Minggu, 08 November 2026
06:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Maman lanang

Maman lanang

spesies tumbuhan

Bagikan:
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Maman lanang.
Maman lanang
250px-Arya.maman_lelaki.cleome.lengkongwetan.2019.2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumbuhan Cleome (maman lanang/lelaki) yang tumbuh liar di pekarangan. (lihat ada belalang kukus yang hinggap)
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Klad:Tracheophyta
Klad:Angiospermae
Klad:Eudikotil
Klad:Rosid
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Cleome rutidosperma

Artikel takson sembarang

Maman lanang (Cleome rutidosperma) adalah tumbuhan gulma yang termasuk dalam salah satu anggota famili cleomaceae.[1][2] Tumbuhan ini secara lokal dikenal dengan nama maman lanang, maman ungu atau maman lelaki.[3][4][5][6] Gulma maman lanang (C. rutidosperma) termasuk salah satu gulma yang tumbuh di perkebunan kelapa sawit dan perkebunan lainnya. Keberadaan gulma di perkebunan dapat mengakibatkan penurunan produksi panen.[2]

Habitat

Ditemukan sebagai tanaman liar di pinggir jalan, sawah, ladang perkebunan warga. Juga ditemukan hidup sebagai epifit pada batu dan kayu. Terutama banyak ditemukan di Jawa dan Kalimantan.[3]

Taksonomi

Tumbuh tegak, merambat atau tumbuh merangkak tinggi 0.15-0,80 m, berbunga sepanjang tahun. Daun mahkota bunga dengan ujung runcing seperti cakar, panjang 9–12 mm; di Jawa berwarna biru; bulu-bulu halus yang pendek; tangkai buah 20–30 mm; batang (berbentuk kapsul) yang masak berada di atas goresan daun berangsur-angsur meruncing seperti paruh; diameter biji 1,75–2 mm, elaiosom keputihan; helaian daun biasanya 3, bentuk daun memanjang atau bulat memanjang, tajam atau tumpul, dengan bulu-bulu tebal pendek; batang 0,5–2 cm dengan duri tipis.[6]

Manfaat

Anggota famili cleomaceae mengandung tioglukosida (dikenal sebagai glukosinolat) yang melepaskan isotiosianat (minyak menguap) jika tanaman dihancurkan. Selain itu tanaman ini juga mengandung alkaloid dan flavonoid yang jenisnya belum diketahui. Pustaka maupun penelitian ilmiah mengenai khasiat Cleome rutidosperma D.C ini masih sangat terbatas dan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitasnya belum diketahui dengan pasti. Cleome rutidosperma dapat digunakan sebagai antifeedant (pengganti herbisida) untuk hama tanaman Brassica yaitu jenis Plutella xylostella (L.). Minyak menguapnya mempunyai aktivitas dapat mengiritasi kulit dan mungkin juga aktivitas kontak alergenik [3]

Walaupun belum banyak diteliti, namun ternyata mengandung golongan senyawa potensial antikanker, seperti alkaloida dan flavonoida, yang keduanya berpotensi sebagai regulator negatif onkogen (kelompok gen pengatur daur sel) dan regulator positif gen tumor suppressor, sehingga berpotensi sebagai anti-kanker.[1][3][7]

Regulasi negatif onkogen akan menghentikan proliferasi sel kanker pada fase tertententu dari daur sel. Sebagai gen tumor suppressor, seperti protein p53 dan protein Retinoblastoma (pRb). Protein Rb mampu mengikat protein E2F (faktor replikasi), sehingga siklus sel akan dihambat.[3][8] Contohnya alkaloida pada tapak dara (Chatarathus roseus (L.) G. Don) yang mampu menghentikan mitosis sel kanker pada metafase.[6][9]

Galeri

  • 120px-Arya.maman_lelaki.cleome.lengkongwetan.2019.1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Arya.maman_lelaki.cleome.lengkongwetan.2019.2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Arya.maman_lelaki.cleome.lengkongwetan.2019.0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. 1 2 satuharapan.com, Sinar Kasih. "Satu Harapan: Maman Ungu, Gulma Berpotensi Antikanker". SatuHarapan.com. Diakses tanggal 2019-08-12.
  2. 1 2 Gani, Alia A.; Wardoyo, Elvi Rusmiyanto P.; Mukarlina (2017-04-09). "Profil GC-MS dan Potensi Bioherbisida Ekstrak Metanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap Gulma Maman Ungu (Cleome rutidosperma D.C.)". Protobiont (dalam bahasa Inggris). 6 (2). ISSN 2338-7874.
  3. 1 2 3 4 5 "Maman Ungu (Cleome rutidospermae D.C.) | CCRC". Diakses tanggal 2019-08-12.
  4. ↑ "CLEOMACEAE in BoDD–Botanical Dermatology Database". Diakses tanggal 2019-08-31.
  5. ↑ "(PDF) Combining molecular-marker and chemical analysis of Capparis decidua (Capparaceae) in the Thar Desert of Western Rajasthan (India)". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-08-12.
  6. 1 2 3 "Maman Ungu (Cleome rutidospermae D.C.) | CCRC" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-08-12.
  7. ↑ Shapiro, G. I.; Harper, J. W. (1999-12). "Anticancer drug targets: cell cycle and checkpoint control". The Journal of Clinical Investigation. 104 (12): 1645–1653. doi:10.1172/JCI9054. ISSN 0021-9738. PMID 10606615.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ Gibbs, Jackson B. (2000-01-01). "Anticancer drug targets: growth factors and growth factor signaling". Journal of Clinical Investigation. 105 (1): 9–13. ISSN 0021-9738. PMID 10619855.
  9. ↑ "www.persi.or.id". Tanaman Obat untuk Penderita Kanker. 2001. Diakses tanggal 01-Desember-2005.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan