Rabu, 28 Oktober 2026
14:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Martin Kutta

Martin Kutta

Bagikan:
Martin Kutta
250px-Martin_Wilhelm_Kutta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martin Kutta (1867–1944)
Lahir(1867-11-03)3 November 1867
Pitschen, Upper Silesia
Meninggal25 Desember 1944(1944-12-25) (umur 77)
PendidikanUniversity of Breslau
Ludwig-Maximilians-Universität München
Dikenal karenaRunge–Kutta method
Zhukovsky–Kutta aerofoil
Kutta–Joukowski theorem
Kutta condition
Karier ilmiah
BidangMatematika
Tempat kerjaUniversity of Stuttgart
RWTH Aachen
University of Jena
C. L. Ferdinand Lindemann
Gustav A. Bauer
Pembimbing akademik lainnya
Walther Franz Anton von Dyck

Martin Wilhelm Kutta (3 November 1867 – 25 Desember 1944) adalah seorang matematikawan Jerman. Pada tahun 1901, ia ikut mengembangkan metode Runge–Kutta, yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan diferensial biasa secara numerik. Ia juga dikenang karena sayap pesawat Zhukovsky–Kutta, teorema Kutta–Zhukovsky, dan kondisi Kutta dalam aerodinamika.

Kutta lahir di Pitschen, Silesia Atas, Kerajaan Prusia (sekarang Byczyna, Polandia). Ia kuliah di Universitas Breslau dari tahun 1885 hingga 1890, dan melanjutkan studinya di Ludwig-Maximilians-Universität München hingga tahun 1894, di mana ia menjadi asisten Walther Franz Anton von Dyck. Dari tahun 1898, ia menghabiskan setengah tahun di Universitas Cambridge. Dari tahun 1899 hingga 1909, ia kembali bekerja sebagai asisten von Dyck di Ludwig-Maximilians-Universität München; dari tahun 1909 hingga 1910, ia menjadi profesor adjung di Universitas Jena. Ia adalah profesor di RWTH Aachen dari tahun 1910 hingga 1912. Kutta menjadi profesor di Universitas Stuttgart pada tahun 1912, tempat ia mengajar hingga pensiun pada tahun 1935. Kutta meninggal di Fürstenfeldbruck, Jerman pada tahun 1944.[1]

Referensi

  1. ↑ "Kutta, Wilhelm Martin (KT899WM)". A Cambridge Alumni Database. University of Cambridge.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan