Selasa, 20 Oktober 2026
00:56 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Lya Mara

Lya Mara

Bagikan:
Lya Mara
250px-Lya_Mara_-_Becker_%26_Maass_-_Ross_Verlag.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lya Mara, circa 1927
Lahir(1897-08-01)1 Agustus 1897
Meninggal1 Maret 1960(1960-03-01) (umur 62)
Masa aktif1916–1931
Pasangan menikah
​
​
(m. 1918;meninggal 1950)​

Lya Mara (born Aleksandra Gudowicz; 1 Agustus 1897 – 1 Maret 1960) merupakan seorang aktris berkabangsaan Polandia. Dia adalah salah satu bintang terbesar dari era film bisu Jerman.

Biografi

Lya Mara lahir sebagai Aleksandra Gudowicz dalam keluarga Polandia di Riga, Gubernur Livonia. Sebagai seorang gadis muda, dia ingin menjadi ahli kimia, seperti Maria Skłodowska-Curie yang terkenal saat itu. Tepat sebelum Perang Dunia I, pada tahun 1913 Lya Mara pindah bersama keluarganya ke Warsawa, karena Polandia dan Latvia adalah bagian dari Kekaisaran Rusia. Di sana, ia memulai kariernya sebagai penari.

Di Warsawa, Lya Mara memainkan peran kecil pertamanya dalam film bisu fiksi pendek dengan judul yang disederhanakan secara khas "Kami ingin suami" (1916, sebagai Mia Mara) dan segera setelah itu dalam film lain "Bestia" ("The Beast, tayang perdana pada 5 Januari 1917) disutradarai oleh sutradara Polandia generasi tua Alexander Hertz. Aktris Polandia lainnya, Pola Negri, yang kemudian membuat karier luar biasa di Jerman dan Amerika, menjadi bintang film ini. Segera setelah film itu, Negri berangkat ke Berlin dan Lya Mara mengikuti langkahnya. Ini terjadi selama Perang Dunia I dan setelah Polandia diduduki pada tahun 1915 oleh Jerman, Polandia menjadi bagian dari Kekaisaran Jerman.

Film pertama Lya Mara di Jerman adalah "Halkas Gelöbnis" (1918) yang disutradarai oleh sutradara Austria Alfred Halm, yang juga menulis naskah film lain untuknya "Jadwiga". Kedua film tersebut diproduksi oleh sutradara-produser muda dan energik Frederic Zelnik. Lya Mara menikahinya pada tahun 1918.[1]

Zelnik mempromosikan Mara menjadi bintang utama di Jerman saat ia bermain terutama dalam film yang disutradarai dan diproduksinya. Pada tahun 1920, perusahaan produksi film Zelnik bernama Zelnik-Mara-Film GmbH. Mara memainkan peran penting seperti Charlotte Corday, Anna Karenina (1919) dan Manon, menarik penonton dengan pesona dan daya tarik mudanya. Mara dan Zelnik menjadi selebritas sejati, menerima banyak artis terkenal di rumah mereka. Popularitasnya semakin diperkuat oleh ratusan fotonya yang diterbitkan sebagai kartu pos, cokelat, dan rokok kartu dagang.

Sebuah kecelakaan mobil yang serius pada akhir tahun 1920-an mengganggu kariernya.

Mara tidak dapat menyesuaikan aktingnya dengan kondisi artistik baru setelah pengenalan suara di bioskop pada tahun 1929, sementara Zelnik menjadi sutradara pertama di Jerman yang postsinkronisasi film asing. Satu-satunya film Lya Mara dari era suara adalah Semua Orang Meminta Erika (1931) disutradarai oleh suaminya.[2]

Ketika Hitler mengambil alih kekuasaan di Jerman (1933), Lya Mara pergi bersama Zelnik ke London.

Frederic Zelnik meninggal di London pada 29 November 1950. Mara menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di Swiss dan meninggal di sana pada 1 Maret 1960.

Filmografi

Referensi

  1. ↑ Bock, Hans-Michael; Bergfelder, Tim, ed. (2009). The Concise Cinegraph: Encyclopaedia of German Cinema. New York: Berghahn Books. hlm. 548–549. ISBN 978-1-57181-655-9.
  2. ↑ Elsaesser, Thomas; Wedel, Michael, ed. (1999). The BFI Companion to German Cinema. London: British Film Institute. ISBN 978-0-85170-750-1.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lya Mara.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan