Jumat, 23 Oktober 2026
12:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Maaher At-Thuwailibi

Ustaz Islam Indonesia

Bagikan:
Pendakwah dari Medan, Sumatera UtaraTemplat:SHORTDESC:Pendakwah dari Medan, Sumatera Utara
Maaher At-Thuwalibi
Lahir
Soni Eranata

(1992-07-14)14 Juli 1992
Meninggal8 Februari 2021(2021-02-08) (umur 28)
Penyebab kematian
Tuberkulosis
Tempat peristirahatan terakhir
pemakaman Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an
Dakwaan pidana
Ujaran kebencian
Pasangan menikah
• Susi Wiwati (2015)

• Iqlima Ayu (2017 - 2021)

AnakAzkar Humam Ath-Thuwailibi, Zaidan Al-Banna

Soni Eranata atau lebih dikenal Ustaz Maaher At-Thuwailibi (14 Juli 1992 – 8 Februari 2021)[1] adalah seorang pendakwah yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Maaher aktif menyampaikan dakwahnya di berbagai platform sosial media, seperti Youtube, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Pada 2020, ia memutuskan untuk berdakwah di aplikasi Tiktok.

Kehidupan pribadi

Nama asli Maaher adalah Soni Eranata. Soni lahir di Medan, 14 Juli 1992. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Orang tuanya bukan seorang pendakwah sepertinya, melainkan pekerja biasa. Meskipun lahir dan besar di Medan, Soni memutuskan untuk merantau dan tinggal di Bogor.[2]

Saat menjadi santri, Soni menyetor bacaan Alquran dengan nada yang mirip Syekh Maher Al-Muaiqly. Mendengar hal tersebut, gurunya menjulukinya “Maaher At-Thuwailibi” yang hingga kini dikenal sebagai nama penanya. Ustaz Maaher dikenal publik sebagai pendakwah yang keras dan gahar.[3] Di samping itu, ia juga dianggap sebagai pribadi yang humoris. Ustadz Maaher memiliki banyak akun sosial media antara lain Youtube, Twitter, Instagram, dan Tiktok. Dalam salah satu video di kanal Youtube-nya, Maaher pernah melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu di masa pandemi. Covid-19.[4]

Maaher diketahui tinggal di Bogor bersama seorang istri dan dua anak laki-laki. Pemasukan sehari-harinya berasal dari ceramah dan tablig akbar. Akan tetapi, ia juga menambah penghasilan dengan berjualan parfum dan kitab keagamaan.[2] Dalam berdakwah, dia biasa mengenakan gamis berwarna putih dan ghutrah (serban khas Arab Teluk). Selain itu, Ustaz Maaher juga memiliki kedekatan dengan beberapa tokoh agama di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Ustaz Abdul Somad (UAS) dan kerap kali keduanya berada dalam satu panggung ceramah, Habib Rizieq Shihab, Haikal Hassan, Derry Sulaiman, dan Ahmad Al-Habsy.

Pendidikan

Maaher sempat berkuliah di Al-Hidayah, Bogor. Namun, tidak selesai. Maaher melanjutkan kuliahnya di Universitas Ibn Khaldun (UIK), Bogor dan mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam hingga lulus sebagai sarjana.[2][5]

Kontroversi

Pada 16 November 2020, Maaher dilaporkan ke Bareskrim Polri, atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elekronik dan/atau ujaran kebencian, dengan barang bukti berupa tangkapan layar cuitan Maaher yang diduga mengandung ujaran kebencian dan bernada SARA terhadap seorang tokoh ulama NU, Habib Luthfi.[6] Maaher ditangkap polisi di kediamannya, Tanah Sareal, Bogor, pada 3 Desember 2020 oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri[7] dan ditetapkan sebagai tersangka usai pemeriksaan 1x24 jam, sebagai tindak lanjut atas laporan sebelumnya. Maaher disangka melanggar tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 45 ayat 2, juncto pasal 28 ayat 2, Undang-undang nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).[8] Tetapi akhirnya proses hukum tersebut dihentikan oleh pihak Kejaksaan negeri Bogor, melalui penerbitan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) pada 9 Februari 2021, sesuai dengan pernyataan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, karena Maaher meninggal dunia.[9]

Kematian

Maaher meninggal dunia di ruang tahanan Mabes Polri pada 8 Februari 2021, karena menderita radang usus akut dan menurunnya kondisi kesehatan selama masa penahanan, setelah sebelumnya Maaher sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.[10] Sempat ada dugaan pelanggaran HAM terkait wafatnya Maaher dalam penahanan, sebagaimana permintaan klarifikasi Komnas HAM kepada pihak Kepolisian pada 10 Februari 2021,[11] tetapi pihak kepolisian membantah adanya dugaan pelanggaran HAM dan menyatakan bahwa Maaher meninggal dunia disebabkan karena sakit dan terkonfirmasi oleh Dokter.[12] Sebelumnya, kuasa hukum Maaher, Novel Bamukmin menyatakan bahwa Maaher menderita TB Usus akut sebelum meninggal dunia dan sempat menjalani perawatan atas infeksinya tersebut.[13] Sesuai dengan permintaan keluarga, Maaher dikebumikan di pemakaman Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an milik Yusuf Mansur di Cipondoh, Tangerang, di samping makam Syekh Ali Jaber.[14][15]

Referensi

  1. ↑ https://news.detik.com/berita/d-5366668/ustadz-maaher-meninggal-dunia-di-rutan-mabes-polri
  2. 1 2 3 Batubara, Herianto. "Cerita Ustadz Maaher Jadi Santri Kalong, Nyambi Jualan Kitab hingga Parfum". detiknews. Diakses tanggal 2021-01-24.
  3. ↑ "Blak-blakan Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang Menangis Ogah Dipenjara - YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal 2021-01-24.
  4. ↑ "TERHARU! HASIL JUAL PARFUM & INFAQ PARA FOLLOWERSNYA, USTAD MAAHER MEMBAGIKANNYA KE FAQIR MISKIN ... - YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal 2021-01-24.
  5. ↑ https://pddikti.kemdikbud.go.id/data_mahasiswa/Qjc2MzAwOUItRjFERS00ODlCLUI1OTgtNzI0NTJCQjg3MkFG
  6. ↑ Isal Mawardi (4 Desember 2020). "Ustadz Maaher Hina Habib Luthfi, NasDem: Harus Diproses Hukum!". Detik.com. Diakses tanggal 26 Mei 2022.
  7. ↑ Tim Detik (16 November 2020). "Pemilik Akun @ustadzmaaher_ Dipolisikan karena Dianggap Hina NU". Detik.com. Diakses tanggal 25 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Antara (4 Desember 2020). Endri Kurniawati (ed.). "Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi Resmi Ditahan". Tempo.co. Diakses tanggal 25 Mei 2022.[pranala nonaktif permanen]
  9. ↑ mjo/psp (9 Februari 2021). "Kejari Bogor Hentikan Penuntutan usai Ustaz Maaher Meninggal". CNN Indonesia. Diakses tanggal 26 Mei 2022.
  10. ↑ Tsarina Maharani (10 Februari 2021). Diamanty Meiliana (ed.). "Meninggalnya Maaher At-Thuwailibi dan Permintaan Keluarga agar Tak Sebar Hoaks". Kompas.com. Diakses tanggal 26 Mei 2022.
  11. ↑ Andita Rahma (10 Februari 2021). Eko Ari Wibowo (ed.). "Komnas HAM Kirim Surat Minta Penjelasan Polri Soal Kematian Maaher At-Thuwailibi". Tempo.co. Diakses tanggal 25 Mei 2022.[pranala nonaktif permanen]
  12. ↑ Andita Rahma (10 Februari 2021). Eko Ari Wibowo (ed.). "Bantah Ada Siksa Maaher At-Thuwailibi, Polri Ingatkan Pidana Jika Sebarkan Hoaks". Tempo.co. Diakses tanggal 25 Mei 2022.[pranala nonaktif permanen]
  13. ↑ Gading Perkasa (9 Februari 2021). Lusia Kus Anna (ed.). "Mendiang Maaher At-Thuwailibi Derita Infeksi TB Usus, Apa itu?". Kompas.com. Diakses tanggal 26 Mei 2022.
  14. ↑ Hanif Hawari (9 Februari 2021). "Ustaz Maaher Dimakamkan di Samping Syekh Ali Jaber, Ini Alasannya". Detik.com. Diakses tanggal 25 Mei 2022.
  15. ↑ Muhammad Hafil (9 Februari 2021). "UYM Jelaskan Alasan Ustadz Maaher Dimakamkan di Pesantrennya". Republika. Diakses tanggal 25 Mei 2022.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan