Minggu, 04 Oktober 2026
01:41 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Loyalisme Ulster

Loyalisme Ulster

politik pro-Inggris Raya di Irlandia Utara

Bagikan:
250px-Newbuildings_flags.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Union Flag, Ulster Banner, dan Orange Order yang dikibarkan oleh kelompok loyalis di Irlandia Utara

Loyalisme Ulster adalah ideologi politik yang dapat ditemui di kalangan Protestan Ulster di Irlandia Utara. Sebagian besar kaum Protestan Ulster merupakan keturunan pendatang dari Britania Raya pada abad ke-17 dan ke-18. Kaum loyalis setia kepada monarki Britania Raya dan menolak gagasan penyatuan Irlandia. Loyalisme Ulster telah dideskripsikan sebagai nasionalisme etnis dan "ragam dari nasionalisme Britania".[1][2]

Ideologi ini pertama kali muncul pada akhir abad ke-19 sebagai respon terhadap gerakan Irish Home Rule dan menguatnya nasionalisme Irlandia yang bercorak Katolik. Walaupun mayoritas penduduk di Irlandia menganut agama Katolik, mayoritas di Ulster menganut agama Protestan. Ulster juga lebih terindustrialisasi daripada wilayah Irlandia pada masa itu, dan juga sangat bergantung pada perdagangan dengan Britania Raya. Loyalisme bermula sebagai gerakan kaum Protestan Ulster yang menolak menjadi bagian dari Irlandia. Walaupun ada juga orang Katolik Irlandia yang mendukung Britania Raya, loyalisme Ulster menegaskan warisan budaya Protestan dan Britania. Gerakan-gerakan yang saling bertolak belakang ini menjadi salah satu penyebab Pemisahan Irlandia pada tahun 1921; sebagian besar wilayah Irlandia menjadi negara merdeka, sementara 2/3 wilayah Ulster tetap menjadi bagian dari Britania Raya. Semenjak itu, kaum loyalis ingin mempertahankan status Irlandia Utara sebagai salah satu wilayah Britania Raya.

Catatan kaki

  1. ↑ Ignatieff, Michael. Blood and Belonging: Journeys into the New Nationalism. Vintage, 1994. hlm. 184.
  2. ↑ John McGarry and Brendan O'Leary. Explaining Northern Ireland. Wiley, 1995. hlm. 92–93.


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan