Selasa, 22 September 2026
20:26 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Kerajaan Langobardi

Kerajaan Langobardi

kerajaan di Eropa Selatan

Kerajaan Langobardi
Regnum Langobardorum
Regnum totius Italiae
568–814
Kerajaan Langobardi (biru) pada puncak kejayaannya pada masa Raja Aistulf (749–756)
Kerajaan Langobardi (biru) pada puncak kejayaannya pada masa Raja Aistulf (749–756)
Ibu kotaPavia
Bahasa umumLatin Vulgar
Langobardi
Agama Paganisme Jermanik (beberapa elit pada awalnya)
Kekristenan (umum)
PemerintahanMonarki elektif feudal
Raja 
 565–572
Alboin (pertama)
 774–814
Karel yang Agung (terakhir)
Era SejarahAbad Pertengahan
568
Juni 774
 Kematian Karel yang Agung
814
Mata uangTremissis
Kode ISO 3166IT
Didahului olehDigantikan oleh
40px-Simple_Labarum.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ksrKekaisaran
Romawi Suci
krjKerajaan
Italia (Kekaisaran Romawi Suci)
Kadipaten Benevento Image missing
Negara Gereja 40px-CoA_Pontifical_States_02.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kerajaan Langobardi (bahasa Latin:Regnum Langobardorum) adalah sebuah negara yang didirikan oleh suku Jermanik yang disebut Langobardi di wilayah Semenanjung Italia pada akhir abad ke-6. Raja-rajanya dipilih oleh bangsawan-bangsawan tertinggi Langobardi, yaitu adipati. Beberapa upaya untuk mendirikan dinasti di kerajaan ini telah mengalami kegagalan. Kerajaan Langobardi terbagi menjadi beberapa kadipaten yang dikuasai oleh adipati-adipati semi otonom. Setiap kadipaten lalu dibagi menjadi beberapa gastaldates di tingkatan kotapraja. Ibu kota kerajaan ini terletak di Pavia.

Kekuasaan Langobardi di Italia ditentang oleh Kekaisaran Romawi Timur yang menguasai sebagian wilayah Italia hingga pertengahan abad ke-8. Selama sejarah Kerajaan Langobardi, Romawi Timur menguasai Eksarkatus Ravenna dan Kadipaten Roma.

Seiring berjalannya waktu, orang Langobardi mulai mengikuti tradisi Romawi dan menggunakan gelar dan nama mereka. Tatkala Paulus Diakonus menulis risalahnya pada akhir abad ke-8, bahasa maupun gaya rambut dan berbusana orang Langobardi telah hilang ditelan zaman.[1] Mulanya orang Langobardi menganut bidat Kristen Arian dan bersitegang dengan Sri Paus, tetapi semenjak akhir abad ke-7 mereka beralih memeluk agama Kristen Katolik. Meskipun demikian, persitegangan dengan Sri Paus terus berlanjut dan melemahkan kerajaan mereka. Orang Franka memanfaatkan kelemahan ini dan berhasil menaklukkan kerajaan orang Langobardi pada tahun 774. Karel Agung, raja orang Franka, mengambil alih gelar "raja orang Langobardi", kendati tidak kunjung berhasil mendaulat Kadipaten Benevento, daerah terselatan orang Langobardi.

Catatan kaki

  1. "The New Cambridge Medieval History: c. 500-c. 700" oleh Paul Fouracre dan Rosamond McKitterick (halaman 8)

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan