Senin, 02 November 2026
09:07 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Marion Stevenson

Bagikan:
Marion Scott Stevenson
Lahir(1871-05-18)18 Mei 1871
Meninggal1930
Glasgow, Skotlandia
Pendidikan
PekerjaanMisionaris
Masa aktif1907–1929
Pemberi kerjaGereja Skotlandia
Dikenal karenaPenentangan terhadap khitan pada wanita
Orang tuaAgnes Barron dan Robert Stevenson
KerabatWilliam Barron Stevenson (saudara)

Marion Scott Stevenson (18 Mei 1871[1]–1930) adalah seorang misionaris Skotlandia yang ikut serta dalam Misi Gereja Skotlandia di Afrika Timur Britania (Kenya) dari 1907 sampai 1929.[2]

Stevenson mula-mula berkarya untuk suku Kikuyu di Thogoto. Kemudian, dari 1912, ia menjalankan misi di Tumutumu, Karatina, di bawah naungan Pendeta Henry Scott dan Dr. John Arthur pada 1908.[3][4] Ia mendirikan dan menjalankan sekolah putri, yang kemudian menjadi Perguruan Tinggi Putri Tumutumu, mengajarkan cara menjahit, merajut dan kebersihan, berkarya di rumah sakit, mengajari para guru dan membantu penerjemahan Alkitab.[5][6][7]

Menurut teolog James Karanja, mengutip sebuah memorandum Gereja Skotlandia, pada 1929, Stevenson mencetuskan istilah "mutilasi seksual wanita" untuk menyebut apa yang saat itu disebut sebagai sunat perempuan, sebuah praktik yang berpengaruh besar pada suku Kikuyu, suku terbesar di Kenya. Dewan Misionaris Kenya mengajukan tuntutan dan mulai menyebutnya sebagai mutilasi seksual, ketimbang sunat atau inisiasi. Praktik tersebut sekarang banyak dikenal sebagai mutilasi genital perempuan (FGM).[8][9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Scotland Births and Baptisms, 1564–1950: Marion Scott Stevenson". FamilySearch. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ McIntosh, Brian G. (June 1969). The Scottish Mission in Kenya, 1891–1923, University of Edinburgh, p. 208, n. 29.
  3. ↑ For 1912, McIntosh 1969, p. 241, n. 120.
  4. ↑ "Tumutumu mission station, Kenya, ca. 1910–1930" Diarsipkan 19 Januari 2015 di Wayback Machine, University of Southern California.
  5. ↑ "Letter from Marion S Stevenson" Diarsipkan 2017-02-02 di Wayback Machine, University of St Andrews archives.
  6. ↑ Kinyua, Johnson Kiriaku (2010). The Agikuyu, the Bible and Colonial Constructs: Towards an Ordinary African Readers' Hermeneutics Diarsipkan 4 April 2018 di Wayback Machine. University of Birmingham, p. 10.
  7. ↑ Benedetto, Robert; McKim, Donald K. (2009). Historical Dictionary of the Reformed Churches. Lanham: Scarecrow Press, p. 464.
  8. ↑ Karanja, James (2009). The Missionary Movement in Colonial Kenya: The Foundation of Africa Inland Church, Göttingen: Cuvillier Verlag, 2009, p. 93, n. 631.
  9. ↑ For background on the Scottish missionaries and FGM in Kenya, see Mufuka, Kenneth (2003). "Scottish Missionaries and the Circumcision Controversy in Kenya, 1900–1960", International Review of Scottish Studies, 28, p. 55.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan