Rabu, 21 Oktober 2026
16:14 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Maklumat Coucy

Bagikan:

Raja Francois I dari Prancis mengeluarkan Maklumat Coucy pada tanggal 16 Juli 1535, mengakhiri penganiayaan terhadap umat Protestan atas dasar bahwa ajaran bidat tidak lagi ada di Prancis.[1] Pemerintah juga membebaskan tahanan agama dan menawarkan amnesti kepada orang-orang buangan, dengan syarat mereka menolak ajaran sesat.

Maklumat tersebut, yang datang dengan masa keringanan hukuman[2] atau yang oleh sebagian orang disebut sebagai perubahan menuju peredaan,[3] menyusul pidato Nicolas Cop pada tanggal 1 November 1533 yang menyerukan reformasi dalam Gereja Katolik. Hal ini juga terjadi setelah adanya plakat-plakat provokatif[4] yang dipasang hampir setahun setelahnya di Paris dan di tempat-tempat lain yang menyerang Misa sebagai sebuah penghujatan. Peristiwa plakat yang diprakarsai oleh Antoine Marcourt ini ditujukan pada doktrin transubstansiasi Katolik dan menuduh para imam sebagai antikristus. Dan, meskipun pidato Cop dianggap humanis, tetapi plakat tersebut dianggap bidat.[5] Kelompok konservatif menggunakan sifat ofensif dari demonstrasi tersebut untuk menekan raja agar mengambil tindakan yang lebih keras terhadap bidat. [5] Didukung oleh raja, beberapa disiden dipenjara, dua puluh empat orang dieksekusi, dan lebih dari tujuh puluh orang melarikan diri, termasuk Cop dan temannya John Calvin .

Maklumat tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari upaya Francois I untuk menjalin aliansi dengan Liga Schmalkaldic, terutama karena tokoh seperti Philipp dari Hessen tidak menyetujui penganiayaan agama.[5] Hal ini juga sebagian bertujuan untuk mengatasi ancaman depopulasi Perancis dengan mengangkat isu "penganut agama yang melarikan diri". [3]

Maklumat tersebut membebaskan semua yang dipenjara, dan menawarkan amnesti kepada orang-orang dalam pengasingan.[1] Para "Sakramentarian", yang berpegang pada pandangan Zwingli tentang Ekaristi (yang tertera pada plakat), diikutsertakan hanya jika mereka meninggalkan pandangan anti-Romanis mereka. Melalui maklumat tersebut, Francois berusaha meredakan kemarahan beberapa pangeran Protestan Jerman yang berusaha menjalin aliansi dengannya, tetapi akhirnya gagal. Meski begitu, ia memberikan grasi kepada para Sakramentarian pada tahun 1536.

Maklumat tersebut berlanjut hingga dicabut pada bulan Desember 1538 dan, setelah permusuhan kembali terjadi, maklumat tersebut digantikan oleh Maklumat Fontainebleau pada tahun 1540.[3]

Referensi

  1. 1 2 Knecht, Robert (2007). The Valois: Kings of France 1328-1589. London: Hambledon Continuum. hlm. 187. ISBN 978-1852854201.
  2. ↑ Shepardson, Nikki (2007). Burning Zeal: The Rhetoric of Martyrdom and the Protestant Community in Reformation France, 1520-1570. Cranbury, NJ: Associated University Presses. hlm. 34. ISBN 9780934223874.
  3. 1 2 3 Cottret, Bernard (2003). Calvin, A Biography. London: A&C Black. hlm. 110. ISBN 9780567530356.
  4. ↑ Bietenholz, Peter G.; Deutscher, Thomas Brian (2003). Contemporaries of Erasmus: A Biographical Register of the Renaissance and Reformation. Toronto: University of Toronto Press. hlm. 52. ISBN 9780802085771.
  5. 1 2 3 Armstrong, Alastair; Rees, Rosemary (2003). France, 1500-1715. Oxford: Heinemann. hlm. 26. ISBN 0435327518.

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan