| Kombinasi dari | |
|---|---|
| Tiroksin | Hormon tiroid |
| Triiodotironina | Hormon tiroid |
| Data klinis | |
| Nama dagang | Thyrolar |
| AHFS/Drugs.com | Multum Consumer Information |
| Rute pemberian | Oral |
| Kode ATC | |
| Status hukum | |
| Status hukum |
|
| Pengenal | |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| DrugBank | |
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| KEGG | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
Liotriks adalah campuran sintetis tiroksin (T4) dan triiodotironina (T3) dengan perbandingan 4:1. Obat ini digunakan untuk menggantikan hormon tiroid pada kondisi kekurangan hormon tiroid dan hipotiroidisme.
Sebelum tahun 2008, Forest Laboratories mengeluarkan pernyataan berikut terkait terbatasnya ketersediaan liotriks: "U.S. Pharmacopeia, sebuah otoritas resmi penetap standar publik untuk obat resep, obat yang dijual bebas, dan produk perawatan kesehatan lainnya yang diproduksi atau dijual di Amerika Serikat, telah menetapkan spesifikasi baru untuk komponen yang digunakan dalam pembuatan Thyrolar. Akibatnya, semua kadar dosis Thyrolar saat ini mengalami penundaan pasokan jangka panjang, sementara modifikasi yang diperlukan untuk memenuhi spesifikasi baru tersebut sedang dilakukan."[1]
Indikasi
Penggunaan yang paling umum adalah untuk pengobatan hipotiroidisme melalui suplementasi.[2][3] Penggunaan lainnya meliputi:
- Tiroiditis Hashimoto
- Hipotiroidisme kongenital
- Pengobatan gondok dengan penekanan hormon perangsang tiroid (TSH)
- Penatalaksanaan kanker tiroid
- Sebagai agen dalam diagnosis banding hipertiroidisme dan otonomi kelenjar tiroid
Efek samping
Efek samping terutama disebabkan oleh overdosis kronis yang tidak disengaja. Gejalanya menyerupai hipertiroidisme dan meliputi sakit kepala, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dispnea (sesak napas), gemetar, berkeringat, diare, dan penurunan berat badan. Efek-efek ini dapat dikurangi melalui titrasi tingkat dosis, namun hal ini harus dilakukan oleh dokter yang meresepkan obat.[4] Efek kardiovaskular simpatomimetik—termasuk palpitasi jantung, nyeri dada, aritmia, berkeringat, dan kecemasan—memerlukan penanganan medis segera.[5] Hal ini terutama berlaku jika tanda-tanda tersebut muncul pada pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular, misalnya pasien dengan riwayat keluarga atau riwayat pribadi berupa serangan jantung, penyakit kardiovaskular, strok, atau arteriosklerosis.[2] Kerontokan rambut terkadang terjadi pada beberapa bulan pertama pengobatan, namun bersifat reversibel (dapat pulih kembali). Kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya tanpa perlu mengubah pengobatan.[5]
Kontraindikasi
Agen tiroid tidak boleh digunakan untuk mengobati obesitas, terutama pada pasien eutiroid. Dosis reguler pada pasien hipotiroid dapat diterima, namun hanya dalam konteks pengobatan hipotiroidisme. Dosis berlebihan (serta dosis reguler pada pasien eutiroid) dapat menyebabkan kejadian kardiovaskular yang mengancam jiwa. Pasien sebaiknya disarankan untuk tidak mengonsumsi agen simpatomimetik—termasuk stimulan dan obat pelangsing—selama menjalani pengobatan hipotiroidisme, karena agen-agen tersebut meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular.[6]
Referensi
- ↑ "Thyrolar". Forest Pharmaceuticals, Inc. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Agustus 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Liotrix (Professional Patient Advice)".
- ↑ Skidmore-Roth L (2015). "Liotrix". Mosby's 2015 nursing drug reference (Edisi Twenty-eight). Saint Louis, Missouri: Elsevier Health Sciences. hlm. 713. ISBN 978-0-323-28693-0.
- ↑ "LIOTRIX - ORAL (Thyrolar) side effects, medical uses, and drug interactions". MedicineNet.
- 1 2 "Thyrolar (Liotrix) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". MedScape.
- ↑ "Thyrolar (Liotrix) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more". MedScape.