Sabtu, 24 Oktober 2026
02:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Los Mbako

Los Mbako

Bagikan:
250px-Los_Mbako_%283%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan los mbako.

Los Mbako adalah bangunan non-permanen yang berfungsi sebagai tempat pengeringan tembakau di wilayah Klaten, Jawa Tengah.[1] Los mbako menjadi tempat transitnya tembakau hasil panen selama masa pengeringan. Tembakau yang diolah dalam bangunan los adalah tembakau yang diperuntukkan untuk cerutu dan bukan untuk rokok rajang pada umumnya.Tembakau dalam bangunan los dilkeringan dengan metode pengasapan menggunakan perapian dari sekam padi sampai daun tembakau mengering. Los mbako dibangun dan ditempatkan pada tanah kas desa yang disewakan.[2] Masa pemakaian los adalah dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juli sampai September dan Desember sampai Maret. Dalam satu periode penggunaan los adalah 23 hari, sehingga dalam setahun total penggunaan los adalah 46 hari. Selain sebagai tempat pengeringan tembakau los juga digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk kandang.[3]

Konstruksi

Bangunan ini memiliki bentuk persegi panjang dengan rerata ukuran 100 x 18 m, serta tingginya 12 m. Los mbako dibuat dengan menggunakan bambu sebagai tiang penyangga, anyaman bambu sebagai dindingnya serta daun tebu kering untuk atapnya. Los dibangun memanjang dari utara ke selatan atau seballiknya. Hal ini dilakukan agar bangunan los tahan terhadap terpaan angin yang bertiup dari arah selatan ke utara atau sebaliknya.[3]

Sejarah

Bangunan los mulai dibangun bersamaan dengan masuknya perkebunan tembakau di Klaten dan Sukoharjo pada 1850-an.[4] Struktur bangunan ini diperkenalkan oleh Belanda dengan mengadopsi arsitektur global.[2]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Nagari, Galih Sekar Jati (2018-11-30). "LANSKAP PERKEBUNAN TEMBAKAU KEBONARUM DAN GAYAMPRIT KABUPATEN KLATEN". Berkala Arkeologi (dalam bahasa Inggris). 38 (2): 136–153. doi:10.30883/jba.v38i2.253. ISSN 2548-7132.
  2. 1 2 Nagari, Galih Sekar Jati (2018). "Lanskap PerkebunanTembakau Kebonarum dan Gayamprit Kabupaten Klaten". Berkala Arkeologi. 38 (2): 136–153. doi:10.30883/jba.v38i2.253.
  3. 1 2 Saraswati, Titien (2009). "VERNAKULARITAS LOS, BANGUNAN PENGERING TEMBAKAU DI KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH". Journal of Architecture and Built Environment. 36 (1): 65–74. doi:https://doi.org/10.9744/dimensi.36.1.pp.%2065-74.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  4. ↑ Saraswati, Titien (2008). "VERNAKULARITAS LOS, BANGUNAN PENGERING TEMBAKAU DI KABUPATEN KLATEN, JAWA TENGAH". DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) (dalam bahasa Inggris). 36 (1): 65–74. doi:10.9744/dimensi.36.1.pp. ISSN 2338-7858.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Los Mbako.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan