Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |

Drs. H. Mamat Rahayu Abdullah, M.M. (lahir 11 November 1952) adalah seorang politikus Indonesia asal Banten yang menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2009–2014 dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar). Ia merupakan salah satu tokoh senior politik Banten yang memiliki pengaruh basis massa kuat di wilayah Serang dan sekitarnya.
Kehidupan pribadi & Hubungan tokoh
Mamat Rahayu Abdullah lahir dan dibesarkan di Serang, Banten. Lahir dari anak seorang perwira TNI (Tentara Nasional Indonesia), Latar belakang keluarganya merepresentasikan salah satu jaringan politik keluarga terkuat di Provinsi Banten. Mamat menikah dengan Hj. Elly Warnelly dan dikaruniai empat orang anak, salah satunya adalah Bayu Astapati Rahayu yang menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Serang (DPRD Kota Serang) periode 2024–2029 melalui Partai Golkar. Keturunan dan trah politiknya berlanjut hingga ke generasi ketiga melalui cucunya, Muhamad Ricky Awal Anugerah, yang juga mencalonkan diri menjadi Anggota DPRD Kota Serang periode 2024–2029.
Selain memiliki keturunan langsung yang aktif di legislatif daerah, Mamat Rahayu Abdullah merupakan bagian integral dari ikatan keluarga besar tokoh-tokoh sentral Banten. Ia memiliki hubungan kekerabatan erat dengan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Bupati Serang sekaligus Ketua DPD Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah, serta mantan Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman. Jaringan dinasti politik dan kekeluargaan kultural ini memperkukuh eksistensi sosial-politik keluarganya secara struktural di tanah jawara, khususnya di internal Partai Golkar.
Selama menakhodai DPD Partai Golkar Provinsi Banten (2004–2009) hingga duduk di parlemen Senayan melalu Partai Golkar (2009–2014), Mamat Rahayu Abdullah dikenal memiliki posisi tawar dan kedekatan strategis dengan jajaran Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar seperti Yorrys Raweyai, Serta pada masa kepemimpinan Ketua Umum Akbar Tanjung, Agung Laksono, Jusuf Kalla hingga Aburizal Bakrie, ia kerap menjadi jembatan komunikasi krusial antara kebijakan politik nasional di Jakarta dengan basis massa kultural di wilayah hukum Banten.
Sebagai salah satu tokoh senior "Tanah Jawara", Mamat dinilai sukses menjaga stabilitas lumbung suara Golkar di Banten pasca-reformasi. Keberhasilan struktural ini membuatnya mendapat kepercayaan penuh dari DPP untuk mengemban posisi penting sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Golkar di Komisi IX DPR-RI. Kedekatan taktisnya dengan elite pusat tidak hanya memperkuat posisi tawar politik keluarganya di tingkat daerah, tetapi juga menjadikannya salah satu tokoh kunci yang dihormati dalam perumusan kebijakan internal partai pada zamannya.
Karier politik
Mamat mengawali pengabdian politiknya dari tingkat lokal sebelum menembus parlemen nasional di Senayan:
- Kepala Desa Cilowong, Serang (1979–1988)
- Anggota DPRD Kabupaten Serang (1987–1992)
- Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Serang
- Anggota DPR-RI (2004–2014)
- Dewan Pembina Partai Nasdem
Pada Januari 2013, Mamat Rahayu memutuskan mengundurkan diri dari Golkar dan berpindah haluan ke Partai NasDem untuk memimpin pergerakan politik baru di wilayah Banten.
Pengalaman organisasi
Sebagai politikus senior, Mamat Rahayu Abdullah memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang di berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, hingga organisasi sayap partai:
- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Banten (2004–2009)
- Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Partai Golongan Karya
- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Provinsi Jawa Barat/Banten
- Pengurus ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi Banten
- Penasihat dan Sesepuh berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) serta lembaga adat daerah di Kota dan Kabupaten Serang
- Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai Golkar di Komisi IX DPR-RI (2009–2013) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
- Ketua KADIN Provinsi Banten Kamar Dagang dan Industri Indonesia
- Ketua HKTI Provinsi Banten Himpunan Kerukunan Tani Indonesia
- Pengurus PB PERBAKIN Persatuan Menembak Indonesia
Kariernya sebagai Ketua DPD Golkar Banten kemudian diteruskan secara aklamasi oleh Hikmat Tomet (suami Ratu Atut Chosiyah) pada tahun 2009.
Pendidikan
- S1 Sarjana Doktorandus (Drs.)
- S2 Magister Manajemen (M.M.) di Universitas Bhayangkara Jakarta Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Pranala luar
- {{https://rmol.id/read/2013/01/29/96089/anggota-dpr-mamat-rahayu-abdullah-hengkang-dari-golkar}}
- {{https://kabar24.bisnis.com/read/20201214/15/1330708/menang-banyak-di-pilkada-2020-ini-peta-politik-dinasti-atut-di-banten}}
- {{https://news.okezone.com/amp/2009/11/05/337/271503/daftar-komisi-ix-dpr-ri}}