Jumat, 25 September 2026
14:07 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Mangonel

Mangonel

330px-Mangonneau.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi mangonel pada Abad Pertengahan. Di Prancis, mangonel merujuk pada mesin kepung berpemberat, terutama yang dioperasikan dengan bantuan tenaga manusia.

Mangonel (berasal dari bahasa Latin manganon, yang berarti "mesin peperangan"[1][2]) adalah sejenis pelontar atau mesin kepung (jentera kepung) pada Abad Pertengahan yang digunakan untuk melontarkan batu untuk menghancurkan dinding atau bangunan yang difortifikasi. Pengertian pasti dari istilah tersebut masih diperdebatkan dan beberapa kemungkinan telah diajukan. Kata mangonel secara tidak langsung dapat mengacu pada mangon, sejenis batu keras dari Prancis yang dapat ditemukan di selatan Prancis. Kata itu mungkin juga merupakan nama dari sejenis mesin artileri berpengimbang (manjanik), kemungkinan mesin berpengimbang yang digerakkan dengan bantuan tenaga manusia, atau jenis senjata yang memiliki kerangka umum semacam itu.[3][4] Istilah manajaniq dalam bahasa Arab berasal dari kata yang sama, dan digunakan untuk menyebut berbagai jenis manjanik.

Penggunaan

Mangonel memiliki tingkat akurasi yang lebih buruk dibandingkan manjanik (yang diperkenalkan kemudian, tak lama sebelum penemuan dan penggunaan bubuk mesiu yang meluas). Mangonel melontarkan batu berat, tetapi batu terlontar lambat tetapi memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada manjanik dan dirancang untuk menghancurkan tembok, bukan melewatinya. Mangonel lebih cocok digunakan pada medan perang.

Mangonel melontarkan batu yang diletakkan pada wadah yang berada di ujung lengan pelontar. Wadah ini dapat melontarkan batu lebih banyak dibandingkan pelontar biasa, hal ini membuatnya berbeda daripada onager. Pada pertempuran, mangonel dapat melontarkan batu, benda terbakar (melontarkan periuk berapi; periuk ini diisi dengan bahan yang mudah terbakar sehingga akan terbakar ketika mengenai sasaran), dan lain-lain. Mangonel dapat digunakan untuk melontarkan mayat, yang sudah sepenuhnya hancur, dan juga sisa tubuh binatang dan manusia. Mayat tersebut dilontarkan untuk mengancam, menakuti, dan membuat musuh terkena penyakit. Taktik tersebut kadang terbukti efektif. Suplai makanan yang tidak mencukupi, dikarenakan rusaknya dan rendahnya gizi makanan, dan juga buruknya kebersihan, dianggap sebagai siasat penyebaran penyakit. Bagaimanapun, prinsip mangonel pada peperangan, terutama peperangan Abad Pertengahan, mangonel digunakan untuk menghancurkan istana dan infrastruktur lainnya, bukan membunuh atau menakuti musuh.

Gambar

  • Ilustrasi katapel tempur kuno yang dapat melontarkan batu. Dalam bahasa Inggris, istilah mangonel dan onager dipakai bersilih ganti.
    Ilustrasi katapel tempur kuno yang dapat melontarkan batu. Dalam bahasa Inggris, istilah mangonel dan onager dipakai bersilih ganti.
  • Detail kait pada kantung proyektil pada mangonel berpemberat.
    Detail kait pada kantung proyektil pada mangonel berpemberat.
  • Kait terlepas dengan sendirinya saat lengan pengumban tersentak sehingga proyektil dapat meluncur.
    Kait terlepas dengan sendirinya saat lengan pengumban tersentak sehingga proyektil dapat meluncur.

Catatan kaki

  1. ↑ "What is a mangonel?". RLT Industries. Diakses tanggal 2009-01-12.
  2. ↑ "Mangonel". middle-ages.org.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-03. Diakses tanggal 2009-01-12.
  3. ↑ Konstantin Nossov, Vladimir Golubev (2005). Ancient and Medieval Siege Weapons: A Fully Illustrated Guide to Siege Weapons and Tactics.
  4. ↑ Larry J. Simon, Robert Ignatius Burns, Paul E. Chevedden, Donald J. Kagay, Paul G. Padilla. Iberia and the Mediterranean World of the Middle Ages: Studies in Honor of Robert I. Burns, S.J.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan