Selasa, 27 Oktober 2026
21:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Letoon

Letoon

situs sejarah di Turki

Bagikan:
250px-Leotoon_Hellenistic_Theatre_5304.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Letoon atau Letoum (Turki: Letoon, Yunani Kuno: Λητῷον) adalah tempat suci yang didedikasikan untuk Leto, terletak di Distrik Fethiye, Provinsi Muğla, Turki. Situs ini berada sekitar 4 kilometer di sebelah selatan kota kuno Xanthos, yang memiliki hubungan erat dengannya, serta terletak di sepanjang Sungai Xanthos. Letoon merupakan salah satu pusat keagamaan terpenting di kawasan tersebut, meskipun tidak pernah berkembang menjadi permukiman yang dihuni secara penuh.

Sejarah

Letoon merupakan pusat keagamaan bagi Xanthos dan Liga Likia. Prasasti-prasasti yang ditemukan di situs ini menunjukkan bahwa para penguasa Likia mengumumkan keputusan mereka kepada masyarakat di tempat tersebut. Letoon terus dihuni sejak abad ke-8 SM hingga berakhirnya masa pendudukan Romawi.[1][2]

Situs ini didedikasikan untuk pemujaan para dewa Letoid, yaitu dewi Leto dalam mitologi Yunani beserta kedua anak kembarnya, Artemis dan Apollo. Menurut sebuah mitos, Leto sedang minum di sebuah danau di Likia ketika melarikan diri bersama anak-anaknya, Apollo dan Artemis, dari kemarahan dewi Hera. Ketika penduduk setempat berusaha mengusirnya, Leto menegur mereka dan mengubah mereka menjadi katak.[2] Leto kemungkinan diidentikkan dengan dewi Luwia kuno yang tempat pemujaannya berada di Letoon. Para dewa Letoid dianggap sebagai dewa nasional bangsa Likia.[2]

Kesakralan situs ini tercermin dalam sebuah kisah yang diceritakan oleh sejarawan Yunani abad ke-2, Appian, mengenai Mithridates VI dari Pontos. Ketika mengepung Patara, Mithridates berencana menebang pepohonan di hutan suci untuk kepentingannya sendiri, tetapi ia diperingatkan agar tidak melakukan penistaan tersebut melalui sebuah mimpi buruk.[3]

Situs ini tetap aktif pada masa Romawi. Pada periode tersebut, agama Kristen mulai berkembang di kawasan ini, ditandai dengan pembangunan sebuah gereja berbentuk basilika.[4]

Referensi

  1. ↑ "Xanthos-Letoon". UNESCO. Diakses tanggal 11 Mei 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Bryce 2009, hlm. 416.
  3. ↑ Appian, Mithridates, 27, noted by T. R. Bryce, "The Arrival of the Goddess Leto in Lycia", Historia: Zeitschrift für Alte Geschichte, 321 (1983:1–13). p. 3 and note 9.
  4. ↑ Greenhalgh 2009, hlm. 85.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan