Selasa, 27 Oktober 2026
03:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Leucaena diversifolia

Bagikan:

Leucaena diversifolia[1] merupakan tumbuhan dari famili Fabaceae asli Amerika Utara.[2] Tumbuhan ini telah diintroduksi ke berbagai negara sebagai pakan ternak.[3] Tumbuhan ini bersifa invasif.[4] Tumbuhan ini berbentuk pohon kecil dengan batang berkayu, daun majemuk dan menyirip ganda berwarna hijau, bungan kecil berwarna hijau yang terususn membulat, serta buah berupa polong pipih. Tumbuhan ini tumbuh di lahan terbuka, tepi jalan, maupun di kawasan hutan sekunder.

Referensi

  1. ↑ "Leucaena diversifolia (Schltdl.) Benth". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 10 Mei 2022. Vernacular; Chalip, Guache, Guaje, Guaje Blanco, Guaje Del Rio, Guajillo, Guash, Guashi, Shashib, Shashibte, Wild Tamarind{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Barstow, M. & & Hughes, C.E. (2020). "Leucaena diversifolia". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T136745619A136745790. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-1.RLTS.T136745619A136745790.en. Diakses tanggal 9 April 2025.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Leucaena diversifolia". Tropical Forages. International Center for Tropical Agriculture. 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 25 September 2022. Diakses tanggal 10 Mei 2022. Common names; ... highland leucaena, ... red leucaena, wild tamarind{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Datasheet Leucaena diversifolia". Invasive Species Compendium. CAB International. 2022. Diakses tanggal 10 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan