Rabu, 28 Oktober 2026
01:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Luka moral

Bagikan:

Luka moral merujuk kepada luka pada hati nurani dan nilai moral seseorang yang dihasilkan dari tindak yang dianggap pengikisan moral,[1] yang memproduksi kesalahan dan kemaluan emosional,[2] san dalam beberapa kasus juga esensi pengkhianatan,[1] kemurkaan dan "disorientasi moral".[3] Konsep luka moral menonjolkan aspek psikologi, sosial, budaya dan spiritual dari trauma.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Haleigh, A. Barnes; Hurley, Robin A.; Taber, Katherine H. (23 April 2019). "Moral Injury and PTSD: Often Co-Occurring Yet Mechanistically Different". Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences. 31 (2). American Psychiatric Association: A4-103. doi:10.1176/appi.neuropsych.19020036. ISSN 1545-7222. PMID 31012825.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Litz, Brett T.; Stein, Nathan; Delaney, Eileen; Lebowitz, Leslie; Nash, William P.; Silva, Caroline; Maguen, Shira (Desember 2009). "Moral injury and moral repair in war veterans: A preliminary model and intervention strategy". Clinical Psychology Review. 29 (8): 695–706. doi:10.1016/j.cpr.2009.07.003. PMID 19683376.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Molendjk, Tine (2018). "Toward an Interdisciplinary Conceptualization of Moral Injury: From Unequivocal Guilt and Anger to Moral Conflict and Disorientation". New Ideas in Psychology. 51: 1–8. doi:10.1016/j.newideapsych.2018.04.006.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan