Kamis, 01 Oktober 2026
20:53 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Lo han kuo

Lo han kuo

Bagikan:

Lo han kuo, luohan guo atau buah biksu (Siraitia grosvenorii) adalah terna dalam suku labu-labuan. Tumbuhan ini berasal dari Tiongkok bagian selatan dan Thailand bagian utara. Tumbuhan ini digunakan untuk menghasilkan mogrosida yang 250 kali lebih manis dari gula meja[1] yang digunakan sebagai pemanis rendah kalori untuk minuman dan dalam pengobatan tradisional Tionghoa.

Lo han kuo
250px-Fructus_Momordicae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Siraitia grosvenorii (Buah lo han kuo)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Cucurbitales
Famili: Cucurbitaceae
Genus: Siraitia
Spesies:
S. grosvenorii
Nama binomial
Siraitia grosvenorii
Sinonim[2]

Momordica grosvenorii Swingle
Thladiantha grosvenorii (Swingle) C.Jeffrey

Siraitia grosvenorii (lo han kuo)
Hanzi tradisional: 羅漢果
Hanzi sederhana: 罗汉果
Makna harfiah: "Buah arhat"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: luóhàn guǒ
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: lóh-hon gwó
- Jyutping: lo4-hon3 gwo2

Nama spesiesnya dinamai untuk menghormati Gilbert Hosvey Grosvenor selaku ketua Yayasan National Geographic yang di mana beliau pernah mendanai ekspedisi untuk menemukan tanaman hidup di Tiongkok di tahun 1930-an, yang pada saat itu juga pernah dibudidayakan.[3]

Khasiat

Dalam pengobatan tradisional Tionghoa, lo han kuo berkhasiat untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.[4][5]

Referensi

  1. ↑ Itkin, M.; Davidovich-Rikanati, R.; Cohen, S.; et al. (2016). "The biosynthetic pathway of the nonsugar, high-intensity sweetener mogroside V from Siraitia grosvenorii". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 113 (47): E7619–E7628. Bibcode:2016PNAS..113E7619I. doi:10.1073/pnas.1604828113. PMC 5127336. PMID 27821754.
  2. ↑ "The Plant List".
  3. ↑ Walter T. Swingle (1941). "Momordica grosvenori sp. nov.: The source of the Chinese Lo Han Kuo". Journal of the Arnold Arboretum. 22 (2): 197–203. doi:10.5962/p.183529. S2CID 90949182.
  4. ↑ Dharmananda S (2004). "Luo han guo: Sweet fruit used as sugar substitute and medicinal herb". Institute for Traditional Medicine Online. Diakses tanggal 30 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Ling Yeouruenn, A New Compendium of Materia Medica, 1995 Science Press, Beijing

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan