Minggu, 01 November 2026
15:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Liem Tjong Hie

Bagikan:

Liem Tjong Hie (15 Januari 1906 – 0 April 1991) adalah seorang dosen dan penutur bahasa Esperanto.[1]

Biografi

Pada masa kecil, Liem belajar di berbagai sekolah Belanda di Semarang. Ia menjadi penggiat bahasa Esperanto pada tahun 1919, ketika ia masih berumur tiga belas tahun.[2]

Ia berusia delapan belas tahun ketika menjadi delegasi Asosiasi Esperanto Sedunia pada tahun 1924. Pada tahun itu, ia juga menerjemahkan dan menerbitkan buku Esperanto pertama tentang budaya Jawa berjudul Javaj legendoj kaj fabloj (bahasa Jawa: "Legenda-legenda dan fabel-fabel Jawa"). Pada tahun 1925, ia mendirikan majalah Hinda Esperantisto dan menjadi penyunting.[1] Ia juga mendirikan penerbit dan tempat kursus Centraal Esperanto-Bureau & -Instituut. Pada tahun 1927, Liem menerjemahkan dan menerbitkan buku karya Multatuli berjudul Hikajat Saidjah dan Adinda ke dalam bahasa Esperanto (Historio de Saidjah kaj Adinda). Pada tahun 1929, Liem mendirikan asosiasi Unuiĝo de Geesperantistoj en Nederlanda Hindujo (bahasa Indonesia: "Persatuan Esperantis di Hindia Belanda"). Pada bulan Desember 1929, persatuan itu hanya memiliki sebelas anggota.[3] Ia juga menerjemahkan buku asas bahasa Esperanto Fundamento de Esperanto ke dalam bahasa Indonesia.

Ia merupakan delegasi Asosiasi Esperanto Sedunia hingga pada tahun 1989. Ia merupakan dosen Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.[1]

Karya

  • Liem Tjong Hie, Javaj legendoj kaj fabloj (1924).
    • Buku bahasa Esperanto pertama tentang budaya Jawa.
  • Multatuli (diterjemahkan oleh Liem ke dalam bahasa Esperanto), Historio de Saidjah kaj Adinda (1927).
  • E. Ĉefeĉ (diterjemahkan oleh Liem ke dalam bahasa Melayu), Ŝlosiloj (1929).
  • Liem Tjong Hie, Apa itoe Esperanto? (1933).
    • Brosur informasi.[1] Terbitan Centraal Esperanto-Bureau & -Instituut.
  • Hie Kiguj (pseudonim dari Liem), La varma sudo kaj la frosta nordo (Tiongkok, 1966).

Referensi

  1. 1 2 3 4 "LIEM Tjong Hie". Esperanto en Indonezio. 13 Juni 2017.{{cite web}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. ↑ Goes 2015, hlm. 454.
  3. ↑ Goes 2015, hlm. 447.
Daftar pustaka
  • Goes, Heidi (2015). The Esperanto movement in the Dutch East Indies and Indonesia.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan