Minggu, 18 Oktober 2026
09:39 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ludwig Prandtl

Ludwig Prandtl

Bagikan:
330px-Prandtl_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ludwig Prandtl.

Ludwig Prandtl (1875-1853) adalah seorang insinyur berkebangsaan Jerman.[1] Ia adalah salah satu pelopor studi aerodinamika.[2]

Prandtl dilahirkan di Freising, Jerman.[2] Ia mempelajari tehnik mesin di Munich.[2] Untuk tesis doktoralnya, ia mengambil topik mengenai masalah elastisitas di bawah bimbingan August Föppl, yang merupakan salah satu pelopor penyatuan konsep tehnik terapan dan teoretis.[2] Pada akhirnya, Prandtl menikah dengan putri Foppl, hal ini sesuai dengan tradisi akademis Jerman saat itu.[2] Kemudian, oleh matematikawan ternama Felix Klein, Prandtl diundang untuk mengajar di Universitas Göttingen.[2] Prandtl mengajar di Göttingen dari tahun 1904 hingga 1953.[2] Prandtl meninggal di Göttingen pada tahun 1953.[2]

Pada tahun 1904, Prandtl menerbitkan ide mengenai lapisan batas (boundary layer).[2] Dalam teorinya, ia menunjukkan bahwa efek gesekan dalam fluida yang sedikit kental dibatasi oleh lapisan tipis yang ada di dekat permukaan benda.[2] Lebih jauh lagi, ia menyusun beberapa teori yang melibatkan topik mekanika fluida.[2]

Referensi

  1. ↑ (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 2 (CES-HAM). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Inggris)Kundu PK, Cohen IM, Dowling DR. 2012. Fluid Mechanics.Academic Press. ISBN 978-0-12-382100-3.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan