Kamis, 05 November 2026
05:08 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Mahmud Badaruddin I

Sultan Palembang

Bagikan:
Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo
Sultan Palembang Ke-4
Berkuasa1724–1757
PendahuluSultan Agung Komaruddin
PenerusSultan Ahmad Najamuddin I
LahirKesultanan Palembang
Meninggal1757
Kesultanan Palembang.
AyahSultan Muhammad Mansyur
IbuNyimas Sunguk dari Negeri Kesultanan Jambi
Keturunan
Nama lengkap
Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo
Nama takhta
Sultan Mahmud Badaruddin I
WangsaAzmatkhan
Agama40px-IslamSymbol1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Islam

Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau Sultan Mahmud Badaruddin I adalah sultan keempat dari Kesultanan Palembang Darusssalam yang memerintah antara 1724-1757.[1] Pengangkatannya mengakhiri periode perebutan kekuasaan antar kerabat kerajaan yang telah berlangsung sejak wafatnya Sultan Abdurrahman pada tahun 1706.[1]

Selama masa pemerintahan Mahmud Badaruddin, peranan lada sebagai komoditas utama Palembang berangsur-angsur digantikan oleh timah.[1] Mahmud Badaruddin berhasil memastikan kekuasaan Palembang atas Bangka dan Belitung sebagai penghasil timah, yang sebelumnya dikelola terutama oleh para penambang Bugis.[1] Tahun 1731, dengan bantuan VOC ia mengalahkan pemberontakan orang Bugis di Bangka, dan sejak saat itu ia mendatangkan para penambang Tionghoa ke sana.[1] Mahmud Badaruddin sendiri menikahi peranakan Tionghoa sebagai salah seorang istrinya, dan juga menunjuk beberapa orang Tionghoa muslim sebagai pejabat urusan pertambangan timah di Bangka.[2] Di akhir masa pemerintahannya, diperkirakan telah terdapat 25.000-30.000 orang Tionghoa yang menetap di Bangka.[1]

Mahmud Badaruddin dianggap sebagai seorang sultan yang berhasil memerintah dengan baik dan bijaksana.[3] Ia mendapatkan dukungan dari para bangsawan, serta bertukar-pikiran dengan mereka dalam menjalankan pemerintahannya.[3] VOC tidak terlalu mencampuri pemerintahannya karena kondisi keuangan yang memburuk pada saat itu, serta adanya persaingan dengan Inggris dan Bugis yang telah cukup menguat pula di belahan barat nusantara.[3] Konflik utama Kesultanan Palembang pada masa pemerintahannya ialah dengan Kesultanan Banten; yaitu memperebutkan kekuasaan atas Lampung, yang selain merupakan penghasil lada juga telah mulai memproduksi emas sejak tahun 1730-an.[3] Meskipun VOC tahun 1738 menengahi perselisihan tersebut dan memenangkan klaim Banten; Mahmud Badaruddin tetap memberikan hadiah, piagam, dan gelar kepada para kepala adat (ponggawa) Tulang Bawang dan sekitarnya, sehingga mereka menyukainya dan sebagian hasil komoditas Lampung mereka jual kepada para pedagang Palembang.[4]

Mahmud Badaruddin dimakamkan di komplek pemakaman Kawah Tengkurep, terletak di kawasan 3 Ilir, Palembang, yang dibangunnya sendiri sebagai tempat pemakaman bagi dirinya, sanak keluarga, serta para pejabat tinggi kesultanan.[5] Beberapa sultan penerusnya ada pula yang dimakamkan di sana.[5]

Didahului oleh:
Sultan Agung Komaruddin
Sultan Palembang
1724-1757
Diteruskan oleh:
Sultan Ahmad Najamuddin I

Lihat pula

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 6 Ricklefs 2001, hlm. 88.
  2. ↑ Ong & Nonini 2004, hlm. 67.
  3. 1 2 3 4 Ricklefs 2001, hlm. 89.
  4. ↑ Ōta 2006, hlm. 87, 111.
  5. 1 2 Nas & Nas 2003, hlm. 188–189.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan