Jumat, 30 Oktober 2026
13:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Malik Ambar

Malik Ambar

Bagikan:
Malik Ambar
250px-Malik_amber_ahmadnager_hi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Malik ambar dari ahmadnager [1][2]
Lahir1549
Meninggal13 Mei 1626
PengabdianNizam Shah dari Ahmadnagar

Malik Ambar (1549-1513 Mei 1626) adalah seorang terkemuka pada Kesultanan Ahmadnagar. Ia berasal dari Ethiopia tepatnya di daerah Harar.[3] Pada awalnya dia adalah seorang budak yang dijual oleh orang tuanya karena kemiskinan. Dia kemudian dibawa ke Yaman di mana ia dijual seharga 20 dukat dan dibawa ke pasar budak di Baghdad, Selanjutnya dia dijual untuk ketiga kalinya ke Qadhi al-Qudat dari Mekkah dan lagi di Baghdad untuk Mir Qasim al-Baghdadi, yang akhirnya membawanya India . Ia berasal dari etnis Habesha di Ethiopia".[4]

Karier

Malik Ambar adalah pemimpin lokal dari Nizamshahi dinasti Ahmadnagar 1607-1626. Selama periode ini ia meningkatkan kekuatan Murtaza Nizam Shah dan mengangkat tentara yang besar yang berjumlah sampai 1500 orang. Tentara ini tinggal di wilayah Dekkan dan dipekerjakan oleh banyak raja-raja lokal.

Dia mengubah ibu kota Kesultanan Ahmadnagar dari Paranda ke Junnar dan mendirikan sebuah kota baru, Khadki yang kemudian diubah menjadi Aurangabad[5] oleh Kaisar Aurangzeb ketika ia menyerbu Deccan (1658-1707). Malik Ambar dihargai karena kemampuan tinggi untuk bidang arsitektur. Aurangabad adalah prestasi arsitektur Ambar. Malik Ambar pendiri kota ini selalu disebut dengan nama yang keras oleh Kaisar Jahangir . Dalam penyebutannya tidak pernah menyebutkan namanya tanpa awalan julukan seperti Habshi, Ambar Siyari, hitam Ambar, dan Ambar Badakhtur.

Dia akhirnya naik menjadi Perdana Menteri yang sangat populer dari Kesultanan Ahmadnagar, mempunyai ketajaman administratif dalam berbagai bidang. Malik juga dianggap sebagai pelopor dalam perang gerilya di wilayah Deccan. Dia meninggal pada tahun 1626. Dia adalah sosok yang menghormati Siddis dari Gujarat . Ia telah mengurangi kekuatan kesultanan Mughal dan Adil Shah Bijapur dan mengangkat status jatuh dari Nizam Shah.

Referensi

  1. ↑ Sheikh Chand, Malik Ambar,"Ehde Afreen; Hyderabad; 1929
  2. ↑ Times of India, Plus Supplement, July 1999,
  3. ↑ Deqi-Arawit. "History Lesson: Malik Ambar". Diakses tanggal 10 Juni 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ E. V. Donzel, "Slave-Trade in Ethiopia," p.185
  5. ↑

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Malik Ambar.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan