Selasa, 03 November 2026
16:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Lualhati Bautista

Bagikan:
Lualhati Bautista
Lahir
Lualhati Torres Bautista

(1945-12-02)2 Desember 1945
Meninggal12 Februari 2023(2023-02-12) (umur 77)
Kota Quezon, Philippines
AlmamaterUniversitas Lyceum Filipina
Pekerjaan
Ayah
  • Esteban Bautista (ayah)
  • Gloria Torres (ibu)
Tanda tangan
250px-Lualhati_Bautista%27s_signature.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lualhati Torres Bautista (2 Desember 1945 – 12 Februari 2023) adalah seorang penulis terkemuka, aktivis liberal, dan kritikus politik dari Filipina. Karyanya yang paling terkenal meliputi novel-novel seperti Dekada '70 (1983), Bata, Bata... Pa'no Ka Ginawa?, dan ’GAPÔ (yang keduanya diterbitkan pada tahun 1988).

Biografi

Lualhati Bautista lahir pada 2 Desember 1945, di Tondo, Manila, Filipina, dari pasangan Esteban Bautista dan Gloria Torres. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Emilio Jacinto (1958) dan Sekolah Menengah Atas Florentino Torres (1962), ia sempat kuliah jurnalisme di Lyceum of the Philippines. Namun, ia memutuskan untuk keluar dari kuliah tersebut, dilaporkan karena tuntutan akademis menghalangi ambisinya untuk fokus pada menulis (perlu sumber). Karier menulisnya dimulai ketika cerita pendek pertamanya, "Katugon ng Damdamin," diterbitkan di majalah Liwayway.[1]

Meskipun kurangnya pelatihan formal, Bautista sebagai penulis dikenal karena realisme jujurnya, eksplorasi berani terhadap isu-isu perempuan Filipina, dan tokoh utama perempuan menarik yang menghadapi situasi sulit di rumah dan di tempat kerja dengan ketabahan dan kekuatan.

Karier

Novel

Bautista memenangkan beberapa Penghargaan Palanca (pada tahun 1980, 1983, dan 1984) atas novel-novelnya: 'GAPÔ, Dekada '70, dan Bata, Bata… Pa'no Ka Ginawa?. Karya-karya ini dikenal karena mengungkap ketidakadilan dan mendokumentasikan aktivisme perempuan selama periode pemerintahan Marcos.

Novel 'GAPÔ, yang diterbitkan pada tahun 1988 dan memenangkan hadiah utama Palanca Awards 1980, mengisahkan kehidupan seorang pria yang berjuang sebagai seorang Amerasia. Melalui sudut pandang penduduk biasa di Kota Olongapo, buku ini menyajikan tinjauan yang kompleks tentang isu-isu politik yang terkait dengan keberadaan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Filipina.

Novel Dekada '70 mengisahkan sebuah keluarga kelas menengah yang terperangkap dalam kekacauan politik tahun 1970-an. Cerita ini berfokus pada perjuangan mereka dalam menghadapi perubahan sosial yang pada akhirnya memicu perlawanan rakyat Filipina terhadap rezim Marcos. Tokoh utama, Amanda Bartolome, seorang ibu dari lima putra, menyaksikan secara langsung peristiwa-peristiwa penting—mulai dari pengeboman Plaza Miranda, penangguhan habeas corpus, hingga penetapan darurat militer dan penangkapan tahanan politik secara acak—yang menunjukkan sifat represif rezim dan mendorong radikalisasi warga.

  1. ↑ Ong, Aihwa; Peletz, Michael G. (1995). Bewitching women, pious men : gender and body politics in Southeast Asia. Berkeley, Calif.: University of California Press. hlm. 217. ISBN 0520088611. Diakses tanggal Oktober 8, 2016.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan