Sabtu, 26 September 2026
19:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Mars Orbiter Laser Altimeter

Mars Orbiter Laser Altimeter (disingkat : MOLA) merupakan salah satu dari lima instrumen pada pesawat ruang angkasa Mars Global Surveyor (MGS), yang berada di orbit Mars dari September 1997 hingga November 2006. Instrumen MOLA mentransmisikan pulsa laser inframerah ke permukaan Mars sebanyak 10 kali per detik dan mengukur waktu perjalanan pulsa untuk menentukan jarak pesawat MGS ke permukaan Mars hingga Juni 2001. Pengukuran jarak ini menghasilkan peta topografi Mars yang presisi, serta informasi tambahan mengenai kekasaran permukaan, reflektivitas pada panjang gelombang 1,064 μm, dan ketinggian awan debu maupun zat mudah menguap. Peta dan data ini dapat digunakan untuk studi geofisika, geologi, dan sirkulasi atmosfer.[1][2]

Misi MGS adalah untuk mengorbit Mars dan memetakan permukaannya selama sekitar tiga tahun. Misi ini berhasil melaksanakan pemetaan selama 4,5 tahun, melebihi durasi yang direncanakan. Setelah fase pengukuran jarak (altimetri) selesai pada Juni 2001, MOLA tetap beroperasi hingga akhir misi MGS pada November 2006, tetapi beralih ke mode radiometri pasif. Dalam mode ini, instrumen tidak lagi mengirim pulsa laser, melainkan mengukur radiasi inframerah yang dipancarkan atau dipantulkan oleh permukaan Mars.[1] Setiap set data MOLA diproduksi oleh MOLA Science Team dan diarsipkan oleh PDS Geosciences Node.[3]

Mekanisme

Proses penentuan ketinggian oleh MOLA dilakukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan pulsa cahaya untuk meninggalkan pesawat, memantul dari permukaan Mars, dan kembali ke cermin pengumpul MOLA. Dengan mengalikan waktu pantulan tersebut dengan kecepatan cahaya, para ilmuwan dapat menghitung ketinggian MGS di atas permukaan lokal dengan ketelitian hingga 30 meter atau lebih baik. Saat pesawat melintas di atas bukit, lembah, kawah, dan fitur permukaan lainnya, ketinggiannya di atas tanah terus berubah. Kombinasi data MOLA dengan citra kamera memungkinkan ilmuwan menyusun atlas topografi yang rinci dari planet mars. Peta-peta tersebut digunakan utnuk memahami kekuatan geologis yang membentuk Mars.[4][5]

Altimeter Laser Planet

Laser Altimeter (Lidar) adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur jarak antara pesawat ruang angkasa yang mengorbit dengan permukaan planet atau asteroid yang sedang diorbit. Jarak ini ditentukan dengan mengukur waktu perjalanan pulang-pergi pulsa laser dari instrumen ke permukaan objek, lalu kembali ke instrumen. Jarak ke objek dapat dihitung dengan mengalikan waktu perjalanan pulsa pulang-pergi dengan kecepatan cahaya, kemudian dibagi dua. Dengan mengetahui posisi dan orientasi instrumen atau pesawat ruang angkasa, lokasi pada permukaan yang diterangi pulsa laser dapat ditentukan. Serangkaian lokasi titik laser, atau jejak laser, menghasilkan profil topografi permukaan objek tersebut.[6][7]

Profil Topografi

Model topografi global pertama MOLA menunjukkan profil topografi Mars dari kutub utara ke kutub selatan sepanjang garis bujur 0°. Profil ini menyoroti kemiringan dari kutub ke kutub sebesar 0,036°, sehingga kutub selatan memiliki elevasi yang lebih tinggi dibandingkan kutub utara. Data ini dipublikasikan oleh Smith et al. (1999) dan tersedia melalui NASA Goddard Flight Center.[8][8]

Referensi

  1. 1 2 "MOLA Homepage". science.gsfc.nasa.gov. Diakses tanggal 2025-11-08.
  2. ↑ Smith, David E.; Zuber, Maria T.; Frey, Herbert V.; Garvin, James B.; Head, James W.; Muhleman, Duane O.; Pettengill, Gordon H.; Phillips, Roger J.; Solomon, Sean C. (2001). "Mars Orbiter Laser Altimeter: Experiment summary after the first year of global mapping of Mars". Journal of Geophysical Research: Planets (dalam bahasa Inggris). 106 (E10): 23689–23722. doi:10.1029/2000JE001364. ISSN 2156-2202.
  3. ↑ "PDS Geosciences Node Data and Services: MGS MOLA". pds-geosciences.wustl.edu. Diakses tanggal 2025-11-08.
  4. ↑ "About MOLA". science.gsfc.nasa.gov. Diakses tanggal 2025-11-08.
  5. ↑ "MOLA Discoveries". science.gsfc.nasa.gov. Diakses tanggal 2025-11-08.
  6. ↑ "The Geoscience Laser Altimeter System (GLAS) Homepage". science.gsfc.nasa.gov. Diakses tanggal 2025-11-08.
  7. ↑ Smith, David E.; Zuber, Maria T. (2001-01-01). "Laser Altimetry for Earth and Planetary Science" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  8. 1 2 Smith, David E.; Zuber, Maria T.; Solomon, Sean C.; Phillips, Roger J.; Head, James W.; Garvin, James B.; Banerdt, W. Bruce; Muhleman, Duane O.; Pettengill, Gordon H. (1999-05-28). "The Global Topography of Mars and Implications for Surface Evolution". Science. 284 (5419): 1495–1503. doi:10.1126/science.284.5419.1495.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan