Jumat, 06 November 2026
21:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kepiting raja

Kepiting raja

Bagikan:
Kepiting raja
Rentang waktu: Early Miocene – Recent
250px-Spiny_king_crab_md.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paralithodes californiensis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Subordo: Pleocyemata
(tanpa takson): Reptantia
Infraordo: Anomura
Superfamili: Paguroidea
Samouelle, 1819
Famili: Lithodidae
Samouelle, 1819
Genera

Hapalogastrinae Brandt, 1850

Lithodinae Samouelle, 1819

Artikel takson sembarang

Kepiting raja adalah sebutan umum untuk anggota famili Lithodidae, sekelompok krustasea laut besar yang menyerupai kepiting sejati dan banyak ditemukan di perairan dingin Samudra Pasifik Utara. Meskipun disebut "kepiting", mereka sebenarnya merupakan bagian dari kelompok yang lebih dekat dengan kelomang (infraordo Anomura), bukan kepiting sejati (infraordo Brachyura).[1]

Deskripsi

Kepiting raja dapat tumbuh hingga ukuran yang sangat besar, dengan rentang kaki mencapai lebih dari 1,8 meter dan berat lebih dari 10 kilogram pada spesies tertentu seperti Paralithodes camtschaticus (Kepiting raja merah). Tubuh mereka keras, berduri, dan memiliki lima pasang kaki; sepasang pertama memiliki capit besar, dan sepasang terakhir tersembunyi di bawah karapas.

Sebagian besar spesies memiliki warna merah keunguan saat hidup dan berubah menjadi merah cerah setelah dimasak, karena pigmen astaksantin yang stabil terhadap panas.

Habitat dan distribusi

Kepiting raja hidup di laut dalam yang dingin, biasanya di kedalaman 20 hingga 300 meter, dan ditemukan di dasar berlumpur atau berpasir. Mereka tersebar di Samudra Pasifik Utara, khususnya di perairan Alaska, Rusia Timur Jauh, dan Jepang Utara. Spesies seperti Paralithodes camtschaticus juga telah diperkenalkan ke Laut Barents.[2]

Pemanfaatan

Kepiting raja sangat dihargai sebagai makanan laut mewah dan merupakan komoditas penting dalam industri perikanan. Penangkapan komersial banyak dilakukan di Alaska dan Rusia. Karena populasi mereka rentan terhadap eksploitasi berlebihan, beberapa wilayah telah menetapkan musim tangkap terbatas dan kuota.[3]

Klasifikasi

HinggaMei 2025[update], terdapat 15 genera kepiting raja dalam dua subfamili,[4][5][6] yang mencakup:[4]

Hapalogastrinae

Lithodinae

Evolusi dan taksonomi

Secara filogenetik, kepiting raja berasal dari nenek moyang kelomang dan menunjukkan fenomena evolusi konvergen karena bentuknya menyerupai kepiting sejati. Proses ini dikenal sebagai "karsinisasi", yakni perubahan morfologi menuju bentuk menyerupai kepiting.[8]

Referensi

  1. ↑ McLaughlin, P. A., et al. (2007). "A Phylogeny of the Anomura (Crustacea: Decapoda) based on morphology and molecular data". *Zoological Journal of the Linnean Society*, 150(1), 1–79. https://doi.org/10.1111/j.1096-3642.2007.00281.x
  2. ↑ Orlov, Y. I., & Ivanov, B. G. (1978). On the introduction of the Kamchatka king crab to the Barents Sea. *ICES Journal of Marine Science*, 38(3), 267–269.
  3. ↑ NOAA Fisheries. (2022). Alaska King Crab Fisheries. https://www.fisheries.noaa.gov/species/king-crab
  4. 1 2 WoRMS (2023). "Lithodidae Samouelle, 1819". World Register of Marine Species.
  5. ↑ Poore & Ahyong 2023, hlm. 311–312. sfn error: tanpa target: CITEREFPooreAhyong2023 (bantuan)
  6. ↑ McLaughlin, Patsy A.; Komai, Tomoyuki; Lemaitre, Rafael; Rahayu, Dwi Listyo (2010-10-31). Low, Martyn E. Y.; Tan, S. H. (ed.). "Annotated checklist of anomuran decapod crustaceans of the world (exclusive of the Kiwaoidea and families Chirostylidae and Galatheidae of the Galatheoidea) Part I – Lithodoidea, Lomisoidea and Paguroidea" (PDF). The Raffles Bulletin of Zoology. Suppl. 23: 5–107. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2016-04-17 – via the Natural History Museum of Los Angeles County.
  7. ↑ de Grave, Sammy; Ahyong, Shane T. (2022). "Echidnocerus White, 1842, an overlooked senior synonym of Lopholithodes Brandt, 1848 (Decapoda, Lithodidae)". Crustaceana. 95 (7): 861–865. Bibcode:2022Crust..95..861D. doi:10.1163/15685403-bja10223. S2CID 252517428.
  8. ↑ Scholtz, G. (2014). Evolution of crabs—history and deconstruction of a prime example of convergence. *Contributions to Zoology*, 83(2), 87–105.

Pranala luar

  1. 1 2 Known as Lopholithodes Brandt, 1848 until 2022 after the senior synonym Echidnocerus was rediscovered.[7]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan