Kamis, 22 Oktober 2026
15:04 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Mahau hitam

Mahau hitam

Bagikan:
Mahau hitam
250px-20120904Alnus_glutinosa01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fagales
Famili: Betulaceae
Genus: Alnus
Subgenus: ''Alnus'' subg. ''Alnus''
Spesies:
A. glutinosa
Nama binomial
Alnus glutinosa
250px-Alnus_glutinosa_range.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran
Sinonim[3]
  • Alnus glutinosa var. vulgaris Spach, nom. inval.
  • Alnus vulgaris Hill, nom. inval.
  • Betula alnus var. glutinosa L.
  • Betula alnus subsp. glutinosa (L.) Ehrh.
  • Betula glutinosa (L.) Lam.

Mahau hitam (Alnus glutinosa) merupakan pohon tuska yang berwarna hitam yang termasuk spesies pohon dalam famili Betulaceae. Tanaman ini merupakan tanaman endemik yang dapat ditemukan di hampir seluruh Eropa, Asia barat daya dan Afrika utara. Tanaman Ini dapat tumbuh subur di lokasi yang basah meski yang terburuk sekalipun dengan bantuan bakteri Frankia. Tanaman ini termasuk pohon berukuran sedang yang berumur pendek. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 30 meter (100 kaki). Bentuk daunnya bulat pendek dan merambat. Struktur reproduksi memisahkan antara bunga jantan dan betina dalam bentuk untai. Ukuran buahnya bulat kecil berkerucut dan penyebaran bijinya dibantu oleh angin dan air. Tanaman ini tumbuh di tempat strategis hingga mencapai ketinggian 20 meter sampai 30 meter (66 hingga 98 kaki) dan yang tertinggi mencapai 37 meter (121 kaki). Pohon yang berusia muda hanya menumbuhkan batang utama, sedangkan pohon yang berusia tua menghasilkan mahkota melengkung dengan cabang yang bengkok. Pangkal batang berupa akar adventif yang tumbuh masuk ke tanah dan menopang batang atas. Kulit pohon yang masih muda terasa halus, terlihat mengilap dan berwarna kehijauan sementara pohon yang berusia tua memiliki warna abu-abu gelap dan retak-retak. Cabang-cabang rantingnya halus dan terasa lengket dengan sebaran dengan kutil resin. Tunas yang tumbuh berrwarna cokelat keunguan dan bertangkai pendek. Alat reproduksi jantan dan betina terbentuk di musim gugur dan berhibernasi selama musim dingin.[4]

Referensi

  1. ↑ Shaw, K.; Roy, S.; Wilson, B. (2014). "Alnus glutinosa". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2014 e.T63517A3125479. doi:10.2305/IUCN.UK.2014-3.RLTS.T63517A3125479.en. Diakses tanggal 15 Juli 2023.
  2. ↑ "Alnus glutinosa". The International Plant Names Index. Diakses tanggal 2014-08-31.
  3. ↑ "Alnus glutinosa". World Checklist of Selected Plant Families. Royal Botanic Gardens, Kew. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-29. Diakses tanggal 2014-08-31.
  4. ↑ "European alder (Alnus glutinosa)". earth.com. 27 Desember 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-27. Diakses tanggal 27 Desember 2019.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=


Alnus glutinosa
Betula alnus var. glutinosa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan