Minggu, 11 Oktober 2026
08:36 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Mansur I

Mansur I

amir dinasti Samaniyah (961–976)

Bagikan:
Mansur I
منصور
Amir
Shahanshah
330px-MansurISamanidPaintingHistoryofIran.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi abad ke-14 tentang penobatan Mansur I
Amir Dinasti Samaniyah
Berkuasa24 November 961 – 13 June 976
PendahuluAbdul Malik I
PenerusNuh II
Meninggal13 June 976
AyahNuh I
KeturunanNuh II
WangsaSamaniyah
AgamaSuni

Abu Salih Mansur (bahasa Persia:ابو صالح منصور, translit. Abu Ṣāliḥ Manṣur; meninggal 13 Juni 976), lebih dikenal sebagai Mansur I adalah amir Samaniyah dari tahun 961 hingga 976. Putra dari Nuh I, pemerintahannya ditandai dengan lemahnya pemerintahan dan kesulitan keuangan yang berkepanjangan. Mansur adalah penguasa Samaniyah pertama yang menggunakan gelar Raja Segala Raja (Shahanshah), kemungkinan besar sebagai respons terhadap saingannya, penguasa Buwaihi Adud al-Dawla, yang juga menggunakan gelar tersebut.[1] Ia juga dikenal dengan julukan Amīr-i Sadid ('Emir yang Benar/Adil').[2]

Memperoleh kekuasaan

Sejak masa pemerintahan Nuh I (memerintah 943–954), beberapa kesulitan mulai muncul di wilayah Samaniyah, yaitu kekurangan finansial, ketidakpuasan di kalangan tentara, dan munculnya kerajaan tetangga yang kuat seperti Buwaihi. Perselisihan internal, kurangnya wazir yang cakap, dan meningkatnya otoritas tentara budak Turki (ghulam) juga telah melemahkan wilayah Samaniyah.[3] Kematian saudara laki-laki Mansur, 'Abd al-Malik I pada akhir tahun 961 menyebabkan krisis suksesi. Para ghilman, yang secara efektif mengendalikan pemerintahan, terpecah belah mengenai siapa yang harus menggantikan 'Abdul Malik. Alptigin, pemimpin ghulam dan gubernur Khurasan, mendukung putra 'Abdul Malik, sementara Fa'iq Khassa, yang telah mengenal Mansur sejak kecil, mendesak penobatan Mansur. Mansur dan Fa'iq akhirnya menang; Alptigin melarikan diri ke Ghazni, yang menjadi tempat dinasti Ghaznawi akhirnya terbentuk.[4][5] Kerajaan Samaniyah berada dalam kondisi yang mengerikan setelah kematian 'Abdul Malik, menurut Narshakhi; "Ketika mereka menguburkannya, tentara menjadi gelisah dan memberontak; semua orang memikirkan kerajaan, dan masalah muncul di benak mereka".[5] Terlepas dari itu, sejarawan modern Clifford Edmund Bosworth menyatakan bahwa "Pemerintahan Mansur dapat dianggap sebagai masa terakhir di mana tatanan kekaisaran tetap kokoh, sehingga kemakmurannya mendapat komentar baik dari pihak luar".[6]

Bibliografi

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan