Selasa, 06 Oktober 2026
06:41 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan

Malik Kafur

Bagikan:
Malik Kāfūr
Nama lainTāj al-Dīn 'Izz al-Dawla, Malik Nā'ib, Hazār-Dīnārī, al-Alfī[1]
MeninggalFebruari 1316
Delhi
PengabdianKesultanan Delhi
PangkatNa'ib (wali raja)
Perang/pertempuran

Malik Kafur (bahasa Urdu:ملک کافور; meninggal 1316), juga dikenal dengan nama Taj al-Din Izz al-Dawla, adalah seorang kasim dan jenderal-budak dari Kesultanan Delhi pada masa kekuasaan Alauddin Khalji. Awalnya ia ditangkap oleh salah satu jenderal Alauddin, Nusrat Khan, pada saat Alauddin sedang menyerbu Gujarat pada tahun 1299.

Sebagai komandan pasukan Alauddin, Kafur berhasil mematahkan serangan Mongol ke India pada tahun 1306. Kemudian, ia melancarkan sejumlah ekspedisi militer ke wilayah selatan India melawan Yadava (1308), Kakatiya (1310), Hoysala (1311) dan Pandya (1311). Pada masa ini, ia berhasil merampas banyak harta benda, gajah dan kuda untuk Kesultanan Delhi.

Pada tahun 1313-1315, Kafur menjadi Gubernur Devagiri. Saat Alauddin jatuh sakit pada tahun 1315, ia dipanggil kembali ke Delhi dan ia memegang kekuasaan sebagai seorang Na'ib (wali raja). Sesudah kematian Alauddin, ia mencoba merampas kekuasaan dengan mengangkat anak laki-laki Alauddin, Shihabuddin Omar, sebagai raja boneka. Namun, masa perwaliannya tidak bertahan lama karena ia malah dibunuh oleh mantan penjaga pribadi Alauddin. Anak laki-laki Alauddin yang lebih tua, Mubarak Shah, lalu menggantikannya sebagai wali dan kemudian merampas kekuasaan untuk dirinya sendiri.

Bacaan lanjut

  1. ↑ S. Digby 1980, hlm. 419. sfn error: tanpa target: CITEREFS._Digby1980 (bantuan)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan