Kamis, 01 Oktober 2026
05:24 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Amas Mattaram

Bagikan:

Raden Mataram bergelar Mas Mataram (Maes Materan) atau Amas Mattaram adalah Raja Taliwang yakni Datu atau penguasa negeri Taliwang di pulau Sumbawa. Karena jabatan itu setara seorang Karaeang di Sulawesi maka ia disebut Karaeng Taliwang. Beliau anak dari Raden Subangsa.[1] Raden Subangsa bergelar Pangeran Taliwang merupakan menantu Raja Seleparang-Sumbawa (Datu Kamutar 4).[2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12]

Datu Taliwang merupakan sebutan untuk Raja-raja Taliwang. Raja-raja di Taliwang yang merupakan keturunan raja-raja Banjar, biasanya bergelar Pangeran atau Gusti.[13]

"If the Dutch not give him a hand, it would be over with him. "It is true, there are my brothers Amas Malin and Amas Atchin, but it is not fit that they become kings, because thay are not of the line of the Sumbawan kings, but of Bali. But there is, one may add, my nephews called Amas Mattaram and Amas Bantani [= Datu Loka] who are 5 of the royal house of Sumbawa of olden times".

— Hindu rulers, Muslim subjects.(2001:171)[1]

Ketika Mas Goa diturunkan dari tahta raja Sumbawa, maka ada usulan untuk menjadikan raja Sumbawa penggantinya yakni Amas Malin dan Amas Atchin, tetapi mereka tidak layak menjadi raja, karena mereka bukan dari garis keturunan raja Sumbawa terdahulu,[14] tapi dari (ibu orang) Bali. Maka diusulkan, keponakan Mas Goa bernama Amas Mattaram dan Amas Bantani [=Datu Loka] yang merupakan 5 keluarga kerajaan Sumbawa zaman dahulu.[15][16]

[17]

" Mas Bantam en Mas Mataram, zoons van twee zusters van den Koning van Sumbawa en van den Bandjarmasinsen Raden Subangsa. Mas Bantam volgde na de afzetting van Mas Gowa in Sumbawa op; hij was gehuwd met een dochter van den Vorst van Tello en werd in 1705 opgevolgd door zijn zoon Mas Madura; hij stierf in mei 1713.

— Rijks geschiedkundige publicatiën: Grote serie", volume 134, Martinus Nijhoff (1971:58).[18]

Mas Bantam dan Mas Mataram, putra dari dua saudara perempuan Raja Sumbawa dan Raden Subangsa dari Bandjarmasin. Mas Bantam berhasil [menjadi raja] setelah deposisi (menggeser) Mas Goa di Sumbawa; dia menikah dengan seorang putri Pangeran Tallo dan digantikan pada tahun 1705 oleh putranya Mas Madura (Amas Madina); dia meninggal pada Mei 1713.[19]

Silsilah

Hikayat Banjar-Kotawaringin menyebutkan tentang pernikahan Raden Subangsa dengan puteri-puteri Raja Selaparang yang memerintah pulau Sumbawa (Datu Kamutar 4), pernikahan pertama di Taliwang dan pernikahan kedua di Sumbawa Besar dan dari kedua pernikahan itu lahirlah putera masing-masing bernama Raden Mataram dan Raden Bantan yang berlainan ibunya tetapi bersaudara.[4]

"Sudah itu saudara Pangeran Singamarta lain ibu namanya Raden Subangsa itu diperisterikannya ke Silaparang, lawan anak raja Silaparang namanya Mas Surabaya. Sudah itu mati maka bertinggal anak seorang laki-laki namanya Raden Mataram. Sudah itu dijadikannya pula Raden Subangsa itu oleh raja Silaparang lawan anaknya di Sumbawa itu namanya Mas Panghulu; itu beranak laki-laki dinamainya Raden Bantan. Adapun Raden Subangsa itu sudah beranak di Banjar tiga orang perempuan, yang tua namanya Gusti Yada, yang pertengahan namanya Gusti Tika, yang busu namanya Gusti Pika. Maka Raden Subangsa itu disebut orang Silaparang dan orang Sumbawa itu Pangeran Taliwang karena isterinya itu, ibu Raden Mataram itu, diam di negeri Taliwang. Sudah itu datang Raden Subantaka - itu mamarina Pangeran Singamarta yang disuruh mengisterikan Raden Subangsa itu - membawa khabarnya Raden Subangsa itu, maka tiadalah tersebut lagi.".

— Hikayat Banjar.[4]

Kematian Amas Mattaram Datu Taliwang

Karaeng (Datu) Taliwang Amas Mattaram (yang "hilang" di Tallo), tewas dibunuh di Bonto-wala oleh Raden Sanggalea pada tanggal 14 Juli 1693.[20]

14 Juli 1693
nanijalloq Karaeng Taliwan ri Raden Sanggalea lappasaki (Diamuk Datu Taliwang oleh Raden Sanggalea, Raden Sanggalea lolos dari kejaran.
22 Juli 1693
naanaq Karae Bisei Abdullah Manshur nabattu Raden Sanggalea angerang kalenna (Lahir Karae Bisei Abdullah Mansyur, pada saat yang sama Raden Sanggalea menyerahkan diri).
24 Juli 1693
namatetommo Raden Sanggalea nisuro jarroki ri Karae Sambawa (Wafat Raden Sanggalea atas permintaan Mas Bantan Datu Loka Raja Sumbawa untuk memberi hukuman gantung).

— Lontara Bilang Ri Gowa.[20][21]

Hubungan dengan Raden Subangsa Pangeran Taliwang

Templat:Family tree

Jalur silsilah Amas Mattaram Datu Taliwang
♂ Saudagar Mangkubumi
(Jantam) di Koromandel[22]
Peradaban Dayak Kaharingan)
(Putri Kameloh Putak Janjulen Karangan)
(Bawin Jata Balawang)
Peradaban Mahasin/Mo-ho-sin
(Malayic)/Melayu Sulung
RAJA NEGARA DIPA
♂ Ampu Jatmaka
RAJA MAJAPAHIT[23]Kerajaan Nan SarunaiKerajaan Tanjungpuri
PATIH NEGARA DIPA
♂ Lambung Mangkurat
(Ratu Kuripan)
RAJA NEGARA DIPA
♂ Maharaja Suria Nata
(Raden Aria Gegombak Janggala Rajasa)
RATU NEGARA DIPA
♀ Poetri Djoendjoeng Boewih
(Putri Ratna Janggala Kadiri)[24]
RATU NEGARA DIPA
♀ Putri Huripan
RAJA NEGARA DIPA
♂ Maharaja Suria-Gangga-Wangsa
Putri NEGARA DIPA
♀ Putri Kalarang
Pangeran NEGARA DIPA
♂ Pangeran Suria-Wangsa
RATU NEGARA DIPA
♀ Putri Kalungsu
RAJA NEGARA DIPA
♂ Maharaja Carang Laleyan
(Arya Dewangsa)
RAJA NEGARA DAHA I
♂ Maharaja Sari Kaburungan
Raden Sekar Sungsang
Pangeran NEGARA DAHA
♂ Raden Bangawan
RAJA NEGARA DAHA II
♂ Maharaja Sukarama
Pangeran NEGARA DAHA
♂ Raden Mantri Alu
Putri NEGARA DAHA
♀ Putri Galuh Baranakan
RAJA TALLO I
♂ Karaèng Lowe-ri-Sero
Tuniawanga ri Sero
SULTAN BANJAR I 1500-1546
Monarch ♂ Sultan Suriansyah
RAJA TALLO II
♂ Karaeng Tuni Labu-ri-Suriwa
SULTAN BANJAR II
Monarch ♂ Sultan Rahmatullah
RAJA TALLO III
♂ I-Mangayowang-berang
Karaeng Pasi'
Karaeng Tuni Pasuru
Pangeran DemangSULTAN BANJAR III
Monarch ♂ Sultan Hidayatullah I
(berputra/putri 31 orang)
RAJA TALLO IV
♂ I Mappatakakatana
Daëng Padulu
Karaeng Pattingalloang
Tumenanga-ri-Makowayang
{{{#}}}
{{{#}}}{{{#}}}{{{#}}}
♂ Nyai JawaSULTAN BANJAR IV
Monarch ♂ Sultan Mustain Billah
Raden Senapati
(dilahirkan oleh putri dari Tuan Khatib Banun)
♂ Putri Juluk
Ratu Agung
(binti Pangeran Demang)
♂ Ratu Bagus
Raden Bagus
(dilahirkan oleh putri dari Kiyai di Podok)
♂ Raden Subamanggala
Pangeran Mangkunagara
(dilahirkan oleh Putri Nur Alam binti Pangeran di Laut)
♂ Raden Gulu
Pangeran Mancanagara
(bin Pangeran Demang)
♀ Gusti Hajang♀ Gusti Nurasat♂ Sorang
Nanang Sarang
(panglima Dayak Biaju)
RAJA TALLO VI
♂ I-Mallingkaan
Daeng Mannyonri
Karaeng Matoaya
Sultan Abdullah Awalul Islam
Tumenanga ri Agamana
♂ Raden Aria Papati
WALI SULTAN BANJAR
♂ Sultan Ri'ayatullah
SULTAN BANJAR V
♂ Sultan Inayatullah
♀ Putri Busu
Ratu Hayu
♂ Raden Timbakal
Pangeran Dipati Martasari
♀ Si Jawa♂ Adaan JumaatRAJA TALLO VIII
♂ Karaeng Pattingalloang
RAJA TALLO VII
♂ I-Manginyarrang
Daeng Makkio
Karaeng Kanjilo
Sultan Abdul Jafar Muzaffar
Tumammalinga ri Timoro
Tumenanga ri Tallo
♀ Gusti Timbuk
(binti Raden Aria Papati)
SULTAN BANJAR VI.a.
♂ Sultan Saidullah
SULTAN BANJAR VI.b. m. 1663-1679
♂ Sultan Dipati Anom
(saudara angkat sepersusuan dgn Raden Subangsa)
♂ putri dari Adipati Topati Taliwang♂ Pangeran Singamarta
Raden Sutasoma
♀ Si Pasupit♀ Mas SurabayaPANGERAN TALIWANG 1
♂ Raden Subangsa
Raden Marabut
♀ Mas Panghulu♂ Raden Modin♂ Abdul Hamid
Kareng Karunrung
to menanga ri ujung tana.
RAJA TALLO IX
♂ I-Mappaiyo
Daeng Mannyauru'
Sultan Harun Al RasyiD
Tumenanga ri Lampana
SULTAN BANJAR VI.b. m. 1663-1679
♂ Sultan Dipati Anom
(saudara angkat sepersusuan dgn Raden Subangsa)
{{{#}}}
SULTAN BANJAR VII
♂ Raden Bagus
Sultan Amrullah Bagus Kasuma
(Suria Angsa dari Banjar))
♂ Raden Basus
Pangeran Suria Negara
♂ Pangeran ........♂ Raden Pakih♀ Gusti BayahRAJA TALIWANG
Datu Taliwang
♂ Amas Mattaram
Raden Mataram
(Karaëng Taliwang)
SULTAN SUMBAWA III (1672/75 – 1702/05)
Monarch ♂ Dewa Mas Bantan
Raden Bantan
Datu Loka
♀ Siti Halimah
Daeng Tommi
Karaeng Tannisanga
ADATUANG SIDENRENG V m. 1700-1720
♂ La Mallewai Arung Ujungpulu Arung Berru Addatuang Sidenreng ke-5 Matinroe ri Tana Maridie (m. 1700 - 1720)
♀ Isabaro
Daeng Mattinri
Karaeng Bontoramba
(binti Abdul Hamid Kareng Karunrung to menanga ri ujung tana)
♂ Pangeran Dipati
SULTAN BANJAR VIII.a.
♂ Sultan Tahmidullah
WAKIL SULTAN BANJAR VIII.b.
MANGKUBUMI BANJAR
♂ Panembahan Kusuma Dilaga
RAJA TALIWANG
Datu Taliwang
♂ Gusti Amin
WALI SULTAN SUMBAWA
♂ Sultan Jalaluddin Dewa Mas Muhammad Syah I
(Dewa Ling Gunung Setia)
DATU JEREWEH
(Karaëng Djerewe)
Mas Palembang
Dewa Maja Jereweh
SULTAN SUMBAWA IV (1702-17..)
Monarch ♂ Dewa Mas Madina
Amas Madina
♀ Bau Rukiyah
I Rukkiah Karaeng Agangjene
Addatuang Sidenreng VI
Arung Barru VII
(m. 1720 - 1740)
SULTAN GOWA XXI m.1687-1739
♂ I-Mappaurangi Karaeng Boddia
Sultan Sirajuddin
Tuminanga ri Pasi
♀ Karaëng-Bonto-lângkasá 05
Tumatea ri Selaparang
♂ Karaengta Jarannika
[25]
SULTAN BANJAR IX.a
♂ Sultan Hamidullah
MANGKUBUMI BANJAR
♂ Pangéran Dipatty Soeria di Laga
SULTAN BANJAR IX.b.
♂ Sultan Tamjidillah I
♂ Pangeran Mas [Dipati Gending]Datu Aria
(Gusti Arya)
RAJA TALIWANG
Datu Taliwang
♂ Pangeran Laya Kusuma
SULTAN SUMBAWA VI
Monarch ♂ Sultan Muhammad Kaharuddin I
Datu Susun
Datu Taliwang
SULTANAH SUMBAWA VII
Monarch ♀ Sultanah Siti Aisyah
♂ I-Mappaseeppé
Daëng Mamaro
Opu Mangnguluang
Karaëng-Bonto-lângkasá 06
SULTAN BANJAR X.a.
♂ Sultan Muhammad Aminullah
(Sultan Tahmidillah 1)
♀ Ratu Sultan MuhammadSULTAN BANJAR X.b.
♂ Sunan Nata Alam
(Sultan Tahmidillah 2)
♂ Pangeran Mangku DilagaRAJA TALIWANG
Datu Taliwang
♂ Gusti Aceh
SULTAN SUMBAWA IX 1762-1765
Monarch ♂ Gusti Mesir Abdurrahman
Pangeran Anom Mangkoe Ningrat
Sultan Muhammad Jalaluddin Syah II
Datu Pengantin
Dewa Pangeran
DEWA BINI
♀ Siti Khadijah
Datu Bonto Paja
SULTAN BANJAR XI.a.2.
♂ Pangeran Amir
(Sultan Amir)
SULTAN BANJAR XI.a.1.
♂ Pangeran Abdullah
(+ 1776)
♀ Ratu Siti Air MasSULTAN BANJAR XI.b.
♂ Sulaiman Rahmatillah
(Sultan Sulaiman Saidullah 2)
MANGKUBUMI BANJAR
♂ Ratoe Anom Ismail
(Pangeran Ismail)
DEWA RIWABATANG
♂ Dewa Mappaconga Mustafa
Datu Taliwang
♀ Putri SarahSULTAN SUMBAWA X
Monarch ♂ Dewa Masmawa Sultan Mahmud
♂ Pangeran Masohud♀ Gusti Khadijah
(Ratu Masohud)
♂ Pangeran Singa-Sarie [26]SULTAN BANJAR
♂ Sultan Adam dari Banjar
MANGKUBUMI BANJAR
♂ Pangeran Mangkoe Boemi Nata
(Pangeran Husin)
SULTAN SUMBAWA XIII
Monarch ♂ Sultan Muhammad Kaharuddin II
Pahlawan Nasional
SULTAN BANJAR
♂ Gusti Inu Kartapati
Pangeran Antasari
Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin
♂ Pangeran Haji Abu BakarSULTAN MUDA BANJAR
♂ Pangeran Ratu
Pangeran Sultan Muda Abdur-Rahman
♂ Pangeran Praboe AnomMANGKUBUMI BANJAR
♂ Ratoe Anom Mangkoe Boemi Kentjana
Pangeran Noch
SULTAN SUMBAWA XIV
Monarch ♂ Sultan Lalu Mesir
SULTAN SUMBAWA XV
Monarch ♂ Sultan Lalu Muhammad Amaroe'llah
SULTAN BANJAR
♂ Sultan Muhammad Seman
MANGKUBUMI BANJAR
SULTAN BANJAR
♂ Panembahan Muda Muhammad Said
♂ Pangeran UmarMANGKUBUMI BANJAR
SULTAN BANJAR
♂ Tamjidillah II
MANGKUBUMI BANJAR
♂ Pangeran Wira Kasoema
MANGKUBUMI BANJAR
SULTAN BANJAR
♂ Hidayatullah II
♂ Pangeran Muhammad di Tambak AnyarRAJA MUDA SUMBAWA
♂ Daeng Mas Kuncir Datu Lolo
♀ Gusti DijahMANGKUBUMI BANJAR
SULTAN BANJAR
♂ Pangeran Perbatasari
♂ Pangeran Jumberi♂ Pangeran Ali
(anggota Volksraad)
SULTAN SUMBAWA XVI
Monarch ♂ Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III
♂ Antung Kuwing
(Gusti Iskandar)[27]
BUPATI BANJAR (2005-2015)
SULTAN BANJAR
♂ Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mu'tashim Billah
Pahlawan Nasional
♂ Pangeran Muhammad Noor
Presiden Indonesia (ke-2)
♂ Soeharto
SULTAN SUMBAWA XVII
Monarch ♂ Sultan Muhammad Kaharuddin III
♂ H. Gusti Dhia Hidayat♂ drg. Gusti Rizali Noor♂ Ir. Gusti Suriansyah Noor♀ Heldy Djafar[28]Presiden Indonesia (ke-1)
♂ Soekarno
♂ Sigit HarjojudantoSULTAN SUMBAWA XVIII
Monarch ♂ Sultan Muhammad Kaharuddin IV
♂ Gusti .....♀ Gusti Firoza Damayanti Noor♂ Chrisye♀ dr. Gusti Firdiniwaty Noor♀ Gusti Maya Firanti Noor♂ Ari SigitPUTRI SUMBAWA
♀ Daeng Sarrojini Naidu
♂ Rainda Prashatya♂ Haryo Putra Nugroho Wibowo♂ Raihan Omar Hasani Priyanto

Catatan kaki

  1. 1 2 Hägerdal, Hans (2001). Hindu rulers, Muslim subjects: Lombok and Bali in the seventeenth and eighteenth centuries (dalam bahasa Inggris). Indonesia: White Lotus Press. hlm. 183. ISBN 9747534118. ISBN 9789747534115
  2. ↑ https://www.scribd.com/doc/190123982/Hikayat-Banjar
  3. ↑ Ras, Johannes Jacobus (1968). Hikajat Bandjar [Malayisch u. engl.] A study in Malay historiography by J[ohannes] J[acobus] Ras. [Illustr.] - The Hague: Nijhoff 1968. XIII, 651 S. 8°, Volume 1 dari Bibliotheca Indonesica, ISSN 0067-8023, Proefschrift ter verkrijging van de graad van doctor in de letteren aan de Rijksuniversiteit te Leiden (dalam bahasa Inggris). Vol. 1. Bibliotheca Indonesica, Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Netherlands), Martinus Nijhoff. ISSN 0067-8023.
  4. 1 2 3 Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar (dalam bahasa Melayu). Diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9789836212405.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link) ISBN 983-62-1240-X
  5. ↑ Rosyadi, Sri Mintosih, Soeloso, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Indonesia) (1993). Hikayat Banjar dan Kotaringin. Indonesia: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara. hlm. 139.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Cense, Anton Abraham (1928). De kroniek van Bandjarmasin (dalam bahasa Belanda). C.A. Mees. hlm. 54.
  7. ↑ Ras, Johannes Jacobus (1968). Johannes Jacobus Ras (ed.). Hikajat Bandjar: A Study in Malay Historiography (dalam bahasa Inggris). Martinus Nijhoff. hlm. 588.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authorlinks= diabaikan
  8. ↑ Ras, Johannes Jacobus (1968). Bibliotheca Indonesica (dalam bahasa Inggris). Vol. 1. Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde. ISSN 0067-8023.
  9. ↑ Rogayah A. Hamid, Etty Zalita Zakaria. Inti sari karya klasik (dalam bahasa Melayu). Vol. 1. Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia. ISBN 9836295062. ISBN 9789836295064
  10. ↑ Majod, Ali (2004). Hikayat Banjar, Siri karya sastera klasik untuk remaja (dalam bahasa Melayu). Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia. ISBN 9836280146. ISBN 9789836280145
  11. ↑ "Museum Negeri Lambung Mangkurat". Hikayat Banjar Volume 1 dari Seri penerbitan Museum Negeri Lambung Mangkurat. Vol. 1. Indonesia: Museum Negeri Lambung Mangkurat. 1981.
  12. ↑ Barbary, Iberamsyah (1 Maret 2015). 1001 Gurindam. Indonesia: EnterMedia. hlm. 269.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  13. ↑ Mantja, Lalu (1984). Sumbawa pada masa dulu: suatu tinjauan sejarah. Indonesia: Rinta. hlm. 26.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authorlinks= diabaikan
  14. ↑ Dewa Maja Paruwa
  15. ↑ G. Kolff (1901). Dagh-register gehouden int Casteel Batavia vant passerende daer ter plaetse als over geheel Nederlandts-India (dalam bahasa Belanda). hlm. 168.
  16. ↑ Anthony Marinus Hendrik Johan Stokvis (1888). Manuel d'histoire, de généalogie et de chronologie de tous les états du globe, depuis les temps les plus reculés jusqu'à nos jours (dalam bahasa Prancis). Brill. hlm. 380.
  17. ↑ "Mencari Surat-Surat :: Sejarah Nusantara". Arsip Nasional Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-23. Diakses tanggal 2020-07-23.
  18. ↑ "Netherlands. Ministerie van Binnenlandse Zaken, Netherlands. Ministerie van Onderwijs, Kunsten en Wetenschappen, Netherlands. Ministerie van Onderwijs en Wetenschappen, Netherlands. Commissie voor's Rijks Geschiedkundige Publicatiën, Netherlands. Rijkscommissie voor Vaderlandse Geschiedenis". Rijks geschiedkundige publicatiën: Grote serie (dalam bahasa Belanda). Vol. 134. Martinus Nijhoff. 1971. hlm. 58.
  19. ↑ Nederlandsche Oost-Indische Compagni (1971). Willem Philippus Coolhaas (ed.). Generale missiven van gouverneurs-generaal en raden aan Heren XVII der Verenigde Oostindische Compagnie: deel. 1610-1638 (dalam bahasa Belanda). Martinus Nijhoff. hlm. 58.
  20. 1 2 "Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië". Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde van Nederlandsch-Indië (dalam bahasa Belanda). Vol. 28. Martinus Nijhoff. 1880. hlm. 163.
  21. ↑ William Cummings, ed. (2011). The Makassar Annals (dalam bahasa Inggris). Vol. 35. Diterjemahkan oleh William Cummings. Indonesia: BRILL. hlm. 162. ISBN 9004253629. ISSN 0067-8023.ISBN 9789004253629
  22. ↑ Hoëvel, Wolter Robert (1861). Tijdschrift voor Nederlandsch Indië (dalam bahasa Belanda). Vol. 52 (Edisi 1). Joh. Noman en Zoon. hlm. 199.
  23. ↑ Bhre Kahuripan ♂ Prabu Hayam Wuruk Sri Rajasa Negara + 1389 M
  24. ↑ Notulen van de Directievergaderingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (dalam bahasa Belanda). 1866. hlm. 147. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  25. ↑ http://gowa-negeri1001cerita.blogspot.com/2014/11/silsilah-raja-raja-gowa.html
  26. ↑ Lembaga Kebudajaan Indonesia, Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (1860). Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap (dalam bahasa Belanda). Vol. 9. Batavia: Lange & Company. hlm. 126.
  27. ↑ http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.com/2011/06/silsilah-kerajaan-banjar.html
  28. ↑ Ully Hermono, Peter Kasenda (2011). "Heldy cinta terakhir Bung Karno". PT Kompas Media Nusantara: 207. {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan