Minggu, 27 September 2026
10:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Loukas Notaras

Loukas Notaras (bahasa Yunani:Λουκᾶς Νοταρᾶς; 5 April 1402 - 3 Juni 1453) adalah seorang negarawan Romawi Timur yang menjabat sebagai megas doux atau Adipati Agung (panglima tertinggi Angkatan Laut Romawi Timur) dan mesazon (menteri utama) yang terakhir di bawah pemerintahan Kaisar Ioannes VIII Palaiologos dan Konstantinos XI Palaiologos.

Loukas Notaras merupakan keturunan keluarga Yunani yang berasal dari Monemvasia. Nenek moyangnya yang paling awal yang dapat diidentifikasi sejarawan adalah sebastos Paulos yang merebut pulau Kitera dari Venesia untuk Kaisar Mikhael VIII Palaiologos pada tahun 1270.

Kutipan yang terkenal "Saya lebih baik melihat serban Turki di tengah-tengah kota (Konstantinopel) daripada mitra Latin" (bahasa Yunani:κρειττότερον ἐστὶν εἰδέναι ἐν μέσῃ τῇ Πόλει φακιόλιον βασιλεῦον Τούρκου, ἢ καλύπτραν λατινικήν) dikaitkan dengan sosok Loukas oleh sejarawan Doukas,[1] tetapi kemungkinan Loukas tidak pernah berkata seperti itu.[2] Loukas sendiri berupaya untuk mendapatkan bantuan dari negara-negara Katolik.[3]

Selama pengepungan Konstantinopel tahun 1453, Loukas memimpin pasukan di sisi barat laut Tembok Laut Konstantinopel.[4] Setelah kota tersebut jatuh, ia dan keluarganya ditangkap dan mulanya diampuni dengan imbalan kekayaan yang dimiliki olehnya. Namun, Sultan Mehmed II akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi Loukas.

Catatan kaki

  1. ↑ Doukas, 37.10; Magoulias 1975.
  2. ↑ Setton 1978, hlm. 104–105, esp. note 91.
  3. ↑ Stephen Runciman notes, "It was almost certainly Lucas Notaras who handled the negotiations with great tact; but he received no thanks for it." Runciman, The Fall of Constantinople 1453 (Cambridge: University Press, 1969), hlm. 69
  4. ↑ Donald M. Nicol, The Immortal Emperor (Cambridge: University Press, 1993), hlm. 63
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan