Minggu, 08 November 2026
13:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Makula

Makula

Bagikan:
250px-Human_eye_cross-sectional_view_grayscale.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anatomi mata manusia dengan potongan melintang yang memperlihatkan bagian makula.

Makula adalah bagian dari retina yang terletak di bagian belakang mata.[1]

Karakteristik

Makula adalah daerah kecil yang berbentuk bulat, terletak di bagian belakang retina dengan jarak sejauh 3,5 mm dari temporal dan 0,5 mm lebih inferior terhadap diskus.[1] Makula akan terlihat dengan mudah karena bebas dari pembuluh darah retina.[1] Di pusat makula terdapat daerah lekukan yang disebut fovea.[1] Fovea adalah daerah yang terdiri dari sel-sel konus.[1] Sel konus adalah sel berbentuk kerucut yang diperlukan untuk kemampuan melihat yang lebih rinci dan untuk menerima persepsi warna.[1] Daerah lain di sekitar fovea adalah bagian dari retina mata yang mengandung sel-sel batang.[1] Sel batang diperlukan untuk sistem sensor saraf retina.[1] Sel batang juga diperlukan untuk deteksi gerakan dan kemampuan melihat pada waktu malam.[1]

Kerusakan

Kerusakan struktur makula dapat rusak karena penuaan.[2] Degenerasi makula adalah penyebab paling utama dari gangguan penglihatan yang berhubungan dengan usia.[2] Kerusakan makula dapat muncul dalam 2 bentuk, yang pertama adalah kekeringan yang umum diakibatkan oleh tekanan darah tinggi dan kebiasaan merokok.[2] Yang kedua adalah pembentukan pembuluh darah yang tidak normal di bawah lapisan retina.[2]

Pengobatan degenerasi makula atau AMD (Age-related Macular Degeneration) adalah bentuk kebutaan yang pada umumnya diderita orang Kaukasia, dan menyebabkan tajam penglihatan terdistorsi. Menurut data kesehatan, diperkirakan hampir satu dari sepuluh orang di atas usia 65 tahun memiliki beberapa tanda-tanda yang berkaitan dengan AMD. Dampaknya cenderung meningkat sebagai konsekuensi dari populasi penuaan.

Retinopathies paling umum pada anak-anak bisa menyebabkan kebutaan adalah Retinopati Prematuritas. Sedangkan pada orang dewasa dan yang lebih tua disebut Retinopati Diabetes dan AMD. Pada kasus AMD, Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) menyebabkan pembentukan pembuluh darah baru di mata, kemudian pembuluh darah baru yang tidak stabil itu menyebabkan kebocoran darah dan cairan ke mata sehingga merusak daerah di tengah retina yang disebut makula.

Pengobatan

Saat ini, suntikan obat anti-VEGF merupakan pengobatan degenerasi makula yang paling umum terhadap AMD. Setidaknya dilakukan tujuh suntikan per tahun, karena VEGF terus bekerja melalui sel-sel epitel pigmen retina yang sakit. Ilmuwan percaya bahwa terapi gen dengan generasi ketiga gen CRISPR-Cas9 bisa memperbaiki metode pengobatan. Suntikan anti-VEGF mengatasi dampak, tetapi tidak menyelesaikan penyebab utama.

Dengan suntikan gen CRISPR-Cas9, pasien dapat mencapai kesembuhan dalam jangka panjang. CRISPR-Cas9 dapat memotong DNA yang benar di lokasi yang di suntikkan, dalam hal ini gen VEGF. Ilmuwan berhasil menyuntikkan CRISPR-Cas9 ke dalam mata model tikus dengan AMD basah dan memodifikasi gen VEGF. Awalnya mereka menemukan bahwa pengiriman sel CRISPR-Cas9 lebih efisien dalam bentuk plasmid, dan menghilang setelah hanya 72 jam. Perkembangan dari penyakit mata dipantau dengan melihat Neovaskularisasi Koroid (CNV, penciptaan pembuluh darah baru antara lapisan retina dan sklera) adalah masalah umum komplikasi degenerasi makula. Daerah CNV berkurang sebesar 58 persen, efek samping pengobatan degenerasi makula mengalami disfungsi kerucut selama 3 hari dan tidak terjadi seminggu setelah perawatan.

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Swartz MH. 1995. Buku Ajar Diagnostik Fisik. Jakarta: EGC.
  2. 1 2 3 4 Roizen MF, Oz MC. 2005. You: The Owner's Manual. Yogyakarta: B-First.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan