Kamis, 01 Oktober 2026
17:21 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Luka moral

Bagikan:

Luka moral merujuk kepada luka pada hati nurani dan nilai moral seseorang yang dihasilkan dari tindak yang dianggap pengikisan moral,[1] yang memproduksi kesalahan dan kemaluan emosional,[2] san dalam beberapa kasus juga esensi pengkhianatan,[1] kemurkaan dan "disorientasi moral".[3] Konsep luka moral menonjolkan aspek psikologi, sosial, budaya dan spiritual dari trauma.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Haleigh, A. Barnes; Hurley, Robin A.; Taber, Katherine H. (23 April 2019). "Moral Injury and PTSD: Often Co-Occurring Yet Mechanistically Different". Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences. 31 (2). American Psychiatric Association: A4-103. doi:10.1176/appi.neuropsych.19020036. ISSN 1545-7222. PMID 31012825.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Litz, Brett T.; Stein, Nathan; Delaney, Eileen; Lebowitz, Leslie; Nash, William P.; Silva, Caroline; Maguen, Shira (Desember 2009). "Moral injury and moral repair in war veterans: A preliminary model and intervention strategy". Clinical Psychology Review. 29 (8): 695–706. doi:10.1016/j.cpr.2009.07.003. PMID 19683376.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Molendjk, Tine (2018). "Toward an Interdisciplinary Conceptualization of Moral Injury: From Unequivocal Guilt and Anger to Moral Conflict and Disorientation". New Ideas in Psychology. 51: 1–8. doi:10.1016/j.newideapsych.2018.04.006.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan