Kamis, 24 September 2026
12:08 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Lorelei

Lorelei

250px-Loreley_rhine_valley_wp_d_schmidt_08_07.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan karang Lorelei dari sisi kiri sungai Rhine di St. Goar.

Lorelei[a] (juga dieja sebagai Loreleï, Lore Lay, Lore-Ley, Lurley, Lurelei, dan Lurlei sepanjang sejarah) adalah tebing sabak setinggi 132 meter (433 ft), di sisi sungai Rhine di ngarai Rhine (atau Rhine Tengah) di Sankt Goarshausen, negara Jerman, bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO "Lembah Rhine Tengah Hulu".[1] Amfiteater Loreley terletang di atas tebing tersebut.

Tebing tersebut termasyhur akan musibah pelayaran yang tercatat sejak abad ke-10, dengan berbagai mitos, mulai dari kurcaci hingga siren yang dijadikan alasan banyaknya jumlah kecelakaan kapal dan gema yang keras di jalur pelayaran tersebut.[2]

Catatan

  1. Pelafalan Inggris: /ˈlɒrəl/ simak bahasa Jerman: Loreley atau Lorelei, pelafalan [loːʁəˈlaɪ̯] atau [ˈloːʁəlaɪ̯]

Referensi

  1. Centre, UNESCO World Heritage. "Upper Middle Rhine Valley". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris).
  2. "Märchen - Märchenland Deutschland - Märchen der Romantik - Goethe-Institut". www.goethe.de. Diakses tanggal 2023-01-03.
40px-Germany_flag-map-icon.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan