Senin, 12 Oktober 2026
07:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Lion Feuchtwanger

Lion Feuchtwanger

Bagikan:
250px-Lf_muchen_1909_b1.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lion Feuchtwanger (1909)

Lion Feuchtwanger (1884-1958) adalah seorang penulis berkebangsaan Jerman yang lahir pada tanggal 7 Juli 1884, di Munich, Jerman. Lion berasal dari keluarga Yahudi yang kaya raya. Lion adalah seorang anggota terhormat dari angkatan sastra Jerman setelah Perang Dunia I. Novel “Success” ciptaannya menjadi salah satu karya besar pada abad ke-20. Lion hidup dan menulis dalam pengasingan di akhir masa hayatnya.[1]

Lion menempuh pendidikan tinggi di Universitas Berlin dan Munich pada bidang filsafat, sastra, serta bahasa kuno dan modern. Selain sibuk kuliah, ia sekaligus mendalami hobinya di bidang teater. Ia bahkan sempat menulis naskah teater tentang tiga cerita dalam Perjanjian Lama, yaitu: Yoel, Raja Saul, dan Istri Uriah (1905-1906).

Setelah lulus kuliah, ia menjadi kritikus teater untuk Die Schaubühne (The Stage) pada tahun 1908 sampai 1911. Ia menikah dengan Martha Loffler pada tahun 1912.

Beberapa waktu setelah meletus Perang Dunia I, pada tahun 1914, ia ditangkap dan dipenjara saat berada di Tunisia karena dianggap sebagai musuh. Ia kembali ke Jerman dan menjadi tentara setelah berhasil meloloskan diri dari tahanan. Setelah Lion keluar dari dinas militer, ia menulis beberapa naskah teater anti-perang (salah satunya berjudul “Peace” dan diinspirasi dari naskah teater karya Aristophanes). Akan tetapi, semangat patriotisme selama masa perang membuat Lion mendapatkan tekanan dari banyak pihak. Lion akhirnya kembali ke Berlin dan menyelesaikan kuliahnya. Ia menerima gelar Ph. D. di bidang sastra pada tahun 1918. Tesis yang ditulis Lion berfokus pada sosok penyair Jerman-Yahudi abad ke-19 yang terkenal, Heinrich Heine.

Referensi

  1. ↑ "Lion Feuchtwanger Facts". biography.yourdictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-29. Diakses tanggal 2017-11-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan