Jumat, 02 Oktober 2026
05:27 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Mahabhashya

Bagikan:

Mahābhāṣya (Sanskerta: महाभाष्य, dibaca məɦɑːbʱɑːʂjə, 'uraian besar'), yang disebut karya Patanjali, adalah uraian terhadap aturan-aturan tata bahasa Sanskerta dari risalah Panini, Ashtadhyayi, dan Varttika karya Kātyāyana, elaborasi karya Panini.[1] Kitab itu ditulis sekitar abad ke-2 SM.

Patanjali adalah salah satu dari tiga ahli tata bahasa Sanskerta yang paling terkenal dari India Kuno; dua lainnya adalah Panini dan Kātyayana yang mendahului Patanjali (sekitar 150 SM). Karya Kātyayana tersedia hanya melalui referensi dalam karya Patanjali.

Melalui Patanjali, ilmu pengetahuan linguistik India mencapai bentuk sejatinya. Sistemnya ditetapkan dan diuraikan dengan sangat rinci pada shiksha (fonologi, termasuk aksen) dan vyakarana (tata bahasa dan morfologi). Sintaks adalah jarang disinggung, karena sintaks tidak penting dalam bahasa yang sangat berinfleksi, tetapi nirukta (etimologi) dibahas.

Kātyayana memperkenalkan wacana semantik ke dalam tata bahasa, yang kemudian diuraikan oleh Patanjali sedemikian rupa sehingga Mahābhāṣya dapat disebut campuran dari tata bahasa atau filsafat tata bahasa.

James R. Ballantyne (1813-1864) menerbitkan bagian pertama dari Mahābhāṣya karya Patanjali pada tahun 1856, sehingga membuka tradisi tata bahasa asli India kepada sarjana akademis Eropa yang lebih luas.

Catatan kaki

  1. ↑ K. Kunjunni Raja. "Philosophical elements in Patañjali's Mahābhāṣya". Encyclopedia of Indian philosophies. Vol. 5 (The Philosophy of the Grammarians). Motilal Banarsidass Publ. hlm. 115. ISBN 8120804260.{{cite encyclopedia}}: Parameter tidak dikenal |editors= diabaikan (|editor= disarankan)


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan