Rabu, 28 Oktober 2026
21:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Macrauchenia

Macrauchenia

Bagikan:
Macrauchenia
Rentang waktu: Middle Pleistocene – Late Pleistocene Kemungkinan catatan Pleistosen Akhir
250px-Macrauchenia_patachonica_AMNH.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak M. patachonica (lebih besar) dan Phenacodus primaevus (lebih kecil) di American Museum of Natural History
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: †Litopterna
Famili: †Macraucheniidae
Subfamili: †Macraucheniinae
Genus: †Macrauchenia
Owen, 1838
Spesies tipe
†Macrauchenia patachonica
Owen, 1838
250px-Macrauchenia_range_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan sebaran Macrauchenia dalam warna merah, dan Xenorhinotherium dalam warna kuning, yang disiratkan dari penemuan fosil
Artikel takson sembarang

Macrauchenia ("llama panjang", bedasarkan sebuah genus llama yang kini tidak sah, Auchenia, dari bahasa Yunani untuk "leher besar") adalah sebuah genus ungulata besar punah yang berasal dari Amerika Selatan dari Pliosen atau Pleistosen Tengah hingga penghujung Pleistosen Akhir. Genus ini menjadi salah satu anggota sintas terakhir dalam ordo punah Litopterna, yaitu sekelompok ungulata asli Amerika Selatan yang berbeda dari dua ordo yang mencakup semua ungulata sintas, yang sudah hadir di Amerika

250px-Macrauchenia_patachonica_Life_Reconstruction.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi Macrauchenia yang sedang berlari, dengan hidung mirip saiga.

Selatan sejak awal Kenozoikum, lebih dari 60 juta tahun lalu,[1] sebelum kedangan ungulata sintas di Amerika Selatan sekitar 2,5 juta tahun lalu sebagai bagian dari Pertukaran Besar Amerika. Bentuk tubuh Macrauchenia telah dideskripsikan sebagai mirip unta,[2] menjadi salah satu jenis liptopern terbesar, dengan perkiraan bobot tubuh sekitar 1 ton. Genus ini memberi namanya ke familinya, Macraucheniidae, yang seperti genus ini, memiliki leher panjang dan kaki berjari tiga, begitu juga bagian hidung yang lebih ke belakang, yang pada Macrauchenia hadir sebagai bukaan nasal di atas tengkorak di antara kedua mata. Hal ini sebelumnya telah diperdebatkan sebagai tanda kehadiran belalai mirip tapir, namun pakar-pakar belakangan menyarankan bibir prehensil mirip rusa besar atau hidung mirip saiga untuk menyaring debu lebih mungkin hadir.[3]

Referensi

  1. ↑ Croft, Darin A.; Gelfo, Javier N.; López, Guillermo M. (2020-05-30). "Splendid Innovation: The Extinct South American Native Ungulates". Annual Review of Earth and Planetary Sciences (dalam bahasa Inggris). 48 (1): 259–290. Bibcode:2020AREPS..48..259C. doi:10.1146/annurev-earth-072619-060126. hdl:11336/136229. ISSN 0084-6597. S2CID 213737574.
  2. ↑ Defler, Thomas (2019), "The Native Ungulates of South America (Condylarthra and Meridiungulata)", History of Terrestrial Mammals in South America, Topics in Geobiology, vol. 42, Cham: Springer International Publishing, hlm. 89–115, doi:10.1007/978-3-319-98449-0_5, ISBN 978-3-319-98448-3, diakses tanggal 2024-08-03
  3. ↑ Blanco, R. Ernesto; Jones, Washington W.; Yorio, Lara; Rinderknecht, Andrés (Oktober 2021). "Macrauchenia patachonica Owen, 1838: Limb bones morphology, locomotory biomechanics, and paleobiological inferences". Geobios (dalam bahasa Inggris). 68: 61–70. Bibcode:2021Geobi..68...61B. doi:10.1016/j.geobios.2021.04.006.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan