Senin, 09 November 2026
06:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kerajaan Langobardi

Kerajaan Langobardi

kerajaan di Eropa Selatan

Bagikan:
Kerajaan Langobardi
Regnum Langobardorum
Regnum totius Italiae
568–814
Kerajaan Langobardi (biru) pada puncak kejayaannya pada masa Raja Aistulf (749–756)
Kerajaan Langobardi (biru) pada puncak kejayaannya pada masa Raja Aistulf (749–756)
Ibu kotaPavia
Bahasa umumLatin Vulgar
Langobardi
Agama Paganisme Jermanik (beberapa elit pada awalnya)
Kekristenan (umum)
PemerintahanMonarki elektif feudal
Raja 
• 565–572
Alboin (pertama)
• 774–814
Karel yang Agung (terakhir)
Era SejarahAbad Pertengahan
568
Juni 774
• Kematian Karel yang Agung
814
Mata uangTremissis
Kode ISO 3166IT
Didahului olehDigantikan oleh
40px-Simple_Labarum.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ksrKekaisaran
Romawi Suci
krjKerajaan
Italia (Kekaisaran Romawi Suci)
Kadipaten Benevento Image missing
Negara Gereja 40px-CoA_Pontifical_States_02.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kerajaan Langobardi (bahasa Latin:Regnum Langobardorum) adalah sebuah negara yang didirikan oleh suku Jermanik yang disebut Langobardi di wilayah Semenanjung Italia pada akhir abad ke-6. Raja-rajanya dipilih oleh bangsawan-bangsawan tertinggi Langobardi, yaitu adipati. Beberapa upaya untuk mendirikan dinasti di kerajaan ini telah mengalami kegagalan. Kerajaan Langobardi terbagi menjadi beberapa kadipaten yang dikuasai oleh adipati-adipati semi otonom. Setiap kadipaten lalu dibagi menjadi beberapa gastaldates di tingkatan kotapraja. Ibu kota kerajaan ini terletak di Pavia.

Kekuasaan Langobardi di Italia ditentang oleh Kekaisaran Romawi Timur yang menguasai sebagian wilayah Italia hingga pertengahan abad ke-8. Selama sejarah Kerajaan Langobardi, Romawi Timur menguasai Eksarkatus Ravenna dan Kadipaten Roma.

Seiring berjalannya waktu, orang Langobardi mulai mengikuti tradisi Romawi dan menggunakan gelar dan nama mereka. Tatkala Paulus Diakonus menulis risalahnya pada akhir abad ke-8, bahasa maupun gaya rambut dan berbusana orang Langobardi telah hilang ditelan zaman.[1] Mulanya orang Langobardi menganut bidat Kristen Arian dan bersitegang dengan Sri Paus, tetapi semenjak akhir abad ke-7 mereka beralih memeluk agama Kristen Katolik. Meskipun demikian, persitegangan dengan Sri Paus terus berlanjut dan melemahkan kerajaan mereka. Orang Franka memanfaatkan kelemahan ini dan berhasil menaklukkan kerajaan orang Langobardi pada tahun 774. Karel Agung, raja orang Franka, mengambil alih gelar "raja orang Langobardi", kendati tidak kunjung berhasil mendaulat Kadipaten Benevento, daerah terselatan orang Langobardi.

Catatan kaki

  1. ↑ "The New Cambridge Medieval History: c. 500-c. 700" oleh Paul Fouracre dan Rosamond McKitterick (halaman 8)

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan