Kamis, 01 Oktober 2026
01:33 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Zanata

Zanata

kelompok etnik

Bagikan:
250px-Museodelanaturalezayelhombre06.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu Zanata di Tenerife, Spanyol

Zanata (bahasa Berber: Iznaten, ⵉⵣⵏⴰⵜⴻⵏ atau Iznassen, ⵉⵣⵏⴰⵙⴻⵏ; bahasa Arab:زناتة Zanātah) merupakan sekelompok suku Barbar, yang mendiami area yang membentang dari Aljazair ke Maroko pada zaman dahulu bersama Sanhaja dan Masmuda.[1] Gaya hidup mereka sebagian besar Nomaden[2][3] atau semi-nomaden.[4]

Sosial

Sejarawan muslim abad ke-14 Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa suku Zanata dibagi menjadi tiga suku besar: Jarawa, Maghrawa, dan Bani Ifran. Sebelumnya mereka menempati sebagian besar Maghreb (Tamazgha) kemudian berpindah ke selatan dan barat dalam konflik dengan kelompok Kutama dan Houra. Zanata memeluk agama Islam lebih awal yaitu pada abad ke-7, sementara suku Amazig lainnya terus menghadapi perlawanan terhadap penaklukan Kekhalifahan Umayyah hingga mereka memasuki agama islam pada abad ke-8. Mereka juga membentuk pasukan besar dalam penaklukan Muslim berikutnya atas Iberia.[5]

Bahasa

Suku Zanata berbicara dengan bahasa Berber (Amazigh). Ibnu Khaldun menuliskan bahwa dialek mereka berbeda dengan dialek Suku Berber lainnya. Ahli bahasa Prancis Edmond Destaing pada tahun 1915 menyimpulkan bahwa bahasa Zenati masih termasuk dalam subkelompok bahasa Berber Utara, termasuk juga bahasa Tarifit Berber di timur laut Maroko dan bahasa Shawiya Berber di timur laut Aljazair.

Sejarah politik

Sebelum penaklukan Arab, Zanata menempati wilayah antara Tunisia dan Tripolitania - yang saat ini disebut dengan Libya, sebelum mereka bermigrasi ke barat dan menetap di Aljazair barat dekat Tiaret dan Tlemcen. Sementara itu beberapa dari kelompok mereka terus bergerak lebih jauh ke barat menuju Maroko.[5] Mereka mendominasi politik di Maghreb barat (Maroko dan Aljazair barat) dalam dua periode yang berbeda: pada abad ke-10, yaitu selama kemunduran Dinasti Idrisiyah, sebagai utusan untuk Kekhalifahan Fathimiyah atau Dinasti Umayyah di Cordoba, dan pada abad ke-13 hingga ke-16 dengan munculnya Dinasti Zayyaniyah di Aljazair, Kesultanan Mariniyyah, dan Kesultanan Wattasid di Maroko.[5]

Lihat pula

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Zenata.

Referensi

  1. ↑ Nelson, Harold D. (1985). Morocco, a country study. Area handbook series. Washington, D.C.: The American University. hlm. 14.
  2. ↑ Ilahiane, Hsain (2004). Ethnicities, Community Making, and Agrarian Change: The Political Ecology of a Moroccan Oasis (dalam bahasa Inggris). University Press of America. hlm. 44.
  3. ↑ Wright, John (2012). A History of Libya (dalam bahasa Inggris). Hurst. hlm. 48.
  4. ↑ Romey, Alain (1998). Perception de la limite et de la frontière au Maghreb de l'Antiquité à la contemporanéité nomade (PDF) (dalam bahasa Prancis). Cahiers de la Méditerranée. hlm. 29–38.
  5. 1 2 3 Ilahiane, Hsain (2006). Historical Dictionary of the Berbers (Imazighen). Scarecrow Press. hlm. 91–95. ISBN 9780810864900.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan