Rabu, 28 Oktober 2026
00:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Masjid Fazl-e-Omar

Masjid Fazl-e-Omar

masjid di Jerman

Bagikan:
250px-FazleOmarMoschee.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Fazl-e-Omar

Masjid Fazle Omar adalah sebuah masjid yang terletak di di distrik Stellingen, Hamburg, Jerman. Masjid tersebut dibuka pada 22 Juni 1957 oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah (AMJ). Setelah masjid di kamp sabit di Wünsdorf dekat Zossen, sebuah kamp untuk tahanan perang Muslim selama Perang Dunia I, dan Masjid Wilmersdorfer di Berlin, masjid tersebut merupakan masjid tertua ketiga di Jerman dan masjid pertama yang akan dibangun setelah Perang Dunia II.

Riwayat

Gagasan membangun rumah doa Islam dimulai pada tahun 1955 ketika Mirza Bashir ud-Din Mahmud Ahmad, Khalifat ul-Massih II dan kepala AMJ di seluruh dunia, mengunjungi Hamburg untuk pertama kalinya. Pada 27 Juni 1955, ia diterima oleh Josef von Fisenne, yang waktu itu adalah Senator Gedung Otorita dan kemudian Departemen Kepolisian (Interior), di Balai Kota Hamburg.

Batu fondasi untuk pembangunan masjid diletakkan pada 22 Februari 1957. Konstruksi ini dibiayai oleh AMJ. Selain itu, lembaga-lembaga kredit seperti Deutsche Bank, Dresdner Bank dan Vereinsbank ikut serta dengan masing-masing menyumbang DM 500. Arsitek masjid tersebut adalah seorang Muslim Ahmadiyah asal Jerman, yang sebelumnya memeluk Islam melalui kegiatan dakwah imam Chaudhry Abdul Latif.

Presiden Mahkamah Internasional, Sir Muhammad Zafrullah Khan, membuka Masjid Fazle Omar pada 22 Juni 1957. Manajer distrik Stellingen / Eimsbüttel dan profesor dari Universitas Hamburg serta para duta besar dari negara-negara Pakistan, India dan Belanda hadir pada upacara pembukaan.[1]

Referensi

  1. ↑ "Masjid Fazle Omar". Kontraktor Kubah Masjid.
Ikon rintisan

Artikel bertopik masjid ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan