Selasa, 27 Oktober 2026
13:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Listrik rendah karbon

Listrik rendah karbon

Bagikan:
330px-Low-carbon-share-energy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Porsi energi utama dari sumber rendah-karbon, 2018.

Listrik rendah-karbon atau tenaga rendah-karbon adalah listrik yang dibangkitkan dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah secara signifikan selama seluruh siklusnya daripada pembangkitan tenaga yang menggunakan bahan bakar fosil.[butuh rujukan]Transisi energi ke tenaga rendah karbon adalah salah satu aksi yang paling penting yang dibutuhkan untuk membatasi perubahan iklim.[1]

Sumber pembangkitan tenaga rendah-karbon mencakup tenaga angin, tenaga surya, tenaga nuklir, dan kebanyakan tenaga air.[2][3]

Referensi

  1. ↑ "Global Electricity Review 2021". Ember (dalam bahasa Inggris (Britania)). 28 Maret 2021. Diakses tanggal 2021-04-07.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Warner, Ethan S. (2012). "Life Cycle Greenhouse Gas Emissions of Nuclear Electricity Generation". Journal of Industrial Ecology. 16: S73–S92. doi:10.1111/j.1530-9290.2012.00472.x. S2CID 153286497.
  3. ↑ "The European Strategic Energy Technology Plan SET-Plan Towards a low-carbon future" (PDF). 2010. hlm. 6. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 Februari 2014. ... nuclear plants ... currently provide 1/3 of the EU's electricity and 2/3 of its low-carbon energy.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan