Kamis, 01 Oktober 2026
01:05 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Manongkah

teknik mencari kerang darah di pantai berlumpur yang berasal dari orang Duanu di Indragiri Hilir dengan menggunakan tongkah

Bagikan:

Manongkah adalah teknik mencari kerang darah di pantai berlumpur yang berasal dari orang Duanu di Indragiri Hilir dengan menggunakan tongkah. Tongkah, atau tiangan dalam bahasa Duanu, merupakan papan untuk tumpuan yang dipasang pada tempat becek dan berlumpur. Manongkah dalam bahasa orang Duanu juga biasa disebut sebagai mut tiangan, mud ski, atau ski lumpur.[1] Kegiatan menongkah dilakukan sebanyak 20 kali dalam sebulan ketika sungai Indragiri Hilir sedang surut. Ketika orang Duanu menongkah, Salah satu kaki digunakan sebagai tumpuan untuk tongkah dan tempat mengumpulkan kerang, sementara kaki yang satunya digunakan sebagai pengayuh.[2]

Kayu tongkah berasal dari kayu jenis Pulai dan Jelutung. Tongkah dibuat berukuran panjang 2-2,5 meter, lebar 50–80 cm, dan tebal 3–5 cm. Tongkah sebelumnya merupakan satu bilah kayu, tetapi sekarang karena kayu besar susah didapat maka tongkah berupa gabungan dari beberapa papan. Kayu tongkah dibuat dengan ujung lonjong atau lancip ke atas.[1]

Referensi

  1. 1 2 wardibudaya (2017-10-19). "Manongkah, Warisan Budaya Tak Benda dari Riau 2017". Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. Diakses tanggal 2020-07-11.
  2. ↑ "Manongkah Kerang, Tradisi Para Nelayan Inhil yang Menjadi Inspirasi Dunia". RIAU1.COM. Diakses tanggal 2020-07-11.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan