Selasa, 20 Oktober 2026
00:52 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Litium karbida

senyawa kimia

Bagikan:
Litium karbida
Wireframe model of lithium carbide
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Lithium carbide
Nama IUPAC (sistematis)
Dilithium(1+) ethyne
Nama lain
Dilitium asetilida

Litium dikarbon

Litium perkarbida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/C2.2Li/c1-2;;/q-2;2*+1 checkY
    Key: ARNWQMJQALNBBV-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1S/C2.2Li/c1-2;;/q-2;2*+1
    Key: ARNWQMJQALNBBV-UHFFFAOYSA-N
  • InChI=1/C2.2Li/c1-2;;/q-2;2*+1
    Key: ARNWQMJQALNBBV-UHFFFAOYAB
  • [Li+].[Li+].[C-]#[C-]
Sifat
Li2C2
Massa molar 37,9034 g/mol
Densitas 1,3 g/cm³[1]
Titik lebur > 550 °C
Kelarutan tidak larut dalam pelarut organik
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Litium karbida, Li2C2, sering dikenal sebagai dilitium asetilida, adalah senyawa kimia dari litium dan karbon, suatu asetilida. Ia merupakan senyawa antara yang dihasilkan selama prosedur penanggalan radiokarbon. Li2C2 adalah salah satu dari serangkaian senyawa litium-karbon yang meliputi senyawa kaya litium: Li4C, Li6C2, Li8C3, Li6C3, Li4C3, Li4C5, dan senyawa interkalasi grafit [en]: LiC6, LiC12, dan LiC18.

Li2C2 adalah senyawa kaya litium yang paling stabil secara termodinamika[2] dan satu-satunya yang dapat diperoleh langsung dari unsurnya. Ia pertama kali dibuat oleh Moissan, pada tahun 1896[3] yang mereaksikan arang dengan litium karbonat. Senyawa kaya litium lainnya dibuat dengan mereaksikan uap litium dengan hidrokarbon terklorinasi [en], misalnya CCl4.

Litium karbida kadang-kadang dibingungkan dengan obat litium karbonat, Li2O3, karena kemiripan namanya.

Preparasi dan kimia

Dalam laboratorium, sampel dapat disiapkan dengan memberi perlakuan asetilena dengan larutan litium dalam amonia.

C 2 H 2 + 2 Li ⟶ Li 2 C 2 + H 2 {\displaystyle {\ce {C2H2 + 2Li -> Li2C2 + H2}}} {\displaystyle {\mathrm {C} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}2\,\mathrm {Li} {}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {C} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}}}

Sampel disiapkan dengan cara ini umumnya memiliki kristal buruk. Sampel kristal dapat disiapkan melalui reaksi antara leburan litium dan grafit pada suhu di atas 1000 °C.[2] Li2C2 dapat pula disiapkan melalui reaksi CO2 dengan lelehan litium.

Litium karbida mudah terhidrolisis membentuk asetilena:

C 2 Li 2 + H 2 O ⟶ C 2 H 2 + LiOH {\displaystyle {\ce {C2Li2 + H2O -> C2H2 + LiOH}}} {\displaystyle {\mathrm {C} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {Li} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {O} {}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {C} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}\mathrm {H} {\vphantom {A}}_{\smash[{t}]{2}}{}+{}\mathrm {LiOH} }}

Struktur

Li2C2 adalah senyawa fase Zintl dan berada sebagai garam, 2Li+C22−. Reaktivitasnya, ditambah sulitnya menumbuhkan kristal tunggal yang sesuai, mengakibatkan kesulitan dalam menentukan struktur kristalnya. Ia mengadopsi struktur kristal anti-fluorit terdistorsi, mirip dengan rubidium peroksida (Rb2O2) dan sesium peroksida (Cs2O2). Masing-masing atom Li dikelilingi oleh enam atom karbon dari 4 asetilida yang berbeda.[2][4] Jarak C-C teramati adalah 120 pm, menandakan adanya ikatan rangkap tiga C≡C. Pada suhu tinggi, Li2C2 bertransformasi reversibel menjadi struktur kubik anti-fluorit.[5]

Penggunaan dalam penanggalan radiokarbon

Terdapat sejumlah prosedur yang berlaku, beberapa dilakukan dengan membakar sampel menghasilkan CO2 yang kemudian direaksikan dengan litium, dan metode lainnya dengan mereaksikan langsung sampel yang mengandung karbon dengan logam litium.[6] Hasilnya adalah sama: Li2C2 dihasilkan, yang kemudian dapat digunakan untuk membuat spesies lain seperti asetilena dan benzena.[7] Perlu dicatat bahwa litium nitrida dapat terbentuk dan ini menghasilkan amonia ketika dihidrolisis, yang akan mengkontaminasi gas asetilena.

Referensi

  1. ↑ R. Juza; V. Wehle; H.-U. Schuster (1967). "Zur Kenntnis des Lithiumacetylids". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie. 352 (5–6): 252. doi:10.1002/zaac.19673520506.
  2. 1 2 3 Ruschewitz, Uwe (September 2003). "Binary and ternary carbides of alkali and alkaline-earth metals". Coordination Chemistry Reviews. 244 (1–2): 115–136. doi:10.1016/S0010-8545(03)00102-4.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ H. Moissan Comptes Rendus hebd. Seances Acad. Sci. 122, 362 (1896)
  4. ↑ Juza, Robert; Opp, Karl (November 1951). "Metallamide und Metallnitride, 24. Mitteilung. Die Kristallstruktur des Lithiumamides". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie (dalam bahasa German). 266 (6): 313–324. doi:10.1002/zaac.19512660606.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ U. Ruschewitz; R. Pöttgen (1999). "Structural Phase Transition in Li2C2". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie. 625 (10): 1599–1603. doi:10.1002/(SICI)1521-3749(199910)625:10<1599::AID-ZAAC1599>3.0.CO;2-J.
  6. ↑ Swart E.R. (1964). "The direct conversion of wood charcoal to lithium carbide in the production of acetylene for radiocarbon dating". Cellular and Molecular Life Sciences. 20: 47. doi:10.1007/BF02146038.
  7. ↑ "University of Zurich Radiocarbon Laboratory webpage". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-08-01. Diakses tanggal 2017-08-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan