Rabu, 23 September 2026
13:56 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Cawai

Cawai

Artikel ini bukan mengenai Murai.
Artikel takson sembarang
330px-Birds_of_Sweden_2016_35.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cawai sedang bertengger, Swedia 2016

Cawai[1] (bahasa Inggris : magpie) adalah burung dari keluarga Corvidae (gagak). Cawai eurasia hitam-putih banyak dianggap sebagai salah satu hewan paling cerdas di dunia[2][3][4] dan salah satu dari sedikit spesies non-mamalia yang dapat mengenali dirinya sendiri dalam uji cermin.[5] Selain anggota lain darigenus Pica, unggas yang dianggap sebagai cawai juga ada yang berasal dari genera Cissa. Burung cawai sering disamakan dengan burung kucica atau murai dari genus Copsychus.

Cawai dari genus Pica umumnya ditemukan di daerah beriklim sedang di Eropa, Asia, dan Amerika Utara bagian barat, dengan populasi juga terdapat di Tibet dan daerah dataran tinggi Kashmir. Cawai dari genus Cyanopica ditemukan di Asia Timur dan Semenanjung Iberia. Namun, ada juga burung yang namanya cawai australia tetapi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan cawai asli.[6]

Sistematika dan spesies

Menurut beberapa penelitian, burung cawai tidak membentuk kelompok monofiletik seperti yang diyakini secara tradisional; ekornya telah memanjang (atau memendek) secara independen pada beberapa garis keturunan burung yang hidup.[7] Di antara burung cawai tradisional, tampaknya ada dua garis keturunan yang berbeda. Salah satunya terdiri dari spesies Holarktika dengan warna hitam dan putih, dan mungkin berkerabat dekat dengan burung gagak dan burung celung Eurasia. Yang lainnya berisi beberapa spesies dari Asia Selatan hingga Timur dengan warna cerah, sebagian besar berwarna hijau atau biru. Burung cawai sayap-nilam dan cawai iberia, yang sebelumnya dianggap sebagai satu spesies dengan sebaran paling aneh, ternyata merupakan dua spesies berbeda, dan diklasifikasikan sebagai genus Cyanopica.[8]

Penelitian lain meragukan taksonomi burung cawai Pica, karena P. hudsonia dan P. nuttalli mungkin bukan spesies yang berbeda, sedangkan ras P. pica Korea secara genetik sangat berbeda dari bentuk ras Eurasia lainnya (dan juga ras Amerika Utara). Bentuk Amerika Utara, Korea, dan Eurasia yang tersisa diterima sebagai tiga atau empat spesies terpisah, atau hanya ada satu spesies, Pica pica.[9]

Cawai oriental

Cawai sayap-nilam

Cawai holarktika

Referensi

  1. "Cawai - A Comprehensive Indonesian Dictionary".
  2. "World's smartest birds - Welcome Wildlife". welcomewildlife.com. 3 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Connor, Steve (19 Agustus 2008). "Magpies reflect on a newly discovered intellectual prowess". The Independent. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-01-31. Diakses tanggal 2019-09-17.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Eurasian Magpie: A True Bird Brain". britannica.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-06. Diakses tanggal 2019-09-17.
  5. Prior H, et al. (2008). De Waal F (ed.). "Mirror-Induced Behavior in the Magpie (Pica pica): Evidence of Self-Recognition". PLoS Biology. 6 (8). Public Library of Science: e202. doi:10.1371/journal.pbio.0060202. PMC 2517622. PMID 18715117.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. Joseph, Leo (2017-12-12). "It's beloved, but Australia's magpie is an international bird of mystery". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-01-26.
  7. Ericson, Per G. P.; Jansén, Anna-Lee; Johansson, Ulf S. & Ekman, Jan (2005): Inter-generic relationships of the crows, jays, magpies and allied groups (Aves: Corvidae) based on nucleotide sequence data. Diarsipkan 2017-08-10 di Wayback Machine. Journal of Avian Biology 36: 222–234.
  8. Kyukov et al, Synchronic east–west divergence in azure-winged magpies (Cyanopica cyanus) and magpies (Pica pica), Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research 42(4): 342-351 (2004)
  9. Lee, Sang-im; Parr, Cynthia S.; Hwang, Youna; Mindell, David P. & Choe, Jae C. (2003): Phylogeny of magpies (genus Pica) inferred from mtDNA data. Diarsipkan 2004-05-04 di Wayback Machine. Molecular Phylogenetics and Evolution 29: 250–257.

Daftar pustaka

Bacaan tambahan

  • Song, S.; Zhang, R.; Alström, P.; Irestedt, M.; Cai, T.; Qu, Y.; Ericson, P.G.P.; Fjeldså, J.; Lei, F. (2017). "Complete taxon sampling of the avian genus Pica (magpies) reveals ancient relictual populations and synchronous Late-Pleistocene demographic expansion across the Northern Hemisphere". Journal of Avian Biology. 49 (2): jav-01612. doi:10.1111/jav.01612.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan