Senin, 21 September 2026
18:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Ma Jun

Ma Jun

Ma Jun
馬鈞
250px-The_Chinese-children_instruction_vehicle_of_Expo_2005_Aichi_Japan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
LahirTidak diketahui
MeninggalUnknown
Nama lainDeheng (徳衡)
PekerjaanInsinyur mesin, penemu, dan politisi
Ma Jun
Hanzi tradisional: 馬鈞
Hanzi sederhana: 马钧
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Mǎ Jūn
- Wade-Giles: Ma3 Chün1

Ma Jun (220-265),[1] nama kehormatan Deheng, adalah seorang insinyur mesin, penemu, dan politikus Tiongkok yang tinggal di negara Cao Wei selama periode Tiga Kerajaan, Tiongkok. Penemuannya yang paling terkenal adalah Kereta kuda yang menunjuk ke selatan, sebuah wahana kompas penunjuk arah yang sebenarnya tidak memiliki fungsi magnetik, tetapi dioperasikan dengan menggunakan perangkat kereta roda gigi (yang menggunakan jumlah torsi yang sama untuk menggerakkan roda yang berputar pada kecepatan yang berbeda).[2]

Karena alat revolusioner ini (dan pencapaian lainnya), Ma Jun dikenal sebagai salah satu insinyur mekanik dan penemu paling cerdas pada zamannya (bersama dengan Zhang Heng dari dinasti Han Timur di masa sebelumnya). Perangkat itu diciptakan kembali oleh banyak orang setelah Ma Jun, termasuk astronom dan ahli matematika Zu Chongzhi (429-500). Dalam periode dinasti abad pertengahan, Kereta kuda yang menunjuk ke selatan ciptaan Ma Jun digabungkan dengan pengukur jarak odometer menjadi satu alat.

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan