Senin, 26 Oktober 2026
23:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Lygodium circinnatum

Lygodium circinnatum

Bagikan:
Lygodium circinnatum
250px-Lygodium_circinnatum_infertil_leaf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
(tanpa takson):
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Lygodium circinnatum

(Burm. fil.) Sw.
Sinonim

Lygodium semihastata Blanco
Lygodium macrostachya Cav.
Lygodium dichotoma Cav.
Lygodium pedatum Burm. fil.
Lygodium furcatum Roxb. ex Griff.
Lygodium pedatum (Burm. fil.) Sw.
Lygodium heterophyllum C. Presl
Lygodium dichotomum (Cav.) Sw.
Lygodium conforme C. Chr.
Lygodium circinnatum monstruosum Alderw.
Lygodium basilanicum Christ
Lygodium pedatum (Burm. fil.) Willd.
Lygodium dichotomum (Cav.) Willd.

Artikel takson sembarang

Lygodium circinnatum; (bahasa Sunda: hata areuy; bahasa Sasak: ketak) adalah spesies tumbuhan paku yang termasuk ke dalam keluarga Lygodiaceae (paku hata). Tanaman ini mempunyai ciri merambat ke atas beberapa meter pada tanaman lain, untuk mendapatkan sinar matahari bagi pertumbuhannya dan memiliki rhizome yang berada di dalam tanah. L. circinnatum banyak ditemukan di hutan tropis dan menjadi tanaman penciri, sehingga banyak ditemukan di Indonesia. Salah satu tempat persebarannya adalah Gunung Prau.[1]

Umumnya, tumbuhan paku hata dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias dalam ruang dan diperjualbelikan secara bebas. Tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri kerajinan anyaman.[2] Selain itu, biasa digunakan sebagai obat sengatan binatang dan obat luka lama (borok).[3]

Referensi

  1. ↑ Lianah, Lianah; Kusumarini, Niken; Rochmah, Fitriana; Orsida, Fadla; Mukhlisi, Mukhlisi; Ahmad, Milya Ulfa; Nadhifah, Ainun (2021-06-01). "Bryophyte Diversity in Mount Prau, Blumah Village, Central Java". Jurnal Biodjati. 6 (1): 23–35. doi:10.15575/biodjati.v6i1.11693. ISSN 2548-1606.
  2. ↑ "Paku Ata Lygodium circinnatum (Burm.f.) Sw. - Budidaya dan Prospeknya". lipi.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-26.
  3. ↑ Wahyuningsih, Endah; Faridah, Eny; Budiadi, Budiadi; Syahbudin, Atus (2019-12-31). "ASOSIASI VEGETASI TANAMAN RAMBATAN KETAK (Lygodium circinatum (Burm.)Sw.) di KPHL RINJANI BARAT, PULAU LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT". Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan. 13 (2): 85–94. doi:10.20886/jpth.2019.13.2.85-94. ISSN 2527-8665. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-26. Diakses tanggal 2021-08-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan