Senin, 02 November 2026
11:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Makmur Widodo

Makmur Widodo

Bagikan:
Makmur Widodo
250px-Duta_Besar_PBB_Makmur_Widodo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Duta Besar Indonesia untuk Jerman
Masa jabatan
7 Oktober 2004 –September 2008
PresidenMegawati Sukarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
PendahuluRahardjo Jamtomo
PenggantiEddy Pratomo
Direktur Jenderal Urusan Politik, Sosial dan Keamanan Multilateral
Masa jabatan
3 Mei 2002 –7 Oktober 2004
MenteriHassan Wirajuda
PendahuluJabatan dibentuk
PenggantiJabatan ditiadakan
Mochamad Slamet Hidayat (Urusan Multilateral)
Perwakilan Permanen Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa
Masa jabatan
23 April 2001 –25 April 2002
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Sukarnoputri
PendahuluMakarim Wibisono
PenggantiRezlan Ishar Jenie
Informasi pribadi
Lahir1 Agustus 1945 (umur 81)
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada (Drs.)
Universitas Ohio (MA)

Makmur Widodo (lahir 1 Agustus 1945) adalah seorang diplomat dan wartawan Indonesia yang menjabat sebagai perwakilan permanen Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dari 2001 sampai 2002 dan duta besar untuk Jerman dari 2004 sampai 2008. Berkarir sebagai diplomat, Makmur menjabat dalam berbagai jabatan dalam kementerian luar negeri, termasuk sebagai direktur organisasi internasional dari 1997 sampai 1999 dan direktur jenderal urusan multilateral pertama, yang menyoroti masalah politik, sosial, dan keamanan, dari 2002 sampai 2004.

Kehidupan awal dan pendidikan

Makmur Widodo lahir pada 1 Agustus 1945 di sebuah desa dekat Surakarta, Jawa Tengah.[1] Oa adalah anak kedua terakhir dari 12 anak orangtuanya. Makmur menyebut dirinya sebagai orang kampung dan menyatakan bahwa ia merupakan satu-satunya anggota keluarganya yang pernah meninggalkan desanya. Pada masa kecil, Makmur meminati sejarah dan linguistik. Ia membaca dan memahami soal dunai luat lewat menonton film-film Amerika.[2]

Referensi

  1. ↑ "Ambassador Makmur Widodo". Permanent Mission of Indonesia to the United Nations. Diarsipkan dari asli tanggal 30 April 2001. Diakses tanggal 4 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Schott, Christina (26 April 2006). "Makmur Widodo: 'Orang kampung' of the world village". Panorama Indonesien-Magazin. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Mei 2006. Diakses tanggal 4 April 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan