Jumat, 30 Oktober 2026
12:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Loukas Notaras

Bagikan:

Loukas Notaras (bahasa Yunani:Λουκᾶς Νοταρᾶς; 5 April 1402 - 3 Juni 1453) adalah seorang negarawan Romawi Timur yang menjabat sebagai megas doux atau Adipati Agung (panglima tertinggi Angkatan Laut Romawi Timur) dan mesazon (menteri utama) yang terakhir di bawah pemerintahan Kaisar Ioannes VIII Palaiologos dan Konstantinos XI Palaiologos.

Loukas Notaras merupakan keturunan keluarga Yunani yang berasal dari Monemvasia. Nenek moyangnya yang paling awal yang dapat diidentifikasi sejarawan adalah sebastos Paulos yang merebut pulau Kitera dari Venesia untuk Kaisar Mikhael VIII Palaiologos pada tahun 1270.

Kutipan yang terkenal "Saya lebih baik melihat serban Turki di tengah-tengah kota (Konstantinopel) daripada mitra Latin" (bahasa Yunani:κρειττότερον ἐστὶν εἰδέναι ἐν μέσῃ τῇ Πόλει φακιόλιον βασιλεῦον Τούρκου, ἢ καλύπτραν λατινικήν) dikaitkan dengan sosok Loukas oleh sejarawan Doukas,[1] tetapi kemungkinan Loukas tidak pernah berkata seperti itu.[2] Loukas sendiri berupaya untuk mendapatkan bantuan dari negara-negara Katolik.[3]

Selama pengepungan Konstantinopel tahun 1453, Loukas memimpin pasukan di sisi barat laut Tembok Laut Konstantinopel.[4] Setelah kota tersebut jatuh, ia dan keluarganya ditangkap dan mulanya diampuni dengan imbalan kekayaan yang dimiliki olehnya. Namun, Sultan Mehmed II akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi Loukas.

Catatan kaki

  1. ↑ Doukas, 37.10; Magoulias 1975 harvnb error: tanpa target: CITEREFMagoulias1975 (bantuan).
  2. ↑ Setton 1978, hlm. 104–105, esp. note 91. sfn error: tanpa target: CITEREFSetton1978 (bantuan)
  3. ↑ Stephen Runciman notes, "It was almost certainly Lucas Notaras who handled the negotiations with great tact; but he received no thanks for it." Runciman, The Fall of Constantinople 1453 (Cambridge: University Press, 1969), hlm. 69
  4. ↑ Donald M. Nicol, The Immortal Emperor (Cambridge: University Press, 1993), hlm. 63
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan