Kamis, 08 Oktober 2026
04:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
M'zab

M'zab

lembah di Aljazair

Bagikan:
UNESCO World Heritage Site in Provinsi Ghardaïa, AljazairTemplat:SHORTDESC:UNESCO World Heritage Site in Provinsi Ghardaïa, Aljazair
M'zab
Situs Warisan Dunia UNESCO
330px-Panoramic_view_of_Ksar_Gharda%C3%AFa%2C_Algeria_2006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panorama dari Ghardaïa (Tagherdayt)
osm-intl,10,32.483333333333,3.6833333333333,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=M%27zab&revid=29850559&groups=_c8f0dafb37d3e8de6f80d81e24effa11757d027a&parser=parsoid
Peta interaktif M'zab
LokasiProvinsi Ghardaïa, Aljazair
KriteriaKebudayaan: (ii), (iii), (v)
Referensi188
Pengukuhan1982 (Sesi ke-6)
Luas66.503 ha (164.330 ekar)
Situs webwww.opvm.dz
Koordinat32°29′N 3°41′E / 32.483°N 3.683°E / 32.483; 3.683
M'zab di Aljazair
M'zab
Location of M'zab in Aljazair

M'zab atau Mzab (Mozabite: Aghlan, bahasa Arab:مزاب) adalah suatu wilayah di bagian utara Gurun Sahara di Provinsi Ghardaïa, Aljazair. Lembah ini berada 600 km (370 mi) di sebelah selatan Algiers dan memiliki 360.000 penduduk (estimasi pada tahun 2005).[1][2]

Situs ini diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1982.[3]

Geologi

250px-M%E2%80%99zab_Valley%2C_Algeria.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Citra satelit lembah M'zab dalam warna semu.

Mzab berada di Dataran tinggi batu kapur, di tengahnya terdapat lembah Wadi Mzab (Oued Mzab]).

Sejarah

Orang Mozabite ("Ath Mzab") adalah cabang dari suku Berber, kelompok Iznaten, yang mana tinggal di wilayah luas di bagian selatan tengah Aljazair. Banyak huruf dan simbol Tifinagh yang ditemukan di sekitar lembah Mzab.

Setelah Penaklukan Maghreb oleh Muslim, Orang Mozabite menjadi Muslim beraliran Muktazilah. Populasi Kristen bertahan hingga abad ke-11.[4] Setelah jatuhnya Dinasti Rustam, keluarga kerajaan Rustam bersama dengan beberapa warganya memilih lembah Mzab sebagai tempat bermukim mereka. Keluarga Rustam yang menganut aliran Ibadi mengirimkan pendakwah (Abu Bakar an-Nafusi) yang mana sukses mengkonversi masyarakat Mozabite.

Prancis menginvasi Aljazair pada 1830. M'zab ditaklukan Prancis pada tahun 1882 dan kembali ke kepemimpinan masyarakat lokal mereka pada musim panas 1962 pada saat Aljazair merdeka. Ghardaïa (Taghardait) adalah kota utama dan ibu kota M'zab dan El Atteuf (Tajnint) adalah pemukiman tertua di wilayah itu. Beni Isguen (At Isgen) adalah kota suci untuk umat Islam Berber. Disana, turis dan orang selain Mozabite dilarang bermalam di area dalam benteng. Melika (At Mlichet) adalah sebuah kota di dekat Bouira yang terdapat pemakaman dan masjid-masjid historis di tengah ksar. Sementara Bounoura (At Bounour) adalah situs ksar bersejarah yang mempunyai kebun sawit Azwil, sementara El Guerrara (Igraren) dan Berriane (Iberguen) adalah bagian dari M'zab sejak abad ke-17.[5]

Arsitektur

250px-Mzab_Gharda%C3%AFa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ghardaïa Mzab

Terdapat lima ksar (qsur; desa bertembok) yang berada di tebing berbatu sepanjang Wadi Mzab yang secara kolektif disebut "Pentapolis", yang dibangun antara 1012 dan 1350.[3] Tempat-tempat itu adalah: Ghardaïa (Tagherdayt), situs yang masih eksis dihuni hingga sekarang; Beni Isguen (At Isjen); Melika (At Mlishet); Bounoura (At Bunur); dan El Atteuf (Tajnint), situs tertua dari kelima situs.[6] Selain itu ada juga Bérianne dan El Guerrara, sehingga semuanya bisa disebut dengan Heptapolis Mzab.

Kombinasi fungsional aliran Ibadi yang hidup dekat dengan oasis memengaruhi hidup masyarakat hingga penggunaan tanah dan ruang. Tiap bangunan yang seperti benteng desa memiliki masjid, yang menaranya berfungsi sebagai menara pemantau. Rumah-rumah berukuran standar dan dibangun mengelilingi masjid. Pemukiman M'zab didesain untuk hidup secara komunal egaliter, dengan tetap menjaga privasi keluarga. Bangunan M'zab bertipe Libya-Fenisia (Libyan-Phoenican), dengan spesifik menggunakan gaya Berber dan daerah lainnya di Shara.[7]

Di musim panas, Mozabite bermigrasi ke "benteng musim panas" yang mengelilingi perkebunan sawit dan oasis. Di daerah ini terdapat kelompok oasis besar di Gurun Sahara.

Demografi

Mozabite adalah muslim beraliran Ibadi.[8]

Orang terkenal

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "M'zab - LookLex Encyclopaedia". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2022-12-21.
  2. ↑ "Ghardaia Algeria - Travel to the Mzab Valley".
  3. 1 2 "M'Zab Valley". WHC. UNESCO. Diakses tanggal 2 Juli 2021.
  4. ↑ Hrbek, Ivan (1992). Africa from the Seventh to the Eleventh Century. Unesco. International Scientific Committee for the Drafting of a General History of Africa. J. Currey. hlm. 34. ISBN 0852550936.
  5. ↑ "M'zab".
  6. ↑ Urwin, Simon (16 April 2021). "The fortified cities on the fringes of the Sahara". BBC Travel. Diakses tanggal 2 Juli 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Houtsma, Martijn Theodoor (1987). "Mzab". E.J. Brill's first encyclopaedia of Islam, 1913–1936. Vol. 2. BRILL. hlm. 167. ISBN 90-04-08265-4.
  8. ↑ Glassé, Cyril. 2008. The New Encyclopedia of Islam. Walnut Creek CA: AltraMira Press, p.39

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan