Minggu, 01 November 2026
09:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Liudolf dari Sachsen

Liudolf dari Sachsen

Bagikan:
Liudolf%2C_Duke_of_Saxony.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Silsilah Wangsa Ottonian, Ludolf dux Saxonie di atas Chronica sancti Pantaleonis, Cologne, dari abad ke-12

Liudolf (lahir di sekitar tahun 805, meninggal 12 Maret 864 atau 866) merupakan seorang pejabat Sachsen, putra comte (Graf) Brun (Brunhart)[1] dan istrinya Gisla von Verla;[2] kemudian para penulis menyebutnya sebagai adipati Sachsen Timur (dux orientalis Saxonum, mungkin sejak tahun 850) dan Comte Ostfalen. Liudolf memperluas kekuasaannya di Sachsen timur, dan merupakan seorang pemimpin (dux) di dalam peperangan Raja Ludwig si Jerman melawan Bangsa Norman dan Slavia. Liudolfing yang memerintah, juga dikenal sebagai Wangsa Ottonian, yang dinamakan sepertinya; ia merupakan anggota tertua yang terbukti.

Sebelum tahun 830 Liudolf menikahi Oda, putri Suku Franka princeps yang bernama Wangsa Billung dan istrinya Aeda. Oda meninggal pada tanggal 17 Mei 913, diperkirakan pada usia 107 tahun.[3]

Mereka memiliki enam orang anak:[4]

Dengan menikahi putri seorang bangsawan Suku Franka, Liudolf mengikuti saran yang dianjurkan oleh Karel yang Agung mengenai pemastian integritas Kerajaan Franka melalui pernikahan setelah akibat Perang Sachsen.

Pada tahun 845/846, Liudolf dan istrinya melakukan perjalanan ke Roma untuk meminta Paus Sergius II mengizinkan pendirian sebuah biara, yang akan didirikan di wilayah gereja di Brunshausen pada sekitar tahun 852, dan pindah pada tahun 881 untuk membentuk Biara Gandersheim. Putri Liudolf yang masih kecil Hathumoda menjadi kepala biarawatinya yang pertama.

Liudolf dimakamkan di Brunshausen.

Catatan

  1. ↑ The Encyclopaedia Britannica, Vol 24, Ed. Hugh Chisholm, (1911), 268.
  2. ↑ de:Liudolf (Sachsen)
  3. ↑ Saint Odilo (Abbot of Cluny), Queenship and sanctity: The lives of Mathilda and The epitaph of Adelheid, translated by Sean Gilsdorf, (Catholic University of America Press, 2004), 24.
  4. ↑ Althoff, Gerd, Christopher Carroll, Family, friends and followers: political and social bonds in medieval Europe, (Cambridge University Press, 2004), 38.
  5. ↑ The rise of the medieval world, 500-1300: a biographical dictionary, Ed. Jana K. Schulman, (Greenwood Press, 2002), 271.
  6. ↑ The rise of the medieval world, 500-1300: a biographical dictionary, 271.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan