Senin, 02 November 2026
03:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lion Feuchtwanger

Lion Feuchtwanger

Bagikan:
250px-Lf_muchen_1909_b1.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lion Feuchtwanger (1909)

Lion Feuchtwanger (1884-1958) adalah seorang penulis berkebangsaan Jerman yang lahir pada tanggal 7 Juli 1884, di Munich, Jerman. Lion berasal dari keluarga Yahudi yang kaya raya. Lion adalah seorang anggota terhormat dari angkatan sastra Jerman setelah Perang Dunia I. Novel “Success” ciptaannya menjadi salah satu karya besar pada abad ke-20. Lion hidup dan menulis dalam pengasingan di akhir masa hayatnya.[1]

Lion menempuh pendidikan tinggi di Universitas Berlin dan Munich pada bidang filsafat, sastra, serta bahasa kuno dan modern. Selain sibuk kuliah, ia sekaligus mendalami hobinya di bidang teater. Ia bahkan sempat menulis naskah teater tentang tiga cerita dalam Perjanjian Lama, yaitu: Yoel, Raja Saul, dan Istri Uriah (1905-1906).

Setelah lulus kuliah, ia menjadi kritikus teater untuk Die Schaubühne (The Stage) pada tahun 1908 sampai 1911. Ia menikah dengan Martha Loffler pada tahun 1912.

Beberapa waktu setelah meletus Perang Dunia I, pada tahun 1914, ia ditangkap dan dipenjara saat berada di Tunisia karena dianggap sebagai musuh. Ia kembali ke Jerman dan menjadi tentara setelah berhasil meloloskan diri dari tahanan. Setelah Lion keluar dari dinas militer, ia menulis beberapa naskah teater anti-perang (salah satunya berjudul “Peace” dan diinspirasi dari naskah teater karya Aristophanes). Akan tetapi, semangat patriotisme selama masa perang membuat Lion mendapatkan tekanan dari banyak pihak. Lion akhirnya kembali ke Berlin dan menyelesaikan kuliahnya. Ia menerima gelar Ph. D. di bidang sastra pada tahun 1918. Tesis yang ditulis Lion berfokus pada sosok penyair Jerman-Yahudi abad ke-19 yang terkenal, Heinrich Heine.

Referensi

  1. ↑ "Lion Feuchtwanger Facts". biography.yourdictionary.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-29. Diakses tanggal 2017-11-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan