Rabu, 23 September 2026
15:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Kolom Sidang Mahkamah Konstitusi Uji Materi UU Kesehatan, Perlindungan Dokter Jadi Sorotan Politik Pendidikan Gibran di UTS Insearch Australia Dipermasalahkan dalam PHPU Regional Kembalinya Bechi ke Ponpes Picu Kekhawatiran, Bapas Diminta Awasi Ketat
Library Company of Philadelphia

Library Company of Philadelphia

museum di Amerika Serikat

lossy-page1-250px-Library_Company_of_Philadelphia%2C_Locust_Street%2C_Philadelphia%2C_Pennsylvania_LCCN2007684764.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Library Company of Philadelphia.

Library Company of Philadelphia (LCP) adalah sebuah organisasi nirlaba yang berlokasi di Locust Street di Center City, Philadelphia. Didirikan sebagai perpustakaan pada tahun 1731 oleh Benjamin Franklin, Library Company of Philadelphia telah mengumpulkan salah satu koleksi manuskrip dan bahan cetak paling bersejarah dan bernilai di Amerika Serikat.[1]

Ukuran koleksi saat ini sekitar 500.000 buku dan 70.000 item lainnya, termasuk 2.150 item yang pernah dimiliki Franklin, koleksi besar pamflet dan efemera abad ke-17 dan era Revolusi, peta, serta keseluruhan perpustakaan yang dihimpun pada abad ke-18 dan ke-19. Koleksi tersebut juga mencakup edisi pertama Moby-Dick dan Leaves of Grass.[1]

Sejarah

Abad ke-18

The Library Company of Philadelphia berdiri pada 1731 sebagai perpustakaan langganan pertama di Amerika, diprakarsai Benjamin Franklin dan anggota Junto untuk menyediakan akses buku yang sebelumnya mahal dan langka. Perpustakaan berkembang melalui iuran anggota, donasi, serta pengiriman buku dari London. Koleksinya menonjol dalam bidang sejarah, ilmu pengetahuan, geografi, dan sastra. Lembaga ini berfungsi sebagai pusat intelektual kolonial, meminjamkan alat ilmiah, dan melayani para delegasi Kongres Kontinental serta Konvensi Konstitusi. Pada 1789–1791, perpustakaan memperoleh gedung permanen rancangan William Thornton dan koleksi tambahan dari Loganian Library, menjadikannya salah satu koleksi terbaik di Amerika Utara.[2]

Hampir setiap karya penting tentang teori politik, sejarah, hukum, dan kenegaraan (serta banyak hal lainnya) dapat ditemukan di rak-rak Library Company, begitu pula berbagai risalah dan tulisan polemis oleh para penulis Amerika maupun Eropa. Dan hampir semua karya yang berpengaruh dalam membentuk pola pikir para Perumus bangsa itu masih terdapat di rak Library Company hingga kini.[1]

Abad ke-19

Pada abad ke-19, koleksi Library Company semakin meluas hingga menjadikannya salah satu dari lima perpustakaan besar di Amerika. Bequest besar Dr. James Rush memicu pembangunan Ridgway Library di South Philadelphia, yang kemudian dianggap terlalu jauh dari pusat kota. Untuk mengatasi hal ini, gedung baru rancangan Frank Furness dibuka pada 1880 di lokasi yang lebih sentral. Pada akhir abad, berdirilah Free Library of Philadelphia sebagai lembaga terpisah dan terbuka untuk umum.

Abad ke-20

Memasuki abad ke-20, krisis ekonomi terutama saat Great Depression memaksa penjualan gedung Locust Street dan konsolidasi koleksi di Ridgway Library. Setelah Perang Dunia II, lembaga ini mengalami revitalisasi di bawah Edwin Wolf II, yang menekankan fungsi sebagai perpustakaan riset sejarah. Pada 1965–1966, Library Company kembali menempati gedung baru di Locust Street—juga disebut Ridgway Library—dan mengukuhkan posisinya sebagai pusat penelitian sejarah Amerika yang terkemuka.

Referensi

  1. 1 2 3 https://www.librarycompany.org/about/Instance.pdf
  2. "Beginnings". Digital Public Library of America (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan