, 2019
  • Tugu makam Ibrahim (Abraham)
    Tugu makam Ibrahim (Abraham)
  • Tugu makam Ibrahim dari luar ruangan dari sisi Yahudi
    Tugu makam Ibrahim dari luar ruangan dari sisi Yahudi
  • Tugu makam Sarah
    Tugu makam Sarah
  • Masjid Ibrahimi bagian Muslim, Januari 2014. Jamaah shalat di antara tugu makam Ribka (kiri) dan Ishaq (kanan).
    Masjid Ibrahimi bagian Muslim, Januari 2014. Jamaah shalat di antara tugu makam Ribka (kiri) dan Ishaq (kanan).
  • Kanopi batu yang menaungi jalan masuk ke gua
    Kanopi batu yang menaungi jalan masuk ke gua
  • Batu hias di bawah kanopi batu yang menutup jalan masuk ke gua
    Batu hias di bawah kanopi batu yang menutup jalan masuk ke gua
  • Pengantin Yahudi berdoa di situs sebelum pernikahan, 2010
    Pengantin Yahudi berdoa di situs sebelum pernikahan, 2010
  • Denah Masjid Ibrahimi. Keterangan dalam bahasa Perancis.
    Denah Masjid Ibrahimi. Keterangan dalam bahasa Perancis.

Catatan

Rujukan

  1. 1 2 Middle East and Africa: International Dictionary of Historic Places. Fitzroy Dearborn Publishers. 1996. hlm. 338. ISBN 9781134259939. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-09. Diakses tanggal 2020-03-23.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |editors= diabaikan (|editor= disarankan)
  2. ↑ Sammān, Muḥammad ʻAbd Allāh; الله, سمان، محمد عبد (1994). مذبحة الحرم الإبراهيمي: القضية المنسية وسط التخاذل العربي والاستجابة لأنغام السلام المزيف (dalam bahasa Arab). دار الاعتصام،.
  3. ↑ الدعوة :مجلة إسلامية اسبوعية جامعة (dalam bahasa Arab). مؤسسة الدعوة الإسلامية الصحفية،. 1999.
  4. ↑ والتوزيع, مؤسسة أعمال الموسوعة للنشر (1999). الموسوعة العربية العالمية - المجلد العاشر - خ - د - ذ (dalam bahasa Arab). العبيكان للنشر. ISBN 978-9960-803-42-5.
  5. ↑ Har-El, Shai (2014). "The Gate of Legacy". Where Islam and Judaism Join Together. hlm. 69–86. doi:10.1057/9781137388124_6. ISBN 978-1-349-48283-2. Hebron is regarded by the Jews as second in sanctity to Jerusalem, and by the Muslims as the fourth-holiest city after Mecca.
  6. ↑ Alshweiky, Rabab; Gül Ünal, Zeynep (2016). "An approach to risk management and preservation of cultural heritage in multi identity and multi managed sites: Al-Haram Al-Ibrahimi/Abraham's Tombs of the Patriarchs in Al-Khalil/Hebron". Journal of Cultural Heritage. 20: 709–14. doi:10.1016/j.culher.2016.02.014. According to the Islamic belief, Al-Haram Al-Ibrahimi/Tombs of the Patriarchs is considered to be the fourth most important religious site in Islam after Mecca, Medina and Jerusalem and the second holiest place after the Aqsa Mosque in Palestine. Additionally, according to the Jewish belief, it is the world's most ancient Jewish site and the second holiest place for the Jews, after Temple Mount in Jerusalem.
  7. ↑ Sellic, Patricia (1994). "The Old City of Hebron: Can It be Saved?". Journal of Palestine Studies. 23 (4): 69–82. doi:10.2307/2538213. JSTOR 2538213. This deterioration has long-term implications for the Palestinians, since the old city of Hebron forms an important part of the Palestinian and indeed the Muslim heritage. It is one of the four holiest cities in Islam, along with Mecca, Medina, and Jerusalem.
  8. ↑ Jacobsson, David M. (2000). "Decorative Drafted-margin Masonry in Jerusalem and Hebron and its Relations". The Journal of the Council for British Research in the Levant. 32: 135–54. doi:10.1179/lev.2000.32.1.135. ISSN 0075-8914. S2CID 162263112.
  9. ↑ "In Hebron, Israelis and Palestinians share a holy site ... begrudgingly". PRI. 10 November 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-11-29. Diakses tanggal 29 November 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑
  11. ↑ Hammond, Constance A. Shalom/Salaam/Peace: A Liberation Theology of Hope. hlm. 37.
  12. ↑ Esther Rosalind Cohen (1985). Human rights in the Israeli-occupied territories, 1967–1982. Manchester University Press ND. hlm. 215. ISBN 978-0-7190-1726-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-01-03. Diakses tanggal 14 Oktober 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Fundamentalisms and the State: Remaking Polities, Economies, and Militance Diarsipkan 2023-08-09 di Wayback Machine., University of Chicago Press, disunting oleh Martin E. Marty, R. Scott Appleby, chapter authored by Ehud Sprinzak, hlm. 472
  14. ↑ Kejadian 23: 1–20
  15. ↑ Kejadian 49: 29–32
  16. ↑ Talmud Yerusalem, Taanith 4:2; Babylonian Talmud, Erubin 53a; Pirke Rebbe Eliezer, chapter 20; Midrash Rabba (Bereshith Rabba), ch. 28:3
  17. ↑ The Asatir (ed. Moses Gaster), The Royal Asiatic Society: London 1927, pp. 210, 212
  18. 1 2 3 4 5 6 Nancy Miller (Mei–Juni 1985). "Patriarchal Burial Site Explored for First Time in 700 Years". Biblical Archaeology Society. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-11-30. Diakses tanggal November 30, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. ↑ Palestine Pilgrims Text Society (1887). Itinerary from Bordeaux to Jerusalem. Diterjemahkan oleh Aubrey Stewart. hlm. 27.
  20. ↑ Avni, Gideon (2014). "Prologue: Four Eyewitness Accounts versus 'Arguments in Stone'". The Byzantine-Islamic Transition in Palestine: An Archaeological Approach. Oxford: Oxford University Press. ISBN 9780199684335.
  21. ↑ Mann, Sylvia (Januari 1, 1983). "This is Israel: pictorial guide & souvenir". Palphot Ltd. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-09. Diakses tanggal 2020-03-22 – via Google Books.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. 1 2 Norman Roth (2005). Daily Life of the Jews in the Middle Ages. Greenwood Publishing Group. hlm. 98. ISBN 9780313328657. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-09. Diakses tanggal 2020-03-22.
  23. ↑ Le Strange 1890, hlm. 317–8 harvnb error: tanpa target: CITEREFLe_Strange1890 (bantuan) = p. 317, p. 318.
  24. ↑ Kohler 1896, hlm. 447ff. harvnb error: tanpa target: CITEREFKohler1896 (bantuan)
  25. ↑ Runciman & 1965 (b), hlm. 319 harvnb error: tanpa target: CITEREFRunciman1965_(b) (bantuan).
  26. ↑ "Pal. Explor. Fund," Quarterly Statement, 1882, hlm. 212).
  27. ↑ Dandis, Wala. History of Hebron Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine.. November 7, 2011. Retrieved on 2012-03-02.
  28. ↑ Conder 1830, hlm. 198 harvnb error: tanpa target: CITEREFConder1830 (bantuan). The source was a manuscript, The Travels of Ali Bey, vol.ii, hlm. 232–3.
  29. ↑ Alshweiky, Rabab; Gül Ünal, Zeynep (2016). "Patriarchs in Al-Khalil/Hebron". Journal of Cultural Heritage. doi:10.1016/j.culher.2016.02.014.
  30. ↑ "The Cave of Machpelah Tomb of the Patriarchs". Jewish Virtual Library. American-Israeli Cooperative Enterprise. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-12-09. Diakses tanggal Juni 17, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  31. ↑ "This Week in History: 1st Jew in Patriarch's Cave" Diarsipkan 2018-04-12 di Wayback Machine., by Tamara Zeve, Jerusalem Post, October 7, 2012
  32. ↑ Hoberman, Haggai (2008). Keneged Kol HaSikuim [Against All Odds] (dalam bahasa Hebrew) (Edisi 1st). Sifriat Netzaim.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  33. ↑ Herod: King of the Jews and Friend of the Romans By Peter Richardson P:61
  34. ↑ The Oxford Guide to People & Places of the Bible By Bruce Manning Metzger, Michael David Coogan P:99
  35. ↑ "Tombs of the Patriarchs – Hebron, State of Palestine". www.sacred-destinations.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-10-13. Diakses tanggal 2010-06-22.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan