Senin, 26 Oktober 2026
18:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Marder (kendaraan tempur infanteri)

Marder (kendaraan tempur infanteri)

Bagikan:
Marder 1
330px-Marder1A3.6.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah KPI Marder
Jenis Kendaraan penempur infanteri
Negara asal Jerman Barat
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1972–Sekarang
Digunakan oleh  Jerman
 Indonesia
Sejarah produksi
Perancang Rheinmetall Landsysteme
Tahun 7 Mei 1972
Produsen Rheinmetall Landsysteme
Biaya produksi US$ 466 Ribu (Rp7,25 Miliar)
Jumlah produksi 2.107
Spesifikasi (Marder 1)
Berat 28,5 t (31,4 ton pendek) marder 1A1/A2

33,5 t (36,9 ton pendek) marder 1A3
37,4 t (41,2 ton pendek) marder 1A5

Panjang 6,79 m (22 ft 3 in)
Lebar 3,24 m (10 ft 8 in)
Tinggi 2,98 m (9 ft 9 in)
Awak 3+7
Perisai Besi lasan, perlindungan hingga 20 mm APDS DM43 dari jarak 0 m and 25 mm APDS dari jarak 200 m (220 yd)
Senjata
utama
Meriam otomatis 20 mm Rheinmetall MK 20 Rh 202
MILAN ATGM
Senjata
pelengkap
Senapan mesin 7.62 mm MG3
Jenis Mesin Mesin disel MTU MB 833 Ea-500
441 kW (591 hp)
Daya kuda/ton 157 kW/t (211 hp/t)
Transmisi RENK HSWL 194
Suspensi Batang torsi
Kelonggaran tanah 045 m (1.800 in)
Kapasitas tangki 652 L (143 imp gal; 172 US gal)
Daya jelajah 520 km
Kecepatan 75 km/h (47 mph)Marder 1A2 65 km/h (40 mph) Marder 1A3

Marder (Bahasa jerman untuk martes) adalah kendaraan penempur infanteri buatan Jerman yang dioperasikan oleh Angkatan Bersenjata Jerman sebagai persenjataan utama dari satuan Panzergrenadiere (infantri mekanis) dari tahun 1970an sampai hari ini. Dikembangkan sebagai bagian dari program pembangunan kembali industri kendaraan penempur berlapis baja jerman, Marder telah terbukti sukses sebagai perancangan kendaraan penempur infanteri yang sukses dan solid. Meskipun kendaraan ini memiliki fitur yang unik, (seperti senapan mesin yang dikendalikan dari jauh ditempatkan di bagian belakang) kendaraan ini secara umum merupakan mesin yang sederhana dan umum dengan adanya pintu belakang dan jendela penembakan samping untuk digunakan oleh infanteri yang menumpang di dalam. Marder saat ini sedang melalui masa transisi peremajaan dan digantikan oleh Puma.

Sebagai perancangnya adalah Rheinmetall AG yang merupakan perusahaan otomotif beserta industri pertahanan dari Jerman. Kendaraan ini merupakan jenis tempur infanteri buatan Jerman yang mulai diproduksi sejak 1970-an sampai sekarang. Tank ini dikenal sebagai infantry fighting vehicle (IFV)[pranala nonaktif permanen] yang memiliki kemampuan tak terbatas. Senjata utamanya adalah meriam otomatis 20 mm. Kanon yang dipakai adalah dari jenis otomatis, artinya peluru tidak perlu di-reload (diisi) satu persatu.

Sekitar 2.100 unit digunakan oleh A.B. Jerman pada awal tahun 1970an, tetapi kendaraan yang merupakan varian Jerman sendiri tidak dijual ke agensi militer negara lain. Seiring dengan pensiunnya kendaraan A.B. Jerman yang menua, Pemerintah Chile setuju untuk mendapatkan 200 unit Marder; Pemerintahan Yunani juga berpikir untuk membeli 450 kendaraan yang sudah pensiun. Argentina menggunakan varian yang lebih simpel dan buatan lokal yaitu VCTP, dan memiliki beberapa kendaraan berdasarkan wahana yang dibuat oleh Henschel dan disusun oleh TAMSE. TNI-AD juga membeli sejumlah Marder yang sepaket dengan pembelian Leopard 2A4 dari surplus A.B. Jerman.[1]

Referensi

Bibliografi

  • Jane's Armour and Artillery 2005–2006

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media yang terkait dengan:
Marder (IFV) (kategori)
Kendaraan tempur Jerman setelah Perang Dunia II
Tank tempur utama
Tank tempur utama/Tank ringan (telah pensiun)
Pembawa senjata lapis baja
Penghancur tank (telah pensiun)
Pengangkut personel lapis baja
Pengangkut personel lapis baja (telah pensiun)
Kendaraan intai lapis baja
Kendaraan intai (telah pensiun)
MRAP/Kendaraan patroli ringan
Kendaraan berpenggerak empat roda
Artileri gerak sendiri/Artileri roket
Artileri gerak sendiri/Artileri roket (telah pensiun)
Kendaraan pertahanan udara
Kendaraan pertahanan udara (telah pensiun)


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan